Sudaryono Dilantik Pimpin BGN, Wamentan Pertanian Lowong Tunggu Presiden
Jakarta — Mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (22/7/2026). Pe...
Jakarta — Mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (22/7/2026). Pelantikan ini sekaligus menandai kekosongan kursi wakil menteri di Kementerian Pertanian yang sepenuhnya menunggu keputusan prerogatif kepala negara.
Sudaryono menggantikan Nanik S Deyang yang sebelumnya memimpin lembaga yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tersebut. Prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Pertanian dan Sekretaris Kabinet.
Pelantikan di Istana Negara
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Presiden Prabowo Subianto langsung memimpin pengambilan sumpah Kepala BGN di Ruang Kredensial Istana Merdeka. Acara dimulai pukul 08.30 WIB dan hanya berlangsung sekitar 30 menit. Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya konsolidasi program gizi nasional yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.
Keputusan Presiden tentang pemberhentian Nanik S Deyang dan pengangkatan Sudaryono sebagai Kepala BGN telah ditandatangani pada hari yang sama. Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan pergantian pimpinan BGN, namun sumber di lingkungan Istana menyebutkan perlunya penyegaran untuk mengakselerasi target penurunan angka stunting dan perbaikan gizi masyarakat.
Tegaskan Tidak Rangkap Jabatan
Seusai pelantikan, Sudaryono memberikan keterangan pers. Ia dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak akan merangkap jabatan, sekaligus mengakhiri spekulasi yang beredar bahwa ia mungkin masih memegang tanggung jawab di Kementerian Pertanian.
“Saya menegaskan, tidak ada rangkap jabatan. Amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional sangat besar dan membutuhkan konsentrasi penuh. Saya akan fokus total di sini,” ujar Sudaryono di hadapan awak media.
Ia menjelaskan, lingkup tugas BGN sangat luas, mulai dari koordinasi lintas kementerian dan lembaga hingga pemantauan langsung program gizi di daerah-daerah rawan. Sudaryono menyadari bahwa tanggung jawab ini menuntut dedikasi tanpa bisa dibagi dengan posisi lain.
Kursi Wamentan Pertanian Kosong
Dengan dilantiknya Sudaryono sebagai Kepala BGN, posisi Wakil Menteri Pertanian secara otomatis lowong. Sudaryono menyerahkan sepenuhnya pengisian jabatan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Pengganti Wamentan sepenuhnya hak prerogatif Bapak Presiden. Saya tidak dalam kapasitas memberikan rekomendasi atau usulan. Itu kewenangan mutlak Presiden,” kata Sudaryono menanggapi pertanyaan wartawan.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan tetap menjalin komunikasi dengan Kementerian Pertanian, terutama dalam aspek yang bersinggungan dengan ketahanan pangan dan produksi bahan pangan bergizi. Sinergi antara BGN dan Kementerian Pertanian dinilai krusial untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan yang mendukung program gizi nasional.
Profil dan Tugas BGN
Badan Gizi Nasional dibentuk pada akhir 2024 sebagai respons terhadap tantangan perbaikan gizi masyarakat yang sebelumnya ditangani oleh beberapa kementerian secara terpisah. BGN memiliki mandat utama menyusun kebijakan, mengoordinasikan program, serta memantau dan mengevaluasi capaian target gizi nasional, termasuk penurunan angka stunting, gizi buruk, dan peningkatan gizi anak sekolah.
Struktur BGN berada langsung di bawah Presiden, memberikan keleluasaan bagi lembaga ini untuk bergerak cepat. Nanik S Deyang menjabat sejak awal pembentukannya hingga digantikan oleh Sudaryono. Selama masa jabatannya, BGN telah meluncurkan beberapa program intervensi gizi di 200 kabupaten/kota prioritas.
Sudaryono sendiri bukanlah sosok asing di bidang pertanian. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian mendampingi Menteri Pertanian. Pengalamannya diharapkan mampu menjembatani kebutuhan pasokan pangan bergizi dari hulu hingga ke meja makan masyarakat.
Respons Istana dan Kementerian
Sekretaris Kabinet yang ikut hadir dalam pelantikan menyatakan bahwa pengisian jabatan Wamentan Pertanian akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun ia tidak memberikan indikasi nama atau profil kandidat yang akan diangkat.
“Presiden memiliki hak prerogatif penuh dalam memilih pembantunya. Nama pengganti akan diumumkan setelah melalui pertimbangan matang. Saat ini fokus pemerintah adalah memastikan transisi di BGN berjalan lancar,” ujar Sekretaris Kabinet.
Sementara itu, Menteri Pertanian mengapresiasi pengabdian Sudaryono selama menjabat Wamentan dan mendoakan kesuksesan di amanah baru. Ia menegaskan bahwa roda kementerian tetap berjalan normal meskipun posisi wakil menteri belum terisi.
Agenda Perdana Sudaryono
Usai serah terima jabatan di kantor BGN yang direncanakan sore harinya, Sudaryono akan langsung memimpin rapat internal bersama seluruh deputi untuk membahas program kerja jangka pendek. Salah satu agenda mendesak adalah finalisasi rencana aksi program makan siang bergizi bagi siswa sekolah dasar di wilayah Indonesia timur yang telah direncanakan sebelumnya.
Sudaryono menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan gizi nasional. “Ini bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapat asupan gizi yang layak. Saya mohon dukungan seluruh elemen bangsa,” tutupnya.
Comments (0)