Jakarta — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Rekonstruksi (Satgas PRR), memaparkan progres pemulihan sektor pendidikan di tiga provinsi terdampak dalam sebuah kegiatan resmi di Jakarta. Pemaparan tersebut mencakup capaian rehabilitasi sarana, pemulihan layanan belajar, serta langkah lanjutan yang akan ditempuh pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.
Dalam pemaparannya, Tito Karnavian menyatakan bahwa pemulihan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama Satgas PRR mengingat dampak langsung terhadap jutaan peserta didik yang terganggu proses belajarnya. Ia menegaskan bahwa seluruh upaya pemulihan dilaksanakan berdasarkan data terverifikasi dan dikoordinasikan lintas kementerian.
Kami menegaskan bahwa pemulihan pendidikan di tiga provinsi terdampak berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan, dengan prioritas pada pemulihan kegiatan belajar mengajar secara normal — Muhammad Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR.
Capaian Rehabilitasi Sarana Pendidikan
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat koordinasi tersebut, rehabilitasi bangunan sekolah di tiga provinsi terdampak telah menunjukkan capaian signifikan. Sebagian besar sekolah dasar dan menengah yang mengalami kerusakan struktural telah masuk tahap pembangunan ulang, sementara sisanya masih dalam proses verifikasi teknis.
Tito Karnavian menyatakan bahwa penentuan prioritas rehabilitasi didasarkan pada tingkat kerusakan, jumlah peserta didik, serta kesiapan daerah menyukseskan program. Sekolah dengan kerusakan berat dan jumlah siswa terbanyak diprioritaskan untuk tahap pertama pelaksanaan.
Menindaklanjuti hal tersebut, Satgas PRR menginstruksikan pemerintah daerah mempercepat proses administrasi pengadaan agar pelaksanaan fisik dapat dimulai tanpa penundaan berarti. Koordinasi dengan kementerian teknis juga diperkuat guna memastikan ketersediaan anggaran dan material.
Pemulihan Layanan Belajar Mengajar
Selain aspek fisik, Tito Karnavian turut menyoroti pemulihan layanan belajar mengajar yang selama ini berjalan dengan pola sementara. Sejumlah sekolah telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tempat asal, sementara sekolah lainnya masih menggunakan ruang kelas darurat.
Satgas PRR mencatat bahwa puluhan ribu peserta didik di tiga provinsi terdampak masih mengikuti pembelajaran dengan pola bergilir atau di lokasi alternatif. Kondisi ini, menurut Tito, menuntut percepatan agar dampak terhadap kualitas pendidikan dapat diminimalkan.
Kami menyatakan bahwa pemulihan pendidikan bukan sekadar membangun kembali gedung sekolah, tetapi memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan layak — ujar Tito Karnavian.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan psikososial bagi peserta didik dan tenaga pendidikan yang terdampak. Program ini dijalankan bersama kementerian terkait sebagai bagian dari tahapan pemulihan pascabencana.
Koordinasi Lintas Kementerian dan Daerah
Dalam rapat koordinasi tersebut, Tito Karnavian menegaskan pentingnya keselarasan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Setiap provinsi terdampak diminta menyerahkan laporan progres berkala agar evaluasi dapat dilakukan secara objektif.
Keputusan terkait mekanisme pelaporan dan pencairan tahapan anggaran juga ditetapkan dalam forum tersebut. Fraksi-fraksi di DPR menyambut baik pemaparan progres dan menekankan perlunya transparansi dalam setiap tahapan pelaksanaan program.
Berdasarkan UU terkait penanganan bencana dan pemulihan daerah, Satgas PRR memiliki kewenangan mengoordinasikan seluruh kementerian dan lembaga. Tito Karnavian menyatakan bahwa seluruh pemangku kepentingan akan terus dikoordinasikan hingga seluruh target pemulihan pendidikan tercapai.
Ke depan, Satgas PRR dijadwalkan melanjutkan monitoring lapangan ke tiga provinsi tersebut guna memastikan capaian yang telah dilaporkan sesuai kondisi riil di lapangan. Dalam rapat pleno berikutnya, laporan progres terkini akan kembali dipaparkan untuk evaluasi menyeluruh.
Comments (0)