Jakarta — Ribuan massa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan sejumlah organisasi kemasyarakatan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28 Agustus 2026. Aksi dimulai sejak pagi dan berlangsung hingga sore hari, dengan agenda penyampaian tuntutan terkait kebijakan ekonomi, pengawasan penyelenggaraan pemilu, serta perampasan aset negara. Koordinator lapangan menyatakan peserta aksi bergerak secara tertib dari titik kumpul menuju pagar kompleks parlemen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa berkumpul di kawasan Silang Monas sekitar pukul 09.00 WIB, kemudian berkonvoi menuju Jalan Gatot Subroto. Kepolisian menutup sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks gedung parlemen untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas. Petugas kepolisian, TNI, serta satuan pengamanan internal DPR terlihat berjaga di sejumlah pos pemeriksaan sejak pagi.
Tuntutan yang Disampaikan Massa
Dalam orasinya, para koordinator lapangan menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan wujud pengawasan publik terhadap kerja lembaga legislatif. Mereka menyampaikan sebutir tuntutan utama, antara lain percepatan pengesahan rancangan undang-undang terkait perlindungan pekerja, peninjauan ulang kebijakan subsidi, serta penguatan mekanisme pengawasan terhadap pengelolaan anggaran negara.
“Kami datang membawa aspirasi rakyat yang menuntut kepastian hukum dan keadilan ekonomi. Kami menegaskan bahwa pengawasan terhadap penyelenggaraan negara tidak boleh berhenti di ruang rapat,” ujar koordinator lapangan aksi tersebut di hadapan massa, Rabu siang.
Massa juga membawa spanduk dan papan tuntutan berisi sejumlah butir aspirasi. Secara bergiliran, perwakilan mahasiswa membacakan tuntutan melalui pengeras suara sementara aparat menjaga jarak di depan pagar kompleks. Tidak ada terlibat bentrokan fisik selama aksi berlangsung.
Penjagaan Aparat dan Penanganan Lalu Lintas
Kepolisian menyatakan pengamanan aksi dilakukan dengan pendekatan preventif. Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menegaskan bahwa pihaknya menurunkan personel di sekitar lokasi aksi untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan terkendali.
“Kami menindaklanjuti rencana aksi ini dengan penempatan personel di titik-titik strategis. Kami menyatakan hak berkumpul dan menyampaikan pendapat dilindungi sepanjang tidak mengganggu ketertiban umum,” ujar Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat kepada awak media, Rabu siang.
Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerbitkan rekayasa lalu lintas berupa penutupan sementara sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks gedung parlemen. Pengendara diimbau menggunakan jalur alternatif selama masa aksi berlangsung. Petugas gabungan mengatur arus kendaraan di persimpangan-persimpangan utama di sekitar lokasi.
Sikap Fraksi dan Koordinasi di Kompleks Parlemen
Di dalam kompleks Gedung DPR/MPR, sejumlah anggota DPR dari berbagai Fraksi menyampaikan pernyataan terkait aksi tersebut. Wakil Ketua Komisi III DPR menyatakan bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus direspons secara konstitusional.
“Kami menegaskan bahwa pintu dialog selalu terbuka. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami tindaklanjuti melalui mekanisme kerja komisi sesuai dengan berdasarkan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR saat ditemui di kompleks parlemen, Rabu.
Koordinasi antarlembaga dilakukan melalui Rapat Koordinasi yang digelar pihak keamanan dan sekretariat DPR pada Selasa malam, sehari sebelum aksi. Dalam rapat tersebut, diambil keputusan untuk menempatkan personel pengamanan di titik-titik rawan serta menyiapkan jalur evakuasi apabila situasi berkembang di luar perkiraan.
Jalannya Aksi hingga Sore Hari
Memasuki siang, massa menggelar orasi bergiliran dan membacakan pernyataan sikap tertulis. Perwakilan mahasiswa menyatakan bahwa aksi akan diakhiri dengan penyerahan petisi kepada pimpinan DPR apabila mekanisme penerimaan disepakati. Namun hingga sore, belum terlihat perwakilan massa masuk ke dalam gedung parlemen.
Pimpinan DPR melalui sekretariat menyatakan bahwa penerimaan audiensi ditetapkan setelah koordinasi teknis antara petugas keamanan dan koordinator lapangan. Sementara itu, massa bertahan di area pagar dengan sebagian peserta mulai bergerak meninggalkan lokasi menjelang Maghrib.
Kepolisian menyatakan pengamanan akan diberlakukan hingga seluruh peserta aksi membubarkan diri. Situasi di sekitar Gedung DPR/MPR hingga pukul 18.00 WIB terpantau kondusif, tanpa adanya insiden yang mengarah pada gangguan keamanan. Aksi pada 28 Agustus 2026 ini dicatat sebagai salah satu unjuk rasa publik terbesar di kawasan parlemen dalam periode sidang tahun berjalan.
Comments (0)