Sep 25, 2026
Politik

Polda Metro Jaya Gelar TFG Pengamanan Aksi 24 September

Jakarta — Sebagai bagian dari persiapan pengamanan aksi massa yang dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026, Polda Metro Jaya menyelenggarakan Tactical Floor Game (TFG) di lingkungan Markas Po...

Polda Metro Jaya Gelar TFG Pengamanan Aksi 24 September

Jakarta — Sebagai bagian dari persiapan pengamanan aksi massa yang dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026, Polda Metro Jaya menyelenggarakan Tactical Floor Game (TFG) di lingkungan Markas Polda Metro Jaya, Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan seluruh satuan kerja di jajaran Polda Metro Jaya bersama unsur TNI, pemerintah daerah, serta aparat pengamanan tingkat kota. TFG diselenggarakan untuk menguji kesiapan personel, memetakan titik-titik rawan, dan menyusun skenario penanganan mulai dari massa bergerak hingga aksi dibubarkan secara tertib.

Dalam kegiatan berdurasi beberapa jam tersebut, seluruh skenario dijabarkan di atas denah kawasan yang dipasang di lantai ruang utama, sehingga setiap pimpinan satuan dapat melihat secara langsung pergerakan yang diperkirakan terjadi. Para peserta mempraktikkan pengaturan barisan pengamanan, penempatan kendaraan taktis, hingga prosedur evakuasi apabila terjadi kerumunan yang tidak terkendali.

Rencana Pengamanan Berlapis

Kapolda Metro Jaya menyatakan bahwa pengamanan aksi pada 24 September 2026 akan diterapkan secara berlapis, mulai dari pengamanan dalam (PAM Dal) di lokasi aksi hingga pengamanan luar (PAM Luar) di jalur-jalur menuju pusat kegiatan. Menurut dia, TFG menjadi wahana untuk menyamakan persepsi antarunsur sebelum hari pelaksanaan, agar setiap satuan mengetahui perannya masing-masing.

Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa seluruh personel harus memahami prosedur tetap yang berlaku, termasuk prinsip tindakan yang terukur, bertahap, dan tidak berlebihan dalam menghadapi massa.

Petugas pengamanan juga disiapkan untuk mengawasi jalur lalu lintas di sekitar kawasan aksi. Rekayasa lalu lintas akan diumumkan secara bertahap melalui kanal resmi kepolisian agar masyarakat dapat mengatur perjalanan. Selain itu, posko terpadu akan diaktifkan sejak H-1 untuk memantau perkembangan situasi secara real time.

Koordinasi dengan Pemerintah dan Unsur Lintas Sektor

Menindaklanjuti rencana kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya telah menggelar Rapat Koordinasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, TNI, serta perwakilan organisasi penyelenggara aksi. Dalam rapat itu dibahas pembagian tanggung jawab, ketersediaan fasilitas publik, serta mekanisme komunikasi apabila situasi berubah di lapangan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa koordinasi juga dijalin dengan fraksi-fraksi di DPRD serta instansi terkait untuk memastikan kegiatan kenegaraan lain yang berlangsung pada periode yang sama tidak terganggu. Komunikasi dengan para penyelenggara aksi, imbuh dia, terus dilakukan agar penyampaian pendapat berlangsung dalam koridor hukum yang berlaku berdasarkan Undang-Undang tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Pemetaan Titik Kerawanan dan Skenario Cadangan

Selama TFG berlangsung, peserta membedah sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk simpul pergerakan massa, kawasan dengan kepadatan kendaraan tinggi, serta lokasi yang memiliki akses jalan terbatas. Setiap titik kemudian diberi penjelasan mengenai kekuatan personel yang ditugaskan, perlengkapan yang tersedia, serta jalur alternatif bila terjadi eskalasi.

Skema penanganan dibagi ke dalam beberapa tingkat situasi, yakni kondisi aman, waspada, dan siaga. Peningkatan status ditetapkan berdasarkan penilaian gabungan di lapangan, bukan atas dasar laporan sepihak. Di samping itu, tim medis dan tim evakuasi disiagakan di beberapa titik untuk menangani korban jika terjadi bentrokan maupun kelelahan massa.

Imbauan Penyampaian Pendapat Secara Damai

Kapolda Metro Jaya mengimbau seluruh pihak yang berencana mengikuti aksi pada 24 September 2026 untuk menyampaikan pendapat secara damai, menjaga ketertiban, dan mematuhi petugas di lapangan. Pihaknya menegaskan bahwa kebebasan berserikat dan berkumpul dijamin negara, sepanjang tidak mengganggu keamanan serta keselamatan masyarakat umum.

Bagi masyarakat yang tidak berkepentingan dengan kegiatan tersebut, kepolisian menyarankan untuk menghindari kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona pengamanan dan memanfaatkan jalur alternatif yang akan diinformasikan menjelang hari pelaksanaan. Seluruh hasil TFG akan dituangkan dalam rencana operasi resmi yang ditetapkan melalui keputusan Kepolisian Daerah Metro Jaya sebelum aksi berlangsung, guna memastikan pengamanan berjalan tertib dan terkendali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User