KABUPATEN MIMIKA — Aktivitas penerbangan di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Provinsi Papua Tengah, mengalami gangguan akibat kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut. Kepala Badan Layanan Umum Unit Penyelenggara Bandar Udara (BLU-UPBU) Mozes Kilangin Timika, Muchammad Nafiek, menyatakan bahwa jarak pandang di kawasan bandara turun drastis hingga menyentuh angka 300 meter pada periode pengamatan terakhir. Kondisi itu berada di bawah ambang batas normal keselamatan penerbangan yang ditetapkan regulator.
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan Nafiek, penurunan visibilitas tersebut berdampak langsung pada jadwal keberangkatan dan kedatangan sejumlah penerbangan berjadwal. Ia menegaskan bahwa otoritas bandara terus melakukan pemantauan intensif bersama penyedia jasa navigasi penerbangan dan maskapai untuk memastikan setiap keputusan operasional mengutamakan keselamatan penumpang.
"Jarak pandang hanya sekitar 300 meter. Kami menetapkan sejumlah penyesuaian jadwal demi keselamatan penerbangan," ujar Muchammad Nafiek.
Jarak Pandang di Bawah Standar Keselamatan
Dalam dunia penerbangan, jarak pandang minimum menjadi salah satu parameter utama sebelum sebuah pesawat diizinkan lepas landas atau mendarat. Kabut asap yang pekat dapat menghalangi pandangan pilot terhadap landasan pacu serta mengurangi efektivitas instrumen navigasi visual. Oleh karena itu, setiap penurunan visibilitas wajib dilaporkan secara berkala kepada unit pelayanan lalu lintas penerbangan.
Nafiek menjelaskan bahwa pihaknya menindaklanjuti kondisi tersebut dengan menggelar koordinasi bersama maskapai penerbangan, otoritas meteorologi, serta petugas pemandu lalu lintas udara. Rapat koordinasi itu membahas langkah mitigasi, mulai dari penundaan keberangkatan, pengalihan rute, hingga penyesuaian waktu operasional bandara apabila kondisi udara tidak membaik dalam waktu dekat.
Menurutnya, keputusan penundaan maupun pembatalan penerbangan bukanlah kebijakan yang diambil secara sembarangan. Setiap keputusan mengacu pada prosedur standar keselamatan yang telah ditetapkan dalam regulasi penerbangan nasional serta memperhatikan rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika setempat.
Dampak bagi Mobilitas Penumpang
Gangguan penerbangan di Bandara Mozes Kilangin berpotensi memengaruhi mobilitas warga, pelaku usaha, maupun pegawai yang hendak menuju dan meninggalkan Timika. Bandara tersebut merupakan salah satu pintu masuk utama ke wilayah Papua Tengah dan berperan penting dalam distribusi logistik serta angkutan penumpang antarwilayah.
Nafiek menyatakan bahwa pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk secara aktif memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum bertolak ke bandara. Ia juga memastikan bahwa petugas di terminal tetap bersiaga memberikan pelayanan serta informasi terkini kepada masyarakat yang terdampak penyesuaian jadwal.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa otoritas bandara akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi kabut asap dari waktu ke waktu. Apabila jarak pandang kembali normal dan memenuhi syarat keselamatan, operasional penerbangan akan dipulihkan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku.
Himbauan dan Langkah Lanjutan
Dalam keterangannya, Nafiek menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh pemangku kepentingan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Ia menyatakan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan dengan pertimbangan jadwal maupun aspek komersial.
"Keselamatan adalah prioritas utama. Kami akan memulihkan operasional secara bertahap begitu kondisi memungkinkan," tegasnya.
Pihak BLU-UPBU Mozes Kilangin juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai status penerbangan. Menurut Nafiek, informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi bandara dan maskapai yang berwenang, sehingga potensi kebingungan di tengah masyarakat dapat ditekan.
Pengamatan terhadap perkembangan kabut asap akan dilakukan secara berkala, termasuk evaluasi terhadap arah angin dan kelembapan udara yang berpengaruh terhadap kepadatan asap. Hasil pemantauan itu akan menjadi dasar bagi otoritas bandara dalam menentukan apakah penyesuaian jadwal perlu diperpanjang atau dapat dicabut.
Dengan kondisi yang masih dinamis, seluruh pihak diminta bersiap terhadap kemungkinan perubahan jadwal mendadak. Otoritas bandara menegaskan komitmennya menjaga standar keselamatan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat Timika dan sekitarnya tetap berjalan optimal sepanjang kondisi cuaca belum sepenuhnya pulih.
Comments (0)