Oct 14, 2026
Politik

PKB Buka Komunikasi dengan Anies Jelang Pilkada Jakarta

Jakarta — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan akan menggelar pertemuan dengan Anies Baswedan pada pekan depan guna membahas perkembangan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2...

PKB Buka Komunikasi dengan Anies Jelang Pilkada Jakarta

Jakarta — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan akan menggelar pertemuan dengan Anies Baswedan pada pekan depan guna membahas perkembangan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024. Pertemuan tersebut menindaklanjuti hasil sejumlah lembaga survei yang menempatkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu pada posisi teratas elektabilitas bakal calon.

"Pekan depan kami akan melakukan pertemuan dengan Pak Anies untuk membahas soal Pilkada Jakarta," ujar seorang fungsionaris PKB di Jakarta, Selasa (18/6/2024), menegaskan bahwa komunikasi politik antarpemangku kepentingan terus dibangun menjelang tahapan pencalonan.

Pernyataan itu disampaikan di tengah dinamika koalisi partai politik yang mulai memetakan figur yang akan diusung pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jakarta. Berdasarkan sejumlah hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga, nama Anies masih tercatat sebagai figur dengan tingkat keterpilihan tertinggi dibandingkan sejumlah nama lain yang digulirkan partai-partai.

PKB Hormati Hasil Survei

PKB menegaskan bahwa pihaknya tidak mengabaikan temuan lembaga survei, meskipun keputusan akhir tetap akan ditetapkan melalui mekanisme internal partai. Menurutnya, hasil survei menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun rekomendasi pencalonan.

"Hasil survei menjadi salah satu pertimbangan, tetapi keputusan tetap akan ditetapkan dalam rapat pleno," katanya.

Ia menjelaskan bahwa proses penjaringan bakal calon dilakukan secara terbuka dengan memperhatikan aspirasi daerah, rekam jejak, serta kemampuan figur dalam membangun komunikasi lintas kekuatan politik. PKB, lanjutnya, akan menimbang konfigurasi koalisi yang memungkinkan terbentuknya kesepakatan bersama.

Dalam konteks Pilkada Jakarta, PKB mengaku membuka peluang komunikasi dengan seluruh partai yang memiliki hak mengusulkan pasangan calon. Termasuk dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang selama ini disebut-sebut memiliki kedekatan dengan sejumlah figur potensial.

Anies Masih Teratas dalam Sejumlah Survei

Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga independen yang dirilis selama beberapa bulan terakhir, elektabilitas Anies Baswedan pada simulasi Pilkada Jakarta masih berada pada posisi teratas. Tingkat keterpilihannya tercatat unggul atas sejumlah nama yang juga digulirkan, seperti mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan sejumlah kader partai lain.

Meski demikian, PKB menekankan bahwa dinamika elektoral masih sangat cair dan dapat berubah menjelang pendaftaran calon. Karena itu, partai mengutamakan dialog politik yang bersifat terbuka ketimbang bersandar pada satu hasil survei semata.

"Elektabilitas itu dinamis. Karena itu, komunikasi politik perlu terus dibangun," tegasnya.

Ia menambahkan, PKB juga mendorong agar proses pencalonan di Jakarta berlangsung sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk memenuhi syarat ambang batas pencalonan yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Mekanisme Koalisi dan Syarat Pencalonan

Sesuai ketentuan, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta dapat diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki kursi di DPRD Provinsi DKI Jakarta. Partai atau gabungan partai harus memperoleh sekurang-kurangnya 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum legislatif.

KPU telah menetapkan tahapan Pilkada Serentak 2024, termasuk untuk Provinsi DKI Jakarta. Pendaftaran pasangan calon dijadwalkan pada akhir Agustus 2024, sedangkan pemungutan suara dilaksanakan pada November 2024. Rangkaian tahapan itu menjadi acuan bagi partai politik dalam menyusun strategi koalisi dan penetapan calon.

Menurut PKB, komunikasi dengan Anies merupakan bagian dari upaya membangun kesepahaman politik yang lebih luas, bukan semata-mata mengejar kepentingan elektoral jangka pendek. Partai juga menegaskan akan memperhatikan masukan dari pengurus wilayah dan basis konstituen di Jakarta sebelum mengambil keputusan final.

"Kami akan mendengar pandangan dari pengurus wilayah dan struktur partai di Jakarta. Keputusan akan diambil secara kolektif," tuturnya.

Ia menyatakan bahwa pertemuan pekan depan akan membahas peta koalisi, visi pembangunan Jakarta, serta kemungkinan kerja sama politik yang menguntungkan semua pihak. Namun, ia belum bersedia merinci waktu dan lokasi pertemuan karena masih dalam penjajakan.

Sejumlah pengamat politik menilai bahwa pertemuan antara PKB dan Anies berpotensi memengaruhi konfigurasi pencalonan di Jakarta. Meski demikian, mereka mengingatkan bahwa koalisi baru akan terbentuk bila terdapat kesepakatan mengenai siapa yang akan diusung sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

PKB menegaskan bahwa pihaknya akan mengedepankan etika politik dalam setiap proses komunikasi, termasuk menghormati keputusan partai lain yang tengah menjajaki kerja sama dengan figur berbeda. Dengan demikian, dinamika koalisi di Pilkada Jakarta diprediksi terus berkembang hingga pendaftaran calon dibuka pada Agustus mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User