JAKARTA — Partai Nasdem masih menimbang dua nama bakal calon gubernur Sumatra Utara untuk diusung pada Pemilihan Gubernur Sumatra Utara 2024, yakni Gubernur petahana Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Penjajakan internal partai disebut belum menemukan kata sepakat, sehingga keputusan final belum ditetapkan hingga kini.
“Keduanya masih dalam pertimbangan. Kami melihat rekam jejak, elektabilitas, dan daya terima masyarakat Sumatra Utara,” ujar seorang fungsionaris partai di Jakarta, menegaskan bahwa pembahasan dilakukan secara berjenjang melalui rapat koordinasi dan pleno di tingkat wilayah sebelum dibawa ke Dewan Pimpinan Pusat.
“Keputusan siapa yang diusung akan ditetapkan melalui mekanisme partai, berdasarkan hasil survei dan masukan dari struktur di daerah,” tegasnya.
Dua Nama dengan Basis Dukungan Berbeda
Edy Rahmayadi merupakan kader Partai Nasdem yang saat ini menjabat Gubernur Sumatra Utara. Ia pernah menjadi calon gubernur pada Pilgub 2018 bersama Musa Rajekshah dan berhasil memenangkan kontestasi. Sebagai petahana, Edy dinilai memiliki basis massa yang telah terbentuk di sejumlah kabupaten dan kota.
Sementara itu, Bobby Nasution adalah kader PDI Perjuangan yang kini menjabat Wali Kota Medan. Ia menang pada Pilkada Medan 2020 dan dikenal sebagai menantu Presiden Joko Widodo. Posisi Bobby sebagai kepala daerah di ibu kota provinsi memberikan nilai elektoral tersendiri, terutama di wilayah perkotaan Sumatra Utara.
Berdasarkan sejumlah lembaga survei, kedua nama itu konsisten berada di posisi teratas bursa kandidat Pilgub Sumut. Namun, perolehan angka elektabilitas keduanya masih dinamis dan dipengaruhi faktor figur serta mesin partai politik pengusung.
Komunikasi Politik Antarpartai Berjalan
Partai Nasdem disebut telah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai untuk membangun koalisi. Selain PDI Perjuangan, penjajakan juga dilakukan dengan Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat. Komposisi kursi di DPRD Sumatra Utara menjadi pertimbangan utama karena syarat pencalonan membutuhkan dukungan minimal 20 persen kursi atau 25 persen suara sah.
“Komunikasi berjalan intensif. Kami ingin memastikan koalisi yang terbangun solid dan memiliki peluang menang besar,” lanjutnya dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa Nasdem membuka ruang bagi kader internal maupun figur eksternal yang memiliki kapasitas memimpin Sumatra Utara. Kriteria penilaian meliputi integritas, kapabilitas, serta komitmen terhadap agenda pembangunan daerah.
Mekanisme Penetapan Menunggu Survei Akhir
Rencana penetapan calon akan mengacu pada hasil survei terbaru serta rekomendasi Dewan Pimpinan Wilayah Nasdem Sumatra Utara. Keputusan yang ditetapkan kelak bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan seluruh struktur partai hingga tingkat kabupaten dan kota.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Proses ini menindaklanjuti aspirasi daerah yang menginginkan calon dengan daya pilih tinggi,” tegasnya.
Sementara itu, waktu pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur ke Komisi Pemilihan Umum Daerah dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2024. Sejumlah partai politik mulai melakukan penjajakan koalisi dan menyusun pasangan calon. Dinamika di Sumatra Utara menjadi salah satu sorotan karena provinsi tersebut memiliki jumlah pemilih besar dan menjadi basis politik strategis.
Pengamat politik memperkirakan keputusan Nasdem akan menentukan arah koalisi di Pilgub Sumut. Namun, seluruh pihak diimbau menunggu keputusan resmi partai yang akan diumumkan melalui mekanisme konvensi sesuai ketentuan Undang-Undang Pemilu.
Comments (0)