Oct 10, 2026
Politik

Warga Bali Belum Terdata Kini Daftar Perlinsos Digital

Pemerintah terus menggencarkan pendataan ulang penerima bantuan sosial melalui layanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Program ini membuka ruang bagi warga yang selama ini belum pernah terdat...

Warga Bali Belum Terdata Kini Daftar Perlinsos Digital

Pemerintah terus menggencarkan pendataan ulang penerima bantuan sosial melalui layanan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Program ini membuka ruang bagi warga yang selama ini belum pernah terdata agar dapat mendaftarkan diri dan menjalani verifikasi untuk mengetahui kelayakan mereka sebagai penerima bantuan.

Langkah tersebut menindaklanjuti kebutuhan penyesuaian data penerima bansos, sekaligus memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran berdasarkan ketentuan yang berlaku. Warga yang sebelumnya terkendala persyaratan administrasi kini memiliki kesempatan untuk mengikuti proses pendataan dari tempat tinggal mereka saat ini.

Perjuangan 17 Tahun sebagai Guru Honorer

Salah satu warga yang mencoba peruntungan melalui layanan tersebut adalah Mukhdor Jawari Aman, pria yang tinggal di Legian, Kabupaten Badung, Bali. Selama 17 tahun ia mengabdi sebagai guru honorer, sementara istrinya berjualan gorengan untuk menopang kebutuhan keluarga.

Mukhdor menyatakan bahwa bantuan sosial sangat dibutuhkan untuk meringankan beban ekonomi keluarga, terutama untuk membiayai pendidikan anak-anaknya. Kebutuhan hidup sehari-hari di Bali, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga dengan penghasilan terbatas.

"Habis Jumatan saya langsung ke sini dan ternyata ada informasi seperti ini. Saya ingin mencoba, siapa tahu namanya rezeki. Kalau kami berhak menerima, alhamdulillah," kata Mukhdor saat ditemui di Pura Dalem Kahyangan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Jumat (9/10/2026).

Ia mengungkapkan bahwa selama ini dirinya belum pernah menerima bantuan sosial karena kartu tanda penduduk masih berdomisili di Jember, Jawa Timur. Kondisi tersebut membuat pengajuan bantuannya terhambat oleh persyaratan domisili. Melalui Perlinsos Digital, ia kini berpeluang mengikuti proses pendataan dan verifikasi di wilayah tempatnya menetap.

Kendala Teknis dalam Proses Pendaftaran

Dalam proses pendaftaran, Mukhdor mengaku tidak menemui hambatan ketika dilakukan pemeriksaan kartu tanda penduduk dan nomor induk kependudukan. Namun, ia sempat menunda kelanjutan proses karena lupa nomor identitas pelanggan listrik PLN miliknya.

"Kendalanya saya enggak tahu nomor ID PLN. Kalau saya nanti tahu, maka di sana berhak dan tidaknya akan muncul, begitu," ujarnya.

Pengalaman berbeda dialami I Wayan Tagel, seorang pegawai toko bangunan yang juga menyatakan belum pernah menerima bantuan sosial. Setelah mendaftarkan diri melalui layanan tersebut, Tagel dinyatakan layak menerima bantuan. Meski demikian, ia belum mengetahui secara pasti jenis bantuan yang akan diterimanya.

"Layak mendapat bantuan, hanya saya kurang paham bantuan apa yang berikutnya diberikan," ungkap Tagel.

Tagel menuturkan bahwa proses pendaftaran dan verifikasi berlangsung relatif cepat, yakni sekitar lima menit. Ia mendapat pendampingan dari petugas yang berada di wantilan Pura Dalem Kahyangan.

Perlinsos Digital sebagai Terobosan Pendataan

Layanan Perlinsos Digital dirancang untuk mempercepat pembaruan data penerima bantuan sosial dengan memanfaatkan verifikasi identitas kependudukan. Melalui mekanisme ini, warga yang sebelumnya tidak terdata dapat diketahui status kelayakannya secara lebih transparan.

Pemerintah menegaskan bahwa pendataan ulang ini merupakan bagian dari upaya perbaikan tata kelola bantuan sosial agar penyaluran berjalan lebih akurat. Warga diimbau memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melengkapi dokumen kependudukan dan data pendukung lainnya.

Bagi Mukhdor, langkah kecil mendaftarkan diri seusai ibadah Jumat itu menjadi harapan baru. Ia berharap proses verifikasi berjalan lancar sehingga keluarganya dapat memperoleh bantuan yang selama ini belum pernah ia rasakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User