Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Provinsi Sumatera Selatan dilaporkan mengalami peningkatan signifikan seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rumah Sakit Charitas Palembang menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang menerima lonjakan pasien, dengan mayoritas penderita adalah anak-anak yang menjalani perawatan intensif sejak Jumat, 9 Oktober 2026.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, jumlah kasus ISPA pada September 2026 tercatat sebanyak 52.483 kasus, meningkat 5.463 kasus dibandingkan Agustus 2026 yang berjumlah 47.020 kasus. Angka tersebut menunjukkan tren kenaikan yang konsisten sejalan dengan meluasnya sebaran titik panas dan asap di sejumlah kabupaten dan kota di wilayah tersebut.
Sementara pada periode 1 hingga 9 Oktober 2026, dinas kesehatan setempat mencatat 11.359 kasus ISPA di seluruh Sumatera Selatan. Meskipun rentang waktu pencatatan baru berjalan sembilan hari, volume kasus tersebut mengindikasikan potensi lonjakan yang lebih tinggi pada akhir bulan apabila kondisi kabut asap tidak segera tertangani.
Anak-Anak Kelompok Paling Rentan
Petugas kesehatan di Rumah Sakit Charitas Palembang tampak memeriksa kondisi pasien anak yang menjalani perawatan akibat ISPA. Sejumlah pasien memerlukan pemantauan ketat, termasuk pemeriksaan infus dan pemantauan saturasi oksigen, karena saluran pernapasan mereka mengalami peradangan akibat paparan partikel asap dalam waktu yang cukup lama.
Kabut asap hasil pembakaran lahan dan hutan mengandung partikel halus berukuran PM2.5 yang dapat menembus saluran pernapasan bagian atas dan masuk hingga ke paru-paru. Kelompok anak-anak, lansia, serta individu dengan riwayat penyakit pernapasan kronis berada pada risiko paling tinggi mengalami komplikasi serius.
Dalam sejumlah keterangan resmi, dinas kesehatan menegaskan bahwa peningkatan kasus ISPA berkaitan langsung dengan memburuknya kualitas udara di wilayah Sumatera Selatan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan seluruh lapisan masyarakat, terutama keluarga yang memiliki anak balita, agar segera melakukan pemeriksaan apabila muncul gejala batuk, sesak napas, atau demam berkepanjangan.
Dampak Karhutla terhadap Layanan Kesehatan
Lonjakan pasien ISPA memberikan tekanan tambahan terhadap kapasitas layanan rumah sakit di Palembang dan sekitarnya. Ruang perawatan anak dilaporkan menerima permintaan yang terus meningkat, sehingga manajemen fasilitas kesehatan perlu melakukan penyesuaian terhadap ketersediaan tempat tidur, tenaga medis, serta persediaan obat dan alat bantu pernapasan.
Pemerintah daerah diminta menindaklanjuti situasi ini melalui Rapat Koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan karhutla berjalan seiring dengan upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Langkah tersebut mencakup distribusi masker, penyediaan ruang udara bersih, serta sosialisasi kepada warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama periode kabut asap pekat.
Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang penanggulangan bencana dan pengendalian pencemaran udara, pemerintah memiliki kewenangan untuk menetapkan status darurat asap apabila kualitas udara berada pada tingkat membahayakan. Keputusan semacam itu akan membuka akses terhadap sumber daya tambahan, termasuk bantuan logistik dan dukungan fasilitas kesehatan bergerak.
Imbauan Perlindungan bagi Masyarakat
Dinas kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menutup jendela rumah, serta menggunakan penyaring udara sederhana bila memungkinkan. Penderita ISPA diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar tidak mengalami perburukan kondisi.
Pengamat kesehatan menilai peningkatan kasus ISPA akibat karhutla merupakan persoalan berulang yang memerlukan penanganan struktural, bukan sekadar respons darurat. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, pengelolaan gambut yang berkelanjutan, serta pemantauan kualitas udara secara berkala dinilai menjadi kunci pencegahan jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, Rumah Sakit Charitas Palembang masih menerima pasien anak dengan keluhan pernapasan. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menyatakan akan terus memperbarui data kasus ISPA harian sebagai dasar pengambilan keputusan dalam Rapat Koordinasi penanganan dampak kabut asap.
Comments (0)