Oct 10, 2026
Politik

Migrant Center UTB Resmi, Jabar Targetkan 7 Ribu Pekerja Migran

Bandung — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menetapkan target penempatan 40.000 pekerja migran Indonesia sepanjang tahun 2026. Dari jumlah nasional tersebut, sebanyak 7...

Migrant Center UTB Resmi, Jabar Targetkan 7 Ribu Pekerja Migran

Bandung — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menetapkan target penempatan 40.000 pekerja migran Indonesia sepanjang tahun 2026. Dari jumlah nasional tersebut, sebanyak 7.000 lebih di antaranya diproyeksikan berasal dari Provinsi Jawa Barat. Penetapan itu disampaikan Mukhtarudin seusai meresmikan Migrant Center di Universitas Teknologi Bandung (UTB) pada Jumat (9/10).

Menurut Mukhtarudin, pendirian pusat tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani pada Desember 2025. Keberadaannya juga ditetapkan sebagai bagian dari ekosistem program SMK Go Global, yang merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

"Ini bagian dari tindak lanjut MoU yang kita tanda tangani pada Desember 2025 yang lalu. Dan Migrant Center UTB merupakan bagian ekosistem program SMK Go Global yang merupakan program direktif Bapak Presiden," kata Mukhtarudin.

Penguatan Kompetensi Calon Pekerja Migran

Mukhtarudin menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah memperkuat ekosistem penyiapan calon pekerja migran, khususnya pada aspek keterampilan teknis dan kemampuan berbahasa. Melalui penguatan tersebut, tenaga kerja Indonesia yang ditempatkan di luar negeri diharapkan memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan sektor pekerjaan di negara tujuan.

Penyiapan keterampilan itu mencakup sejumlah bidang, mulai dari manufaktur, perhotelan atau hospitality, kesehatan, hingga operator produksi. Selain pelatihan teknis, calon pekerja migran juga akan menerima pelatihan bahasa asing, terutama bahasa Jepang dan Inggris, sebelum menjalani uji kompetensi.

"Penyiapan talenta dari penyiapan skill teknis, seperti pelatihan teknis, ada manufaktur, hospitality, kemudian kesehatan, dan juga operator produksi. Termasuk bahasa, bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Nanti akan diuji kompetensi," ujarnya.

Target Jawa Barat Selesai Desember 2026

Mukhtarudin menyatakan bahwa target penyerapan tahun 2026 mencapai 40.000 pekerja migran. Khusus untuk Jawa Barat, kuota yang ditetapkan berada pada kisaran 7.000 orang. Pihaknya menargetkan seluruh proses penempatan tersebut tuntas pada Desember 2026.

"Target penyerapan tahun 2026 itu 40.000. Tapi untuk Jawa Barat sebesar 7.000 sekian. Insya Allah ini target akan selesai Desember 2026," tambahnya.

Ia menambahkan bahwa target penempatan pekerja migran pada tahun berikutnya akan ditingkatkan. Meski demikian, Mukhtarudin belum merinci angka target nasional maupun daerah untuk tahun 2027.

Kerja Sama Penempatan dengan Sejumlah Negara

Dalam kesempatan tersebut, Mukhtarudin menjelaskan bahwa pemerintah telah menjalin kerja sama penempatan pekerja migran dengan sejumlah negara tujuan. Negara-negara dimaksud antara lain Malaysia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan.

Keberadaan Migrant Center di lingkungan perguruan tinggi dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja internasional. Fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung penyiapan calon pekerja migran yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan negara tujuan.

Dengan penguatan pelatihan teknis dan bahasa, pemerintah menargetkan lulusan yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memiliki daya saing pada sektor-sektor yang menjadi prioritas kerja sama antarnegara. Program ini dijalankan secara terkoordinasi lintas kementerian dan lembaga sesuai ketentuan perundang-undangan di bidang pelindungan pekerja migran Indonesia.

Mukhtarudin menegaskan bahwa seluruh tahapan penyiapan, mulai dari pelatihan hingga uji kompetensi, dilaksanakan untuk memastikan pekerja migran Indonesia ditempatkan secara terukur dan terlindungi. Penetapan target tersebut diharapkan mempercepat terwujudnya penempatan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User