PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemandirian usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah operasionalnya. Dukungan tersebut diwujudkan melalui serangkaian program pemberdayaan usaha yang menyasar pelaku UMKM di tiga provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Langkah ini ditetapkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan serta mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan di kawasan timur Indonesia.
General Manager PLN UID Sulselrabar menyatakan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan salah satu prioritas perusahaan di samping tugas pokok menyalurkan tenaga listrik kepada masyarakat. "Kami memandang UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra yang mendampingi pelaku usaha agar naik kelas," ujarnya dalam Rapat Koordinasi program pemberdayaan di Makassar.
Bentuk Program dan Cakupan Pemberdayaan
Berdasarkan penjelasan perusahaan, program pemberdayaan tersebut mencakup pelatihan manajemen usaha, pendampingan legalitas, penguatan pemasaran digital, hingga fasilitasi akses permodalan. Sejumlah kegiatan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan pelaku UMKM binaan di berbagai kabupaten dan kota. PLN UID Sulselrabar mencatat bahwa peserta yang terlibat berasal dari beragam sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, hingga jasa.
Selain pelatihan, perusahaan juga membuka ruang promosi bagi produk UMKM binaan melalui kegiatan pameran dan kanal digital. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal. "Kami memfasilitasi agar produk mereka dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional," tambahnya.
Dukungan Infrastruktur dan Layanan Kelistrikan
Dalam kerangka pemberdayaan, PLN UID Sulselrabar turut menekankan pentingnya ketersediaan listrik yang andal sebagai penopang aktivitas produksi UMKM. Perusahaan menyatakan terus melakukan pemeliharaan jaringan dan peningkatan layanan agar pasokan listrik stabil, terutama di sentra-sentra usaha rakyat. Keandalan kelistrikan dinilai menjadi faktor penentu produktivitas, khususnya bagi usaha yang mengandalkan peralatan berbasis tenaga listrik.
Perusahaan juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan layanan kelistrikan secara aman dan efisien. Sosialisasi mengenai keselamatan ketenagalistrikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian kegiatan pemberdayaan. "Kami ingin pelaku usaha tidak hanya terbantu dari sisi bisnis, tetapi juga memahami aspek keselamatan dalam menggunakan listrik," tegasnya.
Sinergi dengan Pemangku Kepentingan
Pelaksanaan program pemberdayaan ini dilakukan dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dinas terkait, serta lembaga pendamping UMKM. Sinergi tersebut dipandang perlu agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan berkelanjutan. PLN UID Sulselrabar menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembinaan usaha kecil di daerah.
Perusahaan berharap program ini mampu mendorong tumbuhnya wirausaha baru serta memperkuat usaha yang telah berjalan. Indikator keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari peningkatan omzet, perluasan pasar, dan kemampuan UMKM bertahan di tengah dinamika ekonomi.
Lebih lanjut, PLN UID Sulselrabar menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM akan terus dilanjutkan dan dievaluasi secara berkala. Evaluasi dilakukan untuk memastikan program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kami akan terus menindaklanjuti program ini agar dampaknya terasa langsung oleh pelaku usaha dan perekonomian daerah," pungkasnya.
Dengan langkah tersebut, PLN UID Sulselrabar menegaskan posisinya tidak sekadar sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik, melainkan juga sebagai mitra pembangunan yang berkontribusi terhadap penguatan ekonomi kerakyatan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.
Comments (0)