Oct 15, 2026
Politik

Pelanggan Kabur Tanpa Bayar, Tukang Cukur Bogor Ikhlas Rugi Rp90 Ribu

Seorang tukang cukur di sebuah barbershop di Jalan Roda, kawasan Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mengalami kerugian materiil senilai total Rp90.000 setelah seorang pelanggan melarik...

Pelanggan Kabur Tanpa Bayar, Tukang Cukur Bogor Ikhlas Rugi Rp90 Ribu

Seorang tukang cukur di sebuah barbershop di Jalan Roda, kawasan Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mengalami kerugian materiil senilai total Rp90.000 setelah seorang pelanggan melarikan diri tanpa membayar jasa layanan dan produk yang telah diterimanya. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 20.15 WIB dan baru dilaporkan secara lisan kepada awak media pada Selasa (13/10) sore.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cukur tersebut, Yana, menuturkan bahwa pelanggan berjenis kelamin laki-laki berusia muda itu datang ke tempat kerjanya dengan maksud mencukur rambut. Berdasarkan keterangan Yana, pelanggan tersebut merupakan orang baru yang belum pernah sekalipun menggunakan jasanya sebelumnya.

“Dia baru pertama cukur di sini, sebelumnya enggak pernah. Pas sudah selesai semuanya, dicukur dan membeli masker, dia titip dulu tas sebentar, katanya mau ke ATM, mau ambil uang. Ya sudah saya jawab iya. Saya sih percaya aja karena kan dia nitipin tasnya juga di sini,” kata Yana saat ditemui di Jalan Roda, Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (13/10) sore.

Adapun rincian kerugian yang dialami Yana mencakup tarif jasa cukur rambut sebesar Rp70.000 serta satu unit masker rambut berwarna hitam yang dijual di barbershop tersebut dengan harga Rp20.000. Total nilai transaksi yang seharusnya dibayarkan pelanggan itu mencapai Rp90.000.

Kronologi Kejadian Berdasarkan Keterangan Korban

Menurut penuturan Yana, rangkaian pelayanan yang diberikan kepada pelanggan tersebut meliputi pencukuran rambut, keramas, pijat ringan, hingga penataan rambut. Seluruh proses pelayanan berjalan sebagaimana permintaan pelanggan tanpa kendala berarti hingga tahap akhir.

Setelah seluruh rangkaian pelayanan dinyatakan selesai, pelanggan tersebut lantas meminta izin untuk menuju mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) guna mengambil uang sebagai alat pembayaran. Sebagai bentuk jaminan, ia menitipkan tas miliknya di dalam barbershop sebelum meninggalkan lokasi.

Yana mengaku sempat memanfaatkan waktu menunggu untuk membersihkan area tempat kerjanya. Namun, saat berada di ruangan lain, ia mendengar suara pintu depan yang terbuka. Ketika keluar untuk memeriksa, ia mendapati pelanggan tersebut telah kembali masuk ke dalam barbershop untuk mengambil tas yang sebelumnya ditinggalkan.

Alih-alih menyelesaikan kewajiban pembayaran sebagaimana mestinya, pelanggan itu justru langsung melarikan diri keluar dari barbershop. Yana juga melihat seorang pria lain yang diduga merupakan rekan pelanggan tersebut telah menunggu di depan lokasi dengan menggunakan sepeda motor.

“Saya langsung coba ngejar,” ujar Yana menggambarkan upayanya mengejar pelanggan yang kabur.

Korban Berupaya Mengejar Pelanggan bersama Warga

Yana berupaya mengejar pelanggan tersebut sambil meminta bantuan warga di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, upaya pengejaran itu tidak membuahkan hasil lantaran pelanggan tersebut berhasil melarikan diri bersama rekannya menggunakan sepeda motor.

Hingga berita ini diturunkan, tidak terdapat keterangan resmi mengenai ada atau tidaknya laporan yang disampaikan kepada pihak kepolisian setempat. Yana menyampaikan peristiwa tersebut secara ikhlas dan menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum atas kerugian yang dialaminya.

Peristiwa ini menjadi salah satu contoh risiko yang dihadapi pelaku usaha kecil di sektor jasa, khususnya mereka yang menerapkan sistem pembayaran setelah layanan selesai diberikan. Kepercayaan yang diberikan kepada pelanggan baru dalam kasus ini justru berujung pada kerugian materiil bagi pekerja yang mengandalkan penghasilan harian dari jasa cukur rambut.

Kasus serupa sebelumnya juga pernah menimpa sejumlah pelaku usaha jasa di kawasan Bogor Tengah, terutama pada jam-jam malam ketika pengawasan relatif longgar. Para pelaku usaha berharap adanya perhatian dari pihak berwenang maupun aparat keamanan lingkungan untuk meningkatkan kewaspadaan di kawasan tersebut.

Meski mengalami kerugian, Yana tetap menjalankan aktivitas pekerjaannya sebagaimana biasa. Ia menyatakan kejadian itu dijadikan pelajaran berharga, khususnya dalam hal penerapan aturan pembayaran kepada pelanggan yang belum dikenal sebelumnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User