Oct 16, 2026
Politik

PKB Buka Komunikasi Politik dengan Anies Baswedan Jelang Pilkada Jakarta

Jakarta — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan tengah membangun komunikasi politik dengan Anies Baswedan guna membahas kesiapan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024. Penja...

PKB Buka Komunikasi Politik dengan Anies Baswedan Jelang Pilkada Jakarta

Jakarta — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan tengah membangun komunikasi politik dengan Anies Baswedan guna membahas kesiapan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024. Penjajakan tersebut dinyatakan berlangsung di tingkat elite partai dan belum mengerucut pada keputusan resmi mengenai pencalonan.

Ketua Desk Pilkada PKB, Abdul Halim Iskandar, menyatakan bahwa komunikasi dengan mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017—2022 itu merupakan bagian dari penjajakan politik yang lazim dilakukan partai menjelang kontestasi daerah. Menurutnya, pembicaraan mencakup sejumlah aspek, mulai dari peta koalisi hingga kesiapan figur yang akan diusung.

"Komunikasi dengan Pak Anies terus berjalan. Ini bagian dari proses penjajakan politik yang kami lakukan secara terbuka," ujar Abdul Halim Iskandar dalam keterangan resminya di Jakarta.

Ia menjelaskan, PKB memandang Jakarta sebagai wilayah strategis yang membutuhkan kepemimpinan kuat. Karena itu, partai melakukan penilaian menyeluruh terhadap figur yang berpotensi diusung, termasuk rekam jejak, kapasitas, dan tingkat penerimaan masyarakat.

Penjajakan Koalisi dan Peta Dukungan

Abdul Halim menuturkan, komunikasi yang dibangun tidak hanya menyangkut figur, tetapi juga pemetaan dukungan antarpartai politik. PKB, lanjutnya, membuka ruang dialog dengan sejumlah kekuatan politik untuk menyusun formula koalisi yang memenuhi syarat ambang batas pencalonan kepala daerah.

"Kami menghitung secara cermat. Pilkada Jakarta menuntut dukungan yang solid, baik dari sisi partai maupun basis massa," ujar politikus yang juga menjabat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu.

Menurutnya, seluruh proses penjajakan masih bersifat dinamis dan belum memasuki tahap penetapan. PKB, tegas Abdul Halim, akan mengambil keputusan melalui mekanisme internal partai sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, termasuk melalui rapat pleno dan forum desk pilkada.

"Keputusan akhir nanti melalui mekanisme partai. Kami tidak ingin mendahului proses yang sedang berjalan," tegasnya.

Ia menambahkan, komunikasi politik tersebut juga mencermati dinamika elektoral terkini di Jakarta, termasuk kecenderungan preferensi pemilih dan isu-isu utama yang menjadi perhatian warga, seperti tata kota, transportasi, dan pelayanan publik.

Sikap PKB dan Tahapan Pilkada

PKB menegaskan belum menetapkan secara resmi nama bakal calon gubernur maupun wakil gubernur Jakarta. Menurut Abdul Halim, partai masih menimbang berbagai masukan dari struktur wilayah, mulai dari Dewan Pengurus Wilayah hingga Dewan Pengurus Cabang di tingkat kota dan kabupaten administrasi.

"Aspirasi dari bawah kami tampung. Semua akan kami bahas dalam rapat koordinasi sebelum disahkan dalam keputusan partai," tuturnya.

Komunikasi dengan Anies Baswedan dinilai sejumlah kalangan sebagai langkah strategis PKB untuk memperluas basis dukungan di ibu kota. Anies sendiri diketahui memiliki rekam jejak sebagai kepala daerah dan pernah menjadi bakal calon presiden pada Pemilihan Umum 2024.

Meski demikian, PKB menegaskan pendekatan yang dilakukan bersifat terbuka dan tidak eksklusif. Partai masih menjajaki komunikasi dengan sejumlah nama lain yang dianggap memiliki elektabilitas dan kapasitas memadai untuk memimpin Jakarta.

"Kami tidak terburu-buru. Yang terpenting adalah keputusan yang diambil membawa manfaat bagi warga Jakarta," ujar Abdul Halim.

Dinamika Menuju Pendaftaran Calon

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tahapan Pilkada serentak 2024, dengan pendaftaran bakal calon kepala daerah dijadwalkan pada akhir Agustus 2024. Partai politik maupun gabungan partai politik diwajibkan memenuhi syarat perolehan kursi atau suara sah untuk dapat mengusung pasangan calon.

Dinamika komunikasi antara PKB dan Anies Baswedan menjadi perhatian publik karena Jakarta merupakan barometer politik nasional. Kontestasi di ibu kota kerap dipandang mencerminkan peta kekuatan partai menjelang agenda politik berikutnya.

Sejumlah pengamat menilai, penjajakan yang dilakukan PKB menandakan partai-partai terus mengkalkulasi koalisi untuk menghadapi persaingan yang diprediksi ketat. Namun, PKB menegaskan setiap langkah tetap berpijak pada mekanisme partai dan kepatuhan terhadap regulasi pemilu.

Hingga kini, PKB belum mengumumkan jadwal resmi pengumuman bakal calon gubernur Jakarta. Abdul Halim memastikan pihaknya akan menyampaikan sikap resmi setelah seluruh proses penjajakan dan pembahasan internal rampung.

"Setelah semua tahapan selesai, kami akan sampaikan keputusan secara terbuka kepada publik," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User