PAN Sebut Rencana Kaesang Maju di Dapil Puan Lumrah
Jakarta — Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menegaskan bahwa rencana Kaesang Pangarep untuk maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilihan Umum 2029 di daera...
Jakarta — Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menegaskan bahwa rencana Kaesang Pangarep untuk maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilihan Umum 2029 di daerah pemilihan yang sama dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani adalah langkah yang sepenuhnya sah dan wajar. Pernyataan ini disampaikan Saleh Daulay kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/2/2025), menanggapi spekulasi yang berkembang mengenai manuver politik putra Presiden Joko Widodo tersebut.
Menurut Saleh, setiap warga negara yang memenuhi syarat memiliki hak politik yang dilindungi oleh konstitusi untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum. Ia menekankan bahwa Kaesang Pangarep, sebagai anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan warga negara Indonesia, tidak terkecuali dari hak tersebut. "Tidak ada yang aneh atau perlu diperdebatkan. Ini bagian dari iklim demokrasi yang sehat yang terus kita bangun," ujarnya dengan penuh keyakinan.
"Saya melihat rencana Kaesang maju di dapil yang sama dengan Mbak Puan sebagai sesuatu yang normal-normal saja. Itu adalah hak politik setiap individu. Dalam demokrasi, kita harus terbuka dan menghargai pilihan setiap warga negara," tegas Saleh Daulay.
Lebih jauh, Waketum PAN tersebut menjelaskan bahwa dalam sejarah politik Indonesia, sering kali terjadi persaingan di dalam dapil yang sama antara kandidat dari berbagai partai, termasuk yang memiliki hubungan kekeluargaan atau asosiasi politik. Ia mencontohkan beberapa pemilu sebelumnya di mana tokoh-tokoh nasional bertanding memperebutkan suara di dapil yang sama tanpa menimbulkan polemik berlebihan. "Ini bukan hal pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir. Dinamika politik seperti ini justru menunjukkan kedewasaan berdemokrasi," tambahnya.
Dapil yang Diperebutkan
Daerah pemilihan yang dimaksud merujuk pada wilayah tempat Puan Maharani terpilih secara konsisten dalam tiga pemilu terakhir. Puan, yang merupakan Ketua DPR RI sekaligus putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dikenal memiliki basis massa kuat di dapil Jawa Tengah. Sementara itu, Kaesang Pangarep disebut-sebut sedang mempertimbangkan salah satu dapil di provinsi yang sama sebagai area pertarungan politiknya pada 2029. Meskipun belum ada kepastian resmi dari PSI, sinyal tersebut telah memicu diskusi di kalangan elite politik.
Saleh Daulay menyatakan tidak khawatir dengan perkembangan ini. Ia justru melihat potensi meningkatnya partisipasi pemilih jika ada kandidat dengan nama besar yang bersaing secara langsung. "Masyarakat akan diuntungkan karena mereka memiliki lebih banyak pilihan. Kontestasi yang sehat akan mendorong para calon untuk menyampaikan gagasan yang lebih baik," ucapnya.
Sikap Terbuka PAN
Sebagai partai yang berada di bawah koalisi pemerintahan, PAN menegaskan tidak akan mengambil posisi antipati terhadap manuver politik partai lain, termasuk PSI di bawah kepemimpinan adik Kaesang, Kaesang Pangarep sendiri. Saleh Daulay mengungkapkan bahwa PAN akan fokus pada konsolidasi internal dan persiapan kader-kader terbaiknya untuk Pileg 2029. "Kami menghormati penuh dinamika yang terjadi. Bagi PAN, siapapun yang nanti akan maju, baik itu Kaesang atau tokoh lainnya, itu menjadi bagian dari kompetisi yang harus dihadapi dengan sportif," kata alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
"Kita tidak perlu bereaksi berlebihan. Yang penting, pastikan semua proses berjalan sesuai aturan main yang berlaku. Demokratis, jujur, dan adil," tambah Saleh yang juga duduk sebagai anggota Komisi VIII DPR RI itu.
Lebih lanjut, Saleh mengingatkan bahwa setiap partai politik memiliki kewenangan penuh untuk menentukan strategi dan kandidat yang akan diusung di setiap dapil. Ia menekankan bahwa mekanisme demokrasi internal partai harus menjadi pegangan utama sebelum memutuskan langkah politik. "Kami di PAN sedang serius menyusun pemetaan kadernya. Setiap dapil akan kita isi dengan figur yang memang memiliki akar kuat dan rekam jejak yang jelas. Tapi sekali lagi, keputusan ada di tangan pengurus partai," tuturnya.
Menyinggung mengenai potensi perpecahan atau tensi politik yang mungkin muncul, Saleh optimistis bahwa iklim politik nasional akan tetap kondusif. Ia percaya bahwa pengalaman panjang Indonesia menjalani transisi demokrasi telah membentuk daya tahan politik yang memadai. "Kita sudah melewati banyak momen. Setiap kali ada dinamika, selalu ada jalan keluar. Saya yakin, kali ini pun tidak akan berbeda," pungkasnya.
Dengan pernyataan Saleh Daulay, PAN sebagai salah satu partai anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM) memberikan sinyal bahwa persaingan politik, meskipun melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki hubungan historis maupun personal, tetap dapat berlangsung dalam koridor demokrasi yang matang. Sikap ini juga sekaligus meredam spekulasi bahwa akan ada upaya pemblokiran atau resistensi sistematis terhadap pencalonan Kaesang dari partai-partai besar.
Comments (0)