Sep 25, 2026
Politik

Basarnas Intensifkan Pencarian Korban Kapal Virgo Transport 8

Jakarta — Kepala Badan Search and Rescue Nasional Mohammad Syafii menyatakan bahwa operasi pencarian korban kapal tongkang Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, ditingka...

Basarnas Intensifkan Pencarian Korban Kapal Virgo Transport 8

Jakarta — Kepala Badan Search and Rescue Nasional Mohammad Syafii menyatakan bahwa operasi pencarian korban kapal tongkang Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, ditingkatkan statusnya menjadi pencarian skala penuh. Pernyataan itu disampaikan dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (25/9/2026), menindaklanjuti keputusan Rapat Koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang digelar sehari sebelumnya. Berdasarkan data yang dibacakan Syafii, operasi melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Kepolisian Perairan, serta instansi pemerintah terkait.

Dalam keterangannya, Syafii menegaskan bahwa prioritas utama operasi adalah penyelamatan jiwa dan pemulihan korban. "Kami menempatkan upaya penyelamatan sebagai prioritas tertinggi dalam operasi ini," ujar Mohammad Syafii, Kepala Basarnas, dalam jumpa pers tersebut. Ia menambahkan bahwa seluruh unsur yang terlibat berada di bawah satu komando operasi terpadu agar koordinasi di lapangan tidak terpecah.

Operasi Pencarian di Perairan Masalembo

Area pencarian mencakup sektor perairan Masalembo di Laut Jawa, titik yang ditetapkan berdasarkan posisi terakhir kapal sebelum sinyal dilaporkan hilang. Basarnas mengerahkan sejumlah kapal pencari, pesawat udara ringan, dan personel penyelam untuk memperluas cakupan penyisiran. Sistem pencarian dibagi ke dalam beberapa sektor dengan radius penyisiran yang diperluas secara bertahap mengikuti pergerakan arus dan angin dominan di wilayah tersebut.

Syafii menjelaskan bahwa tim di lapangan menggunakan perangkat bantu deteksi bawah air untuk memperkecil kemungkinan penyisiran sia-sia. "Penetapan sektor pencarian mengacu pada data posisi terakhir, pola arus, dan informasi saksi yang telah diverifikasi," kata Syafii. Ia menuturkan bahwa pemetaan arus dilakukan berulang setiap siklus operasi agar area prioritas dapat disesuaikan pada penyisiran berikutnya.

Kendala Cuaca dan Koordinasi Lintas Lembaga

Di tengah operasi, kondisi cuaca menjadi kendala utama yang dihadapi petugas. Tingginya gelombang serta jarak pandang yang terbatas memaksa sejumlah aktivitas pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan begitu kondisi membaik. Meski demikian, keputusan untuk menangguhkan operasi diambil secara situasional, bukan sebagai penghentian resmi, sehingga kesiapan unsur di lapangan tetap dipertahankan sepanjang hari.

Koordinasi antarlembaga diselenggarakan melalui Rapat Koordinasi harian yang mempertemukan perwakilan instansi terkait. Dalam rapat itu, pembagian tugas, penetapan prioritas sektor, serta mekanisme pelaporan perkembangan diatur secara rinci. Syafii menyebutkan bahwa seluruh temuan di lapangan wajib dilaporkan dalam jangka waktu tertentu agar keputusan operasional berikutnya dapat diambil berdasarkan data terkini.

Posko dan Pelayanan bagi Keluarga Korban

Basarnas juga mendirikan pusat komunikasi yang berfungsi sebagai kanal resmi penyampaian informasi kepada publik dan keluarga korban. Keluarga yang terdampak diarahkan ke lokasi tersebut untuk menerima pembaruan berkala sekaligus menjalani proses pendataan. Seluruh informasi terkait korban disampaikan melalui kanal resmi guna mencegah beredarnya kabar yang belum terverifikasi.

Syafii menegaskan bahwa keluarga korban berhak memperoleh informasi akurat dan berkelanjutan. "Kami berkomitmen menyampaikan perkembangan secara transparan dan berdasarkan fakta yang telah diverifikasi tim di lapangan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pelayanan pendampingan bagi keluarga akan berlangsung selama operasi berjalan.

Langkah Selanjutnya

Untuk tahap berikutnya, operasi pencarian akan dilanjutkan dengan perluasan sektor berdasarkan hasil analisis pergerakan arus terbaru. Perkembangan cuaca turut dipantau secara berkala sebagai dasar penentuan jadwal penyisiran. Syafii menyatakan bahwa keputusan mengenai perluasan maupun penyempitan area pencarian diambil setelah evaluasi harian bersama seluruh unsur yang bertugas.

Pihaknya menegaskan bahwa operasi tidak akan dihentikan sebelum seluruh rencana pencarian dievaluasi secara menyeluruh. "Setiap keputusan dalam operasi ini diambil berdasarkan data, masukan teknis, dan pertimbangan keselamatan petugas," tegas Syafii. Ia menyampaikan bahwa pembaruan informasi akan disampaikan melalui jumpa pers berkala hingga situasi dinyatakan berakhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User