Kemkomdigi Kolaborasi Makassar Creative Hub Siapkan Technopreneur Muda

MAKASSAR — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi menggandeng Makassar Creative Hub (MCH) dalam sebuah inisiatif strategis untuk mempercepat pertumbuhan wirausaha berbasis teknologi d...

Kemkomdigi Kolaborasi Makassar Creative Hub Siapkan Technopreneur Muda

MAKASSAR — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi menggandeng Makassar Creative Hub (MCH) dalam sebuah inisiatif strategis untuk mempercepat pertumbuhan wirausaha berbasis teknologi di Indonesia timur. Kerja sama ini diumumkan pada Rabu (28/5) di sela kunjungan kerja jajaran kementerian ke fasilitas MCH di pusat Kota Makassar, dan langsung mendapat sambutan luas dari komunitas kreatif setempat.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkomdigi, Raditya Pratama, menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari peta jalan nasional pengembangan 100.000 technopreneur hingga 2029. "Kami melihat potensi besar di Makassar yang selama ini telah menjadi episentrum ekonomi digital di kawasan timur. Dengan menggandeng MCH, kami yakin akselerasi talenta muda bisa lebih terukur dan tepat sasaran," ujarnya dalam rapat koordinasi yang digelar di pusat inkubasi tersebut.

Sinergi Ekosistem Digital dan Kreativitas Lokal

Keputusan Kemkomdigi untuk merangkul MCH tidak lepas dari rekam jejak hub kreatif itu dalam menelurkan puluhan startup pemula dan usaha berbasis digital sejak 2018. MCH yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar bersama komunitas, selama ini menyediakan ruang kerja bersama, laboratorium prototipe, dan program pendampingan intensif bagi pelaku usaha muda. Melalui nota kesepahaman yang disepakati bulan lalu, kedua pihak akan menyelaraskan kurikulum inkubasi nasional — Startup Studio Indonesia — dengan kebutuhan riil pelaku usaha di Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata Makassar, Andi Muhyiddin, menegaskan bahwa pihaknya akan menyiapkan infrastruktur pendukung termasuk peningkatan kapasitas co-working space dan akses jaringan internet berkecepatan tinggi. "Kami menindaklanjuti arahan Kemkomdigi dengan merancang program bootcamp khusus yang fokus pada solusi berbasis kecerdasan buatan, perdagangan elektronik, serta teknologi finansial. Peserta tidak hanya mendapat materi, tetapi juga mentorship langsung dari praktisi nasional yang didatangkan melalui kerja sama ini," kata Andi Muhyiddin dalam sambutannya.

Fokus pada Akses Pasar dan Permodalan

Salah satu titik krusial dalam kolaborasi ini adalah penyediaan akses permodalan tahap awal bagi startup binaan. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, baru sekitar 12 persen technopreneur di luar Pulau Jawa yang berhasil mengakses pendanaan ventura tahap awal pada 2024. Kemkomdigi bersama MCH akan menjembatani melalui forum matchmaking investor yang digelar secara triwulanan, dimulai pada kuartal ketiga tahun ini. Raditya Pratama merinci, pihaknya telah mengundang setidaknya 15 perusahaan modal ventura nasional dan 5 jaringan investor malaikat untuk berpartisipasi dalam forum perdana di Makassar.

"Kami tidak ingin talenta muda hanya berhenti pada purwarupa. Mereka harus berani menembus pasar, bahkan mengekspor layanan digitalnya. MCH akan menjadi titik temu antara inovasi lokal dan modal," tegas Raditya. Ia menambahkan, Kementerian perdagangan juga akan dilibatkan untuk mempermudah perizinan produk digital dan ekspor jasa teknologi.

Program Inkubasi Tahap Awal Menjaring Seribu Peserta

Sebagai langkah awal, Kemkomdigi dan MCH membuka pendaftaran program inkubasi intensif batch pertama yang menargetkan 1.000 peserta dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan provinsi tetangga. Seleksi dilakukan secara ketat untuk menjaring ide-ide bisnis yang memiliki kelayakan pasar dan potensi dampak sosial. Peserta terpilih akan mengikuti pelatihan selama 12 pekan, mencakup pengembangan produk berbasis data, strategi pemasaran digital, legalitas usaha, hingga pengelolaan keuangan startup.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulsel, Andi Winarno, yang hadir dalam rapat koordinasi itu, menyampaikan komitmen pemprov untuk menyinergikan program ini dengan Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Digital Daerah. "Kami telah mengalokasikan anggaran pendampingan dari APBD Perubahan untuk memastikan peserta yang lolos inkubasi mendapatkan pendampingan lanjutan pascapelatihan. Ini penting agar tingkat keberlangsungan bisnis tetap tinggi," ucapnya.

Dampak pada Ekosistem Technopreneur Nasional

Pemerintah memproyeksikan kontribusi sektor ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional akan mencapai 20 persen pada 2030. Untuk mencapai target tersebut, peningkatan jumlah technopreneur di luar Jawa menjadi keniscayaan. Kolaborasi Kemkomdigi-MCH dinilai menjadi model yang akan direplikasi di hub-hub kreatif lainnya di Medan, Denpasar, dan Banjarmasin. Menteri Komunikasi dan Digital sebelumnya telah menyatakan bahwa setiap daerah perlu memiliki pusat inovasi yang mampu menyerap dan mengembangkan teknologi tepat guna.

Pengamat ekonomi digital dari Universitas Hasanuddin, Dr. Amril Arifin, menilai langkah ini tepat secara timing. "Makassar memiliki populasi muda yang melek teknologi dan tingkat adopsi media sosial tertinggi di Indonesia timur. Namun, selama ini ekosistemnya masih terfragmentasi. Dengan masuknya Kemkomdigi, diharapkan terjadi konsolidasi sumber daya yang lebih terstruktur," tuturnya saat dihubungi terpisah. Amril menambahkan, kunci keberhasilan terletak pada konsistensi monitoring dan evaluasi bersama antara pusat dan daerah.

Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, Kemkomdigi dan MCH berkomitmen untuk melakukan evaluasi kinerja setiap enam bulan dan merilis laporan perkembangan secara terbuka. Kedua pihak optimistis bahwa dalam kurun tiga tahun ke depan, Makassar akan mampu menjadi salah satu destinasi utama lahirnya startup teknologi yang kompetitif di tingkat Asia Tenggara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User