Oct 14, 2026
Politik

Kebakaran Gudang Paralon di Tangerang Diduga dari Korsleting Listrik

TANGERANG — Kebakaran melanda sebuah gudang penyimpanan paralon di kawasan Tangerang, Banten, pada Jumat (14/2/2025) dini hari. Insiden tersebut diduga dipicu oleh korsleting arus listrik pada insta...

Kebakaran Gudang Paralon di Tangerang Diduga dari Korsleting Listrik

TANGERANG — Kebakaran melanda sebuah gudang penyimpanan paralon di kawasan Tangerang, Banten, pada Jumat (14/2/2025) dini hari. Insiden tersebut diduga dipicu oleh korsleting arus listrik pada instalasi di dalam bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan setempat, Hendra Wijaya, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 02.15 WIB. Sebanyak enam unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman.

"Objek yang terbakar adalah gudang paralon dengan luas kurang lebih 400 meter persegi. Api cepat membesar karena material yang tersimpan mudah terbakar," ujar Hendra dalam keterangan resminya kepada wartawan.

Menurut keterangan resmi, proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam. Petugas sempat mengalami kendala karena akses jalan menuju lokasi relatif sempit, sehingga armada pemadam harus bergantian masuk ke area gudang. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 05.30 WIB.

Penyebab Diduga Korsleting Listrik

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, tim penyelidik menduga titik awal api berasal dari panel listrik di bagian belakang gudang. Kepolisian Resor setempat menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

AKP Rudi Hartono, Kasat Reskrim Polres setempat, menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk penjaga gudang dan pemilik usaha. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku.

"Kami belum bisa menyimpulkan secara final. Namun indikasi awal mengarah pada korsleting listrik. Kami akan menindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium forensik," kata Rudi.

Ia menambahkan bahwa tidak ditemukan unsur kesengajaan ataupun indikasi sabotase dalam peristiwa tersebut. Polisi juga mengimbau para pemilik gudang di wilayah Tangerang untuk rutin memeriksa instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa.

Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Pemilik gudang, Suryanto, menyatakan bahwa sebagian besar barang dagangan berupa pipa paralon berbagai ukuran hangus terbakar. Ia memperkirakan kerugian mencapai Rp750 juta, mencakup nilai barang dan kerusakan struktur bangunan.

"Stok paralon untuk pengiriman bulan ini semuanya ada di dalam. Saya belum bisa menghitung pasti, tapi perkiraan awal sekitar Rp750 juta," tutur Suryanto saat ditemui di lokasi.

Dinas Pemadam Kebakaran mencatat bahwa insiden ini merupakan kebakaran gudang ketiga di wilayah Tangerang sepanjang awal tahun 2025. Karena itu, pemerintah daerah berencana menggelar Rapat Koordinasi bersama pelaku usaha untuk membahas standar keselamatan kebakaran pada bangunan gudang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja setempat menambahkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dengan inspeksi mendadak ke sejumlah gudang yang belum memiliki sertifikat layak fungsi. Langkah tersebut diambil berdasarkan ketentuan dalam peraturan daerah mengenai ketertiban umum dan keselamatan bangunan.

Imbauan Penguatan Sistem Proteksi Kebakaran

Pengamat keselamatan bangunan dari sebuah perguruan tinggi di Jakarta, Dr. Ir. Bambang Setiawan, menilai bahwa banyak gudang di kawasan industri pinggiran belum dilengkapi sistem proteksi kebakaran yang memadai. Ia menegaskan perlunya pemasangan detektor asap serta alat pemadam api ringan di setiap titik rawan.

"Kebakaran gudang umumnya membesar dengan cepat karena beban bahan bakar yang tinggi. Deteksi dini menjadi kunci utama untuk menekan kerugian," jelas Bambang.

Ia juga mengingatkan pentingnya audit kelistrikan berkala, terutama pada bangunan yang beroperasi lebih dari delapan jam sehari. Menurutnya, korsleting listrik masih menjadi penyebab dominan kebakaran bangunan komersial di wilayah Jabodetabek.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan di lokasi masih berlangsung. Petugas gabungan dari kepolisian, dinas pemadam kebakaran, dan pemerintah daerah setempat tetap bersiaga untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Penyelidikan lanjutan dijadwalkan berlangsung pekan depan dengan melibatkan tim laboratorium forensik.

Pemerintah daerah menegaskan akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi kebijakan pengawasan bangunan gudang. Keputusan resmi terkait sanksi atau rekomendasi teknis akan ditetapkan setelah hasil penyelidikan dinyatakan lengkap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User