Oct 16, 2026
Politik

Kader Ulama PKUMI Istiqlal Ikuti Studi Singkat di Universitas Hartford AS

JAKARTA — Sejumlah peserta Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program studi singkat di Hartford International University ...

Kader Ulama PKUMI Istiqlal Ikuti Studi Singkat di Universitas Hartford AS

JAKARTA — Sejumlah peserta Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program studi singkat di Hartford International University for Religion and Peace (HIU), Connecticut, Amerika Serikat. Kegiatan tersebut ditetapkan sebagai bagian dari penguatan kapasitas keilmuan para kader ulama dalam bidang kerukunan antarumat beragama dan perdamaian global.

Program studi singkat itu menegaskan posisi PKUMI sebagai lembaga pendidikan kader ulama yang tidak hanya membekali peserta dengan ilmu keislaman klasik, tetapi juga wawasan perbandingan agama dan diplomasi kemanusiaan. Para peserta berasal dari sejumlah provinsi di Indonesia, mulai dari wilayah barat hingga timur, dan dinyatakan lulus seleksi sebelum diberangkatkan ke Amerika Serikat.

"Program ini merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat kompetensi kader ulama agar mampu berdialog dalam ruang global tanpa kehilangan akar keilmuan Islam Indonesia," ujar pengelola program dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Tujuan dan Ruang Lingkup Studi

Berdasarkan keputusan penyelenggara, program studi singkat tersebut dirancang untuk memperkenalkan metode kajian agama yang menekankan perdamaian, resolusi konflik, serta kerja sama lintas iman. Materi yang diberikan mencakup studi tentang pluralisme keagamaan, etika publik, kepemimpinan lintas budaya, dan praktik mediasi konflik berbasis komunitas.

Hartford International University for Religion and Peace selama ini dikenal sebagai institusi yang fokus pada kajian agama dan perdamaian. Dalam kegiatan ini, peserta PKUMI mengikuti serangkaian kuliah, diskusi kelompok, serta kunjungan lapangan ke komunitas keagamaan setempat untuk mengamati langsung praktik kerukunan yang berlangsung di Amerika Serikat.

Penyelenggara menegaskan bahwa seluruh agenda disusun mengikuti kalender akademik HIU dan dikoordinasikan dengan perwakilan Indonesia di Amerika Serikat. Kehadiran peserta dari berbagai daerah di Tanah Air juga disebut sebagai representasi keberagaman tradisi keislaman Indonesia, yang selama ini dikenal moderat dan menghargai kemajemukan.

Relevansi bagi Kerukunan Nasional

Dalam Rapat Koordinasi yang membahas tindak lanjut program, dinyatakan bahwa pengalaman studi di luar negeri diharapkan memperkuat peran kader ulama ketika kembali ke daerah masing-masing. Para kader dinilai perlu memiliki kemampuan menerjemahkan wawasan global ke dalam konteks lokal, terutama dalam menghadapi tantangan intoleransi dan radikalisme di tingkat akar rumput.

Sejumlah pihak menilai langkah ini sejalan dengan semangat kebijakan pembangunan sumber daya manusia keagamaan yang dicanangkan pemerintah. Kader ulama yang terbuka terhadap perbedaan dinilai lebih mampu menjadi penengah dalam persoalan sosial keagamaan, termasuk ketika terjadi ketegangan antarkelompok di daerah.

"Kader ulama harus mampu menjadi duta perdamaian, bukan hanya di masjid, tetapi juga di ruang publik yang lebih luas," tegas penyelenggara program.

Program studi singkat ini juga disebut memberikan ruang bagi peserta untuk memperkenalkan Islam Indonesia kepada masyarakat internasional. Selama berada di Connecticut, peserta dijadwalkan memaparkan praktik keislaman yang berbasis nilai-nilai Pancasila, termasuk tradisi pesantren dan budaya gotong royong dalam kehidupan beragama.

Tahapan dan Tindak Lanjut

Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, peserta diwajibkan menyusun laporan studi serta rencana aksi yang akan diimplementasikan di wilayah masing-masing. Laporan tersebut akan dievaluasi oleh pengelola PKUMI bersama sejumlah lembaga terkait, dan hasilnya menjadi dasar penilaian kelulusan peserta.

Pengelola program menargetkan agar alumni kegiatan ini dapat mendirikan atau memperkuat forum dialog lintas agama di daerah, bekerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta lembaga pendidikan. Dengan demikian, hasil studi di Hartford tidak berhenti sebagai pengalaman akademik, melainkan berlanjut menjadi program nyata di tengah masyarakat.

PKUMI sendiri merupakan program pendidikan kader ulama yang berafiliasi dengan Masjid Istiqlal, masjid negara yang memiliki posisi simbolik penting dalam kehidupan keagamaan Indonesia. Melalui program ini, diharapkan lahir generasi ulama yang menguasai ilmu agama, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu berdialog dalam tataran internasional.

Kegiatan serupa direncanakan berlanjut pada periode berikutnya dengan cakupan peserta yang lebih beragam. Penyelenggara menegaskan bahwa setiap tahapan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel, sesuai ketentuan yang berlaku serta prinsip tata kelola lembaga pendidikan yang baik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User