Oct 07, 2026
Politik

Gubernur Pramono Anung Luncurkan Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate

Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Pramono Anung secara resmi meluncurkan rancang bangun Desain Transformasi Kawasan Blok M Fase Ultimate di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, guna mengoptimal...

Gubernur Pramono Anung Luncurkan Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate

Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Pramono Anung secara resmi meluncurkan rancang bangun Desain Transformasi Kawasan Blok M Fase Ultimate di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, guna mengoptimalkan integrasi simpul transportasi massal dan revitalisasi pusat ekonomi perkotaan berbasis kawasan berorientasi transit modern.

Langkah strategis ini diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menindaklanjuti ketentuan tata kelola peremajaan wilayah perkotaan terpadu, yang menyatukan jaringan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, terminal bus Transjakarta, serta kawasan perdagangan komersial dalam satu kesatuan lanskap ruang publik ramah pejalan kaki.

Rencana tata ruang kawasan bersejarah tersebut telah ditetapkan sebagai agenda prioritas pembangunan infrastruktur ibu kota, sekaligus memantapkan fungsi Jakarta sebagai kota aglomerasi global yang kompetitif pascapemindahan status ibu kota negara.

Integrasi Antarmoda dan Penataan Kawasan Berkelanjutan

Dalam forum pemaparan teknis bersama dinas terkait, BUMD, dan pemangku kepentingan transportasi publik, Gubernur Pramono Anung menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk merevolusi kawasan Blok M agar tidak lagi terfragmentasi oleh kepungan arus kendaraan bermotor.

"Transformasi Blok M Fase Ultimate ini bukan sekadar perbaikan estetika fisik permukaan kota, melainkan restrukturisasi menyeluruh ruang perkotaan untuk menyatukan mobilitas masyarakat komuter dengan pusat aktivitas ekonomi rakyat. Kita menginginkan simpul transit ini menjadi etalase kota yang humanis, terintegrasi penuh antarmoda, dan ramah lingkungan,"

Pelaksanaan program revitalisasi fase pemungkas ini dikerjakan secara sinergis melalui koordinasi antara PT MRT Jakarta (Perseroda), Perumda Pasar Jaya, serta Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta. Dokumen teknis memuat alokasi pembangunan fasilitas lintas bawah tanah (pedestrian underground tunnel), elevated walkway terproteksi cuaca, serta penyediaan ruang terbuka hijau seluas 2,8 hektare di episentrum mobilitas Blok M.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa implementasi konsep desain mutakhir ini diproyeksikan mampu meningkatkan volume harian integrasi perpindahan penumpang antarmoda hingga mencapai 165.000 mobilitas penumpang per hari dan memangkas kepadatan sirkulasi kendaraan di kawasan Melawai dan sekitarnya secara drastis.

Koordinasi Legislatif dan Ketetapan Anggaran Pembangunan

Penyusunan desain transformasi berskala makro ini telah melalui mekanisme konsultasi intensif dalam rapat kerja berkala bersama jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta. Skema alokasi pendanaan proyek serta tata kelola pemanfaatan aset publik dibahas terperinci melalui Rapat Koordinasi antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran legislatif.

Kebutuhan pembiayaan tahun jamak yang mencakup pekerjaan rekayasa sipil, peningkatan utilitas kabel terpadu bawah tanah, serta penataan trotoar terintegrasi telah disahkan dalam forum Pleno pengesahan program pembangunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta, dengan pagu komitmen awal sebesar Rp 1,4 triliun.

Seluruh elemen perwakilan rakyat daerah turut memberikan pandangan konstruktif terhadap cetak biru kawasan tersebut. Seluruh Fraksi di DPRD DKI Jakarta memberikan mandat tertulis agar eksekusi pembangunan fisik Fase Ultimate tetap memprioritaskan ruang usaha berkeadilan bagi pedagang mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asli kawasan Blok M melalui skema penataan zonasi terencana tanpa adanya penggusuran sepihak.

Landasan Regulasi Berdasarkan UU Daerah Khusus Jakarta

Akselerasi proyek rancang bangun kawasan transit terpadu ini dijalankan berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, yang memberikan otonomi spasial serta otoritas terpadu kepada Pemprov DKI Jakarta dalam menyelenggarakan penataan ruang kota berkelas dunia.

Sebagai implementasi operasional dari perundangan tersebut, Gubernur Pramono Anung menerbitkan keputusan gubernur mengenai penetapan delineasi kawasan Blok M sebagai Kawasan Pembangunan Terpilih Berkepadatan Tinggi (High Density TOD). Instrumen hukum daerah ini memberikan payung regulasi terhadap peningkatan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) serta kemudahan insentif perizinan bagi konsorsium yang mengintegrasikan bangunan privatnya langsung ke stasiun transit publik dalam radius 800 meter.

Pramono Anung kembali menegaskan bahwa seluruh tahapan lelang konstruksi dan pengerjaan lapangan proyek Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate akan menerapkan prinsip transparansi akuntabilitas publik secara ketat. Pengerjaan konstruksi fisik dijadwalkan mulai berlangsung bertahap pada semester pertama tahun anggaran berjalan, dengan target penyelesaian menyeluruh integrasi ruang perkotaan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User