Oct 07, 2026
Politik

KSP Terima Aspirasi 13 Aliansi Buruh di Gedung Bina Graha

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Listyo Sigit Prabowo menggelar audiensi resmi bersama delegasi dari 13 kelompok buruh berskala nasional di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, guna...

KSP Terima Aspirasi 13 Aliansi Buruh di Gedung Bina Graha

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Listyo Sigit Prabowo menggelar audiensi resmi bersama delegasi dari 13 kelompok buruh berskala nasional di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, guna mengurai problematika ketenagakerjaan dan dinamika hubungan industrial, Kamis (24/10). Pertemuan tersebut difokuskan pada penyerapan aspirasi strategis terkait formulasi pengupahan, kepastian perlindungan hak pekerja, hingga penguatan jaring pengaman sosial ketenagakerjaan.

Audiensi yang berlangsung di pusat pemerintahan ini menjadi wujud nyata komitmen kelembagaan kepresidenan dalam merawat komunikasi berkala dengan elemen serikat buruh. Dalam dialog tersebut, perwakilan aliansi pekerja menyampaikan kajian substantif mengenai hambatan implementasi regulasi di tingkat lapangan serta ancaman pemutusan hubungan kerja yang melanda sejumlah sektor industri manufaktur.

Menanggapi laporan tersebut, Listyo menegaskan komitmen pemerintah untuk senantiasa menempatkan kesejahteraan tenaga kerja sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional. Beliau menyatakan bahwa masukan langsung dari pimpinan serikat pekerja sangat berharga untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah diundangkan.

"Istana Kepresidenan membuka pintu seluas-luasnya untuk mendengarkan masukan dari gerakan buruh. Aspirasi ini bukan sekadar catatan administratif, melainkan bahan pertimbangan strategis agar setiap instrumen kebijakan yang dilahirkan negara mencerminkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat," ujar Listyo dalam pertemuan tersebut.

Evaluasi Regulasi dan Formulasi Pengupahan Nasional

Dalam substansi pembahasan, aliansi 13 organisasi buruh memfokuskan perhatian pada regulasi ketenagakerjaan berdasarkan UU yang dinilai memerlukan evaluasi operasional, khususnya pascaputusan pengujian undang-undang di Mahkamah Konstitusi. Perwakilan serikat pekerja menekankan bahwa formula upah minimum yang ditetapkan oleh otoritas pemerintah daerah menjelang penutupan tahun anggaran harus merefleksikan tingkat inflasi riil serta pertumbuhan ekonomi daerah secara objektif.

Delegasi pekerja turut menyoroti maraknya ketidakpastian kerja akibat perluasan sistem alih daya dan praktik hubungan kerja kemitraan yang kerap membatasi akses perlindungan upah. Selain isu pengupahan, serikat buruh mendesak pemerintah memperketat pengawasan norma keselamatan kerja serta kepatuhan pemenuhan jaminan sosial yang sebelumnya telah disahkan dalam lembaran perundang-undangan nasional.

Listyo Sigit Prabowo mencatat seluruh pokok persoalan tersebut secara komprehensif dalam rapat yang berlangsung dinamis. Pihak KSP memastikan bahwa data empiris serta dokumen telaah yang diserahkan oleh perwakilan buruh akan dikaji mendalam oleh Kedeputian terkait guna merumuskan rekomendasi penanganan yang proporsional.

Tindak Lanjut Melalui Forum Rapat Koordinasi Kementerian

Guna mencegah timbulnya kebuntuan dalam hubungan industrial, Kantor Staf Presiden berkomitmen segera menindaklanjuti hasil audiensi ini melalui mekanisme Rapat Koordinasi tingkat kementerian. Pertemuan koordinatif tersebut direncanakan melibatkan kementerian teknis terkait, termasuk jajaran Kementerian Ketenagakerjaan serta kementerian koordinator bidang perekonomian, untuk menyelaraskan perspektif atas tuntutan serikat buruh.

KSP memandang sinergi lintas sektoral di tubuh eksekutif sangat krusial agar setiap keputusan yang diambil jajaran kepresidenan memiliki landasan teknis yang kokoh dan aplikatif. Harmonisasi kebijakan antarinstansi dinilai penting agar implementasi perlindungan ketenagakerjaan di tingkat daerah berjalan selaras tanpa deviasi yang dapat merugikan iklim berusaha maupun hak normatif kaum buruh.

"Setiap regulasi yang berdampak langsung pada kehidupan jutaan pekerja tidak boleh dirumuskan secara parsial. Melalui koordinasi lintas kementerian, kami akan memastikan bahwa setiap keputusan regulatif mempertimbangkan daya beli pekerja sekaligus keberlangsungan industri nasional," tutur Listyo.

Penyelarasan Aspirasi Parlemen dan Mekanisme Tripartit

Di samping langkah eksekutif, penataan tata kelola ketenagakerjaan juga terus mendapat pengawalan ketat di ranah legislatif. Di Senayan, sejumlah Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah mendorong optimalisasi kelembagaan tripartit nasional menjelang agenda persidangan dan rapat Pleno mendatang.

KSP menilai bahwa keterlibatan parlemen, pengusaha, dan elemen serikat buruh merupakan keniscayaan demi menjaga stabilitas politik dan ekonomi nasional. Penguatan dialog sosial dinilai sebagai prasyarat utama dalam memitigasi dampak ketidakpastian ekonomi global terhadap produktivitas industri dalam negeri.

Dengan diterimanya delegasi 13 kelompok buruh di Gedung Bina Graha ini, institusi kepresidenan bertekad mengawal seluruh poin rekomendasi agar menjadi bahan pertimbangan langsung bagi Presiden. Langkah ini diharapkan mampu memperkokoh mekanisme dialog tripartit yang sehat demi terwujudnya hubungan industrial yang berkeadilan di seluruh Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User