Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa kesadaran geopolitik menjadi kompetensi yang wajib dimiliki generasi muda dalam membaca dinamika global yang berdampak langsung terhadap kepentingan nasional Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Ace Hasan Syadzily dalam forum pembinaan kader kebangsaan yang digelar Lemhannas RI, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi lembaga tersebut. Menurutnya, pemahaman geopolitik tidak lagi cukup dimiliki oleh kalangan elite pemerintahan dan akademisi, melainkan harus menjadi literasi dasar bagi seluruh generasi penerus bangsa.
"Kesadaran geopolitik penting bagi generasi muda untuk memahami dampak global terhadap Indonesia," tegas Ace Hasan Syadzily.
Dalam paparannya, Gubernur Lemhannas menjelaskan bahwa posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menempatkan Tanah Air pada persimpangan kepentingan berbagai kekuatan besar. Kondisi tersebut, lanjutnya, menuntut kesiapan sumber daya manusia yang mampu menganalisis pergeseran peta kekuatan politik dan ekonomi global secara cermat.
Posisi Strategis Indonesia dalam Peta Geopolitik
Ace Hasan Syadzily menuturkan bahwa letak geografis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra menjadikan wilayah nusantara sebagai jalur pelayaran internasional yang vital. Berdasarkan kondisi tersebut, ia menilai bahwa setiap dinamika di kawasan Indo-Pasifik berpotensi menimbulkan implikasi langsung terhadap stabilitas politik, keamanan, dan perekonomian nasional.
Gubernur Lemhannas juga menyatakan bahwa tantangan global tidak lagi bersifat tunggal. Persaingan teknologi, perebutan sumber daya energi, hingga pergeseran tatanan multilateral disebutnya sebagai variabel yang harus dipahami generasi muda agar tidak sekadar menjadi penonton dalam percaturan internasional.
"Generasi muda harus mampu membaca peluang dan risiko dari setiap perubahan tatanan global. Ini bukan pilihan, melainkan keharusan," ujarnya menegaskan.
Lemhannas Perkuat Program Pembinaan Kebangsaan
Dalam Rapat Koordinasi internal Lemhannas RI, pemahaman geopolitik ditetapkan sebagai salah satu materi prioritas dalam program pembinaan kader kebangsaan. Keputusan tersebut menindaklanjuti arahan agar lembaga yang berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ini terus memperkuat fungsi pendidikan strategis tingkat nasional.
Ace Hasan Syadzily menjelaskan bahwa Lemhannas RI membuka ruang partisipasi bagi mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan komunitas intelektual untuk mengikuti kajian ketahanan nasional. Melalui program tersebut, peserta dibekali kemampuan menganalisis isu kontemporer seperti keamanan maritim, ketahanan pangan, transisi energi, dan transformasi digital.
Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap isu-isu tersebut harus dibangun sejak dini agar generasi muda memiliki daya tahan ideologis dalam menghadapi arus informasi lintas negara. Menurutnya, keterbukaan informasi tanpa disertai kemampuan literasi yang memadai berpotensi menggerus wawasan kebangsaan.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Gubernur Lemhannas menilai bahwa penguatan kesadaran geopolitik tidak dapat berjalan sendiri. Ia mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian, serta organisasi masyarakat sipil dalam menyusun kurikulum dan kegiatan diskusi strategis.
Dalam forum tersebut, Ace Hasan Syadzily menyatakan bahwa Lemhannas RI siap memfasilitasi dialog antargenerasi yang mempertemukan akademisi senior dengan kelompok muda. Langkah itu dinilai penting agar transfer pengetahuan mengenai ketahanan nasional berlangsung secara berkesinambungan.
"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembinaan kesadaran geopolitik berjalan sistematis dan berkelanjutan," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa orientasi akhir dari seluruh program pembinaan adalah terbentuknya generasi yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki komitmen terhadap kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menutup keterangannya, Gubernur Lemhannas mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan wawasan geopolitik sebagai bagian dari budaya berpikir kolektif. Menurutnya, bangsa yang memiliki kesadaran strategis akan lebih mampu menjaga kedaulatan, mempertahankan kepentingan nasional, dan mengambil peran dalam menentukan arah tatanan global yang lebih adil dan seimbang.
Comments (0)