Putri pasangan musisi Coldplay Chris Martin dan aktris Gwyneth Paltrow, Apple Martin, secara resmi menjalani debut di panggung peragaan busana internasional. Perempuan berusia 22 tahun tersebut membuka langkahnya sebagai model runway dalam pertunjukan koleksi ready-to-wear Chloé Spring/Summer 2027 yang digelar di Paris pada 1 Oktober 2026, dalam rangkaian agenda Paris Fashion Week.
Penampilan perdana tersebut berlangsung di bawah arahan Chemena Kamali selaku creative director Chloé. Kehadiran Apple di panggung peragaan menandai babak baru dalam kariernya di industri mode setelah sebelumnya lebih banyak terlibat dalam proyek editorial dan kampanye merek, bukan sebagai model catwalk.
Jejak Panjang Menuju Panggung Runway
Kemunculan Apple di runway Chloé tidak berlangsung secara mendadak. Sepanjang periode 2025 hingga 2026, ia secara bertahap membangun portofolio di sektor fesyen melalui sejumlah penugasan editorial dan kampanye merek ternama. Rekam jejak itu menjadi fondasi yang mengantarkannya ke panggung peragaan bertaraf global.
Sebelum tampil di Chloé, Apple diketahui pernah dipercaya menjadi wajah kampanye Self-Portrait serta GapStudio. Kedua penugasan tersebut memperlihatkan posisinya yang mulai diterima sebagai figur publik di lingkup industri kreatif, bukan semata karena latar belakang keluarganya. Setelah itu, ia kembali dipercaya menjadi bagian dari kampanye Chloé à la Plage 2026, yang dinilai sebagai jembatan menuju debutnya di atas catwalk.
Langkah tersebut memperlihatkan pola karier yang terukur. Alih-alih langsung terjun ke panggung besar, Apple membangun kredibilitas melalui keterlibatan berkelanjutan dalam proyek-proyek fesyen yang memiliki bobot artistik dan komersial sekaligus.
Detail Penampilan di Atas Catwalk
Dalam debutnya, Apple mengenakan gaun maxi berwarna putih dengan nuansa romantis dan bohemian. Busana tersebut memiliki detail pointelle, yakni lubang-lubang dekoratif yang membentuk pola menyerupai bunga, pada bagian rok dan lengan. Siluet gaun jatuh mengikuti bentuk tubuh dengan garis leher rendah, menciptakan kesan elegan sekaligus natural.
Penampilan tersebut dilengkapi sepatu platform berbahan kayu berwarna caramel, sementara rambut pirangnya dibiarkan tergerai dengan gaya yang tampak alami.
Pilihan busana itu sejalan dengan arah koleksi Chloé Spring/Summer 2027 yang banyak mengeksplorasi elemen bohemian. Sentuhan renda, fringe, detail feminin, siluet longgar, hingga outerwear berukuran besar menjadi karakter utama koleksi yang diracik Kamali. Sejumlah pengamat mode menyebut koleksi itu sebagai perpaduan antara boho attitude, nuansa pedesaan, dan sentuhan western.
Dominasi Generasi Kedua di Industri Mode
Menarik untuk dicatat, Apple bukan satu-satunya nama dengan latar belakang keluarga ternama yang tampil di panggung peragaan tersebut. Industri fesyen memiliki sejarah panjang dalam memberi ruang bagi generasi kedua figur publik, yang kerap disebut sebagai nepo baby oleh sejumlah media internasional.
Meski demikian, kehadiran mereka tidak otomatis menjamin penerimaan pasar maupun kritikus mode. Portofolio, konsistensi penampilan, serta kemampuan beradaptasi dengan konsep kreatif sebuah rumah mode tetap menjadi penentu utama keberlanjutan karier seorang model.
Debut Apple Martin di Paris Fashion Week menambah panjang daftar generasi muda yang mencoba meniti karier di industri mode global. Publik dan pelaku industri akan menantikan apakah langkah perdana tersebut menjadi titik awal karier jangka panjang, atau sekadar penampilan simbolis di panggung bergengsi yang digelar setiap tahun di Prancis itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Apple Martin maupun rumah mode Chloé mengenai rencana kerja sama selanjutnya. Namun, pencapaian tersebut setidaknya telah menempatkan namanya dalam peta peragaan busana internasional untuk musim mendatang.
Comments (0)