Oct 14, 2026
Politik

Garuda Pertiwi Ditahan Yordania 0-0 di Laga Penutup FIFA Matchday

Tim Nasional Wanita Indonesia harus puas berbagi angka dengan Yordania setelah pertandingan persahabatan yang berakhir tanpa gol di Aqaba Stadium, Yordania, Selasa (13/10) malam. Hasil imbang 0-0 ters...

Garuda Pertiwi Ditahan Yordania 0-0 di Laga Penutup FIFA Matchday

Tim Nasional Wanita Indonesia harus puas berbagi angka dengan Yordania setelah pertandingan persahabatan yang berakhir tanpa gol di Aqaba Stadium, Yordania, Selasa (13/10) malam. Hasil imbang 0-0 tersebut menutup rangkaian agenda FIFA Matchday Oktober 2026 bagi skuad Garuda Pertiwi, yang sebelumnya juga ditahan Armenia dengan skor identik pada Sabtu (10/10) pekan lalu. Selama 90 menit pertandingan, kedua kesebelasan tercatat minim menciptakan peluang berbahaya ke arah gawang lawan.

Dengan demikian, Indonesia mengakhiri dua laga uji coba internasional tanpa satu pun gol tercipta. Pelatih Akira Higashiyama menegaskan bahwa hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih sebelum menghadapi agenda kompetisi resmi berikutnya. "Kami mendapatkan dua pertandingan berkualitas untuk mengukur kesiapan pemain. Catatan utama kami jelas, penyelesaian akhir harus menjadi fokus perbaikan," ujar Akira dalam keterangan resmi usai pertandingan.

Susunan Pemain dan Rotasi Akira Higashiyama

Pada laga melawan Yordania, Akira menurunkan Laita Masykuroh di bawah mistar gawang, dengan kuartet Safira Ika, Helsya Maeisyaroh, Remini Rumbewas, dan Gea Yumanda mengisi lini pertahanan. Viny Silfianus dipercaya memakai ban kapten mendampingi Felicia de Zeeuw di lini tengah, sementara Isa Warps, Isabelle Nottet, Estella Loupatty, dan Claudia Scheunemann mengisi sektor serang. Adapun sejumlah nama seperti Edelweiz, Shesilia, Aulia, Nabila, Nasywa, Reva, Imut, Pauline, Rosdilah, Vivi, Marsela, dan Ajeng tersedia di bangku cadangan.

Keputusan Akira memainkan Claudia Scheunemann sebagai ujung tombak menjadi sorotan tersendiri. Pada laga kontra Armenia, Claudia tidak sempat tampil lantaran mengalami demam sehingga kondisinya tidak memungkinkan untuk bermain. Tanpa kehadirannya, serangan Indonesia saat itu banyak bertumpu pada eksplosivitas Isabelle Nottet dari sisi sayap. Meski beberapa peluang tercipta, skuad Garuda Pertiwi tetap gagal membobol gawang lawan.

Pendekatan Taktis dan Eksperimen Formasi

Dalam pertandingan melawan Yordania, Akira menduetkan Claudia dengan Estella Loupatty di lini depan, didukung Nottet serta Isa Warps yang ditempatkan di sisi kanan dan kiri. Pendekatan ini berbeda dengan pola yang kerap diterapkan pelatih timnas senior sebelumnya, Satoru Mochizuki. Akira diketahui lebih menyukai skema inverted winger, sebagaimana pernah ia terapkan di Timnas U-20 ketika memasang Jezlyn Kayla di sayap kanan dan Shifana Aulia di sayap kiri.

Pelatih berusia asal Jepang itu juga masih mempertahankan sejumlah inovasi taktis, salah satunya menempatkan Helsya Maeisyaroh, yang berposisi asli sebagai gelandang pembagi bola, pada posisi bek tengah. Langkah tersebut bertujuan agar distribusi bola dari lini belakang tidak terlalu direct sehingga tim dapat membangun serangan secara lebih variatif.

Selain itu, Akira melakukan pergantian personel dengan menurunkan Shafira Ika menggantikan Pauline van de Pol yang tampil pada pertandingan menghadapi Armenia. Shafira sendiri tercatat cukup lama absen dari skuad. Di lini tengah, duet Felicia de Zeeuw dan Viny Silfianus tetap menjadi pilihan utama, terutama ketika tim membutuhkan kestabilan dalam transisi bertahan dan menyerang.

Evaluasi Menuju Agenda Kompetisi Berikutnya

Dua hasil imbang tanpa gol menempatkan persoalan efektivitas lini serang sebagai prioritas pembenahan. Meski demikian, tim pelatih menilai rangkaian FIFA Matchday ini tetap memberikan manfaat besar, khususnya dalam menguji kedalaman skuad serta fleksibilitas taktik di hadapan lawan dengan karakter permainan berbeda. Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan bahwa hasil pertandingan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program latihan jangka menengah.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan PSSI, skuad Garuda Pertiwi akan kembali berkumpul pada pemusatan latihan berikutnya untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen resmi di bawah naungan konfederasi. Manajemen tim menegaskan bahwa seluruh pemain yang terlibat dalam dua laga uji coba ini tetap berada dalam pantauan tim pelatih, termasuk mereka yang belum memperoleh menit bermain. Keputusan akhir mengenai komposisi skuad akan ditetapkan melalui rapat evaluasi internal bersama jajaran pelatih dan federasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User