JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan tengah menjalin komunikasi politik dengan Anies Baswedan guna membahas kesiapan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024. Penjajakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Desk Pilkada PKB, Abdul Halim Iskandar, yang menyatakan bahwa diskusi berjalan secara intensif dan berkelanjutan.
"Komunikasi dengan Anies Baswedan terus kami lakukan untuk membahas kesiapan Pilkada Jakarta," ujar Abdul Halim Iskandar dalam keterangan resminya di Jakarta, menegaskan bahwa penjajakan ini merupakan bagian dari mekanisme internal partai dalam menentukan arah koalisi.
Abdul Halim, yang juga menjabat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, menuturkan bahwa pihaknya masih menimbang berbagai masukan dari struktur partai tingkat wilayah hingga Dewan Pimpinan Pusat. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Desk Pilkada, PKB memandang Jakarta sebagai daerah strategis yang membutuhkan kepemimpinan dengan visi pembangunan berkelanjutan.
Penjajakan Politik Bersifat Dinamis
Menurut Abdul Halim, komunikasi dengan Anies Baswedan belum mengerucut pada kesepakatan final. Ia menekankan bahwa proses politik bersifat dinamis dan keputusan akhir akan ditetapkan melalui mekanisme internal partai, termasuk mempertimbangkan hasil survei serta aspirasi kader di tingkat kecamatan dan kelurahan.
"Kami belum memutuskan apa pun. Semua masih dalam tahap penjajakan dan akan dibahas dalam rapat pleno," kata Abdul Halim menegaskan.
Ia menambahkan, PKB memiliki sejumlah kader potensial yang siap diusung di Pilkada Jakarta. Meski demikian, partai membuka ruang komunikasi dengan tokoh eksternal seperti Anies Baswedan, yang dinilai memiliki rekam jejak sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017—2022.
PKB, lanjut Abdul Halim, juga menjajaki koalisi dengan partai lain untuk memenuhi syarat ambang batas pencalonan. Berdasarkan Undang-Undang Pilkada, partai atau gabungan partai politik harus memiliki minimal 20 persen kursi DPRD atau 25 persen suara sah untuk mengusung pasangan calon. PKB saat ini memiliki lima kursi di DPRD DKI Jakarta dari total 106 kursi.
Arah Koalisi Belum Final
Abdul Halim mengungkapkan bahwa komunikasi politik tidak hanya dijalin dengan Anies Baswedan, tetapi juga dengan sejumlah pimpinan partai lain. Namun, ia enggan membeberkan detail partai yang telah menjalin penjajakan. Fokus PKB saat ini, tegasnya, adalah menyusun kriteria calon yang mampu menyelesaikan persoalan Jakarta, seperti banjir, kemacetan, dan kesenjangan sosial.
"Kami ingin calon yang punya komitmen kuat terhadap pembangunan Jakarta dan berpihak kepada rakyat kecil," ujarnya menambahkan.
Pengamat politik menilai komunikasi PKB dengan Anies Baswedan membuka peluang terbentuknya poros baru di Pilkada Jakarta. Kendati demikian, dinamika koalisi diprediksi masih akan berlangsung hingga pendaftaran calon ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta pada Agustus 2024.
Dari sisi internal, PKB disebut tengah mematangkan mekanisme penjaringan calon melalui Desk Pilkada yang dibentuk sejak awal tahun. Desk tersebut bertugas melakukan pemetaan elektoral, penjajakan koalisi, hingga penyusunan strategi pemenangan. Hasil kerja desk akan dilaporkan kepada Dewan Pimpinan Pusat untuk mendapat persetujuan resmi.
Tahapan Pilkada Jakarta
Komisi Pemilihan Umum menetapkan tahapan Pilkada Serentak 2024, termasuk Jakarta, dimulai dengan pengumuman pendaftaran calon pada akhir Agustus. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2024. Hingga kini, sejumlah nama tokoh nasional dan kader partai disebut-sebut masuk dalam bursa pencalonan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
Secara terpisah, Anies Baswedan belum memberikan pernyataan resmi terkait komunikasi tersebut. Ia sebelumnya menyatakan akan mendengarkan aspirasi partai politik dan masyarakat sebelum menentukan langkah politik pada Pilkada Jakarta.
Abdul Halim menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa PKB akan mengumumkan keputusan koalisi dan calon yang diusung seusai rapat pleno. "Keputusan ditetapkan berdasarkan musyawarah, keputusan bersama, dan kepentingan rakyat Jakarta," pungkasnya.
Comments (0)