MANADO — Tourism Malaysia menggelar program promosi pariwisata bertajuk Malaysia Travel Connect B2B Roadshow di tiga kota kawasan Indonesia Tengah, yakni Balikpapan, Manado, dan Denpasar. Program ini ditetapkan sebagai langkah strategis untuk mempererat kerja sama pelaku industri pariwisata kedua negara serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara asal Indonesia ke Malaysia.
Dalam pelaksanaannya, roadshow tersebut mempertemukan secara langsung pelaku usaha pariwisata Malaysia dengan mitra dagang dari Indonesia, mencakup agen perjalanan, operator tur, hingga penyedia akomodasi. Pertemuan bisnis ke bisnis atau business to business (B2B) ini dirancang untuk membuka ruang negosiasi paket wisata, penjualan produk, dan penyusunan program kunjungan bersama.
Tiga Kota Menjadi Titik Promosi
Pemilihan Balikpapan, Manado, dan Denpasar sebagai lokasi kegiatan dinilai mencerminkan peta potensi pasar Indonesia Tengah yang terus bertumbuh. Balikpapan dipandang memiliki kedekatan geografis dengan kawasan Kalimantan Timur yang menjadi episentrum pembangunan nasional, sementara Manado menjadi pintu masuk wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya. Adapun Denpasar tetap menjadi simpul utama pariwisata Bali dan Nusa Tenggara.
“Kami menegaskan komitmen untuk terus memperluas jaringan kemitraan dengan pelaku industri pariwisata Indonesia, khususnya di kawasan tengah, melalui pertemuan bisnis yang terarah,” demikian pernyataan Tourism Malaysia dalam keterangan resminya.
Melalui skema roadshow, peserta dari Malaysia memperoleh kesempatan memaparkan produk unggulan, mulai dari destinasi belanja, wisata kuliner, wisata keluarga, hingga paket wisata halal. Sebaliknya, mitra Indonesia dapat menawarkan program perjalanan yang disesuaikan dengan permintaan pasar masing-masing daerah.
Target Kunjungan dan Kontribusi Pasar Indonesia
Indonesia secara konsisten tercatat sebagai salah satu penyumbang wisatawan terbesar bagi Malaysia. Kedekatan budaya, keterjangkauan jarak tempuh, serta frekuensi penerbangan langsung menjadi faktor pendorong utama tingginya arus kunjungan. Pemerintah Malaysia menargetkan peningkatan jumlah wisatawan asal Indonesia sebagai bagian dari agenda pemulihan sektor pariwisata pascapandemi.
Dalam kerangka itu, kegiatan Malaysia Travel Connect ditempatkan sebagai instrumen untuk mempercepat transaksi di tingkat pelaku usaha, bukan sekadar promosi citra. Setiap sesi pertemuan diarahkan menghasilkan kesepakatan paket wisata yang dapat langsung dipasarkan kepada konsumen di kedua negara.
Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam roadshow tersebut antara lain penyusunan itinerari lintas negara, kerja sama promosi bersama, serta pengembangan segmen wisata minat khusus. Tourism Malaysia menyatakan bahwa pendekatan kolaboratif dengan mitra Indonesia dipandang lebih efektif dibandingkan promosi satu arah.
Penguatan Kemitraan Lintas Negara
Kegiatan ini juga menjadi ajang pertukaran informasi mengenai tren pasar, preferensi wisatawan, dan dinamika permintaan yang berkembang di kawasan Indonesia Tengah. Pelaku usaha Malaysia memperoleh masukan langsung mengenai karakteristik wisatawan dari masing-masing kota, sehingga produk yang ditawarkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Di sisi lain, mitra Indonesia memperoleh akses terhadap jaringan distribusi dan fasilitas pariwisata Malaysia, termasuk pilihan akomodasi, transportasi, dan atraksi unggulan. Hubungan semacam ini dinilai menciptakan saling ketergantungan yang menguntungkan kedua pihak.
Tourism Malaysia menyatakan akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan pemantauan kesepakatan yang terbentuk, sekaligus menjajaki kemungkinan perluasan kegiatan serupa ke kota lain di Indonesia. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Malaysia sebagai destinasi utama bagi wisatawan Indonesia.
Dengan rangkaian kegiatan di Balikpapan, Manado, dan Denpasar, Malaysia Travel Connect B2B Roadshow ditetapkan sebagai salah satu program andalan dalam memperkuat konektivitas pariwisata regional. Keberhasilan program ini akan diukur dari terjalinnya kemitraan usaha yang berkelanjutan serta kenaikan angka kunjungan wisatawan dari Indonesia ke Malaysia pada periode berikutnya.
Comments (0)