Semen Padang Operasikan 72 Motor Listrik Polytron Bersubsidi Rp6,5 Juta
Padang, Sumatra Barat — PT Semen Padang resmi mengintegrasikan 72 unit sepeda motor listrik produksi PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) ke dalam jajaran armada operasional perusahaan. Pengadaan ...
Padang, Sumatra Barat — PT Semen Padang resmi mengintegrasikan 72 unit sepeda motor listrik produksi PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) ke dalam jajaran armada operasional perusahaan. Pengadaan yang menelan total subsidi senilai Rp6,5 juta per unit ini menandai babak baru elektrifikasi kendaraan dinas di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor industri semen.
Keputusan strategis tersebut disahkan melalui mekanisme pengadaan langsung yang melibatkan evaluasi teknis dan komersial secara ketat oleh tim internal perusahaan. Direktur Utama PT Semen Padang, Asri Mukhtar Dt. Tumangguang, menyatakan dalam keterangan resmi yang diterima di Padang, Senin (13/1/2025), bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen korporasi terhadap target pengurangan emisi karbon yang telah ditetapkan dalam peta jalan dekarbonisasi perusahaan.
"Kami tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi terkait percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, tetapi juga membuktikan bahwa ekosistem kendaraan listrik nasional telah berada pada tingkat kesiapan yang memadai untuk menunjang aktivitas industri berskala besar," ujar Asri Mukhtar.
Spesifikasi Teknis dan Skema Subsidi
Ke-72 unit sepeda motor listrik yang dikirimkan ke fasilitas produksi Semen Padang di Indarung merupakan varian Polytron Fox-R, model yang dirancang khusus untuk mobilitas operasional jarak menengah. Setiap unit dilengkapi baterai lithium-ion berkapasitas 3,75 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 130 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh. Motor listrik penggerak berdaya puncak 3.500 watt menghasilkan torsi instan yang dinilai andal menghadapi kontur jalan di kawasan pabrik yang memiliki elevasi bervariasi.
Berdasarkan dokumen pengadaan yang dikonfirmasi redaksi, harga satuan kendaraan setelah memperhitungkan subsidi pemerintah melalui program Kementerian Perindustrian berada pada kisaran Rp6,5 juta di bawah harga pasar ritel. Skema subsidi ini merujuk pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2023 tentang Bantuan Pemerintah untuk Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Dua. Total nilai kontrak pengadaan 72 unit tersebut, termasuk paket purnajual dan garansi baterai selama tiga tahun, mencapai nilai yang tidak dipublikasikan secara rinci oleh manajemen.
Direktur Operasi PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, menjelaskan bahwa pemilihan Polytron sebagai pemasok didasari pada rekam jejak manufaktur dalam negeri yang telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas ambang batas 40 persen sebagaimana dipersyaratkan regulasi. "Kami menerjunkan tim uji coba selama dua bulan sebelum kontrak ditandatangani. Parameter yang kami evaluasi mencakup ketahanan baterai terhadap suhu tinggi di sekitar area produksi, kestabilan sistem kelistrikan, serta ketersediaan suku cadang di Sumatra Barat," ungkap Pri Gustari dalam rapat koordinasi internal yang digelar pekan lalu.
Dampak Operasional dan Lingkungan
Integrasi 72 motor listrik ini diproyeksikan menggantikan sebagian besar armada sepeda motor berbasis bahan bakar fosil yang selama ini digunakan untuk mobilitas personel di dalam kompleks pabrik seluas lebih dari 240 hektar tersebut. Perhitungan awal yang dilakukan Divisi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) perusahaan memperkirakan penghematan konsumsi bahan bakar minyak mencapai 18.000 liter per tahun, setara dengan penurunan emisi karbon dioksida sekitar 42 ton secara tahunan.
Manajemen Semen Padang juga telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa 20 titik stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKL) yang tersebar di area strategis dalam kompleks pabrik Indarung. Setiap stasiun pengisian berkapasitas melayani empat unit motor secara simultan dengan sistem pengisian cepat yang mampu mengisi daya baterai dari kondisi kosong hingga penuh dalam waktu kurang dari empat jam.
"Perhitungan biaya operasional harian per unit motor listrik hanya berkisar sepertiga dari biaya operasional motor konvensional. Dalam kurun tiga tahun, investasi ini sudah mencapai titik impas, belum termasuk manfaat tidak berwujud dari penurunan emisi dan kebisingan di area kerja," jelas Kepala Divisi K3L Semen Padang, Edy Susanto.
Kesiapan Ekosistem Nasional
Penyerahan 72 unit motor listrik ini menjadi sinyal bahwa rantai pasok dan layanan purnajual kendaraan listrik di Indonesia telah bertransformasi signifikan dibandingkan fase awal adopsi tiga tahun sebelumnya. Direktur Sales dan Marketing Polytron, Tekno Wibowo, yang hadir langsung dalam seremoni serah terima unit di Padang, menegaskan bahwa kesiapan ekosistem tidak lagi menjadi isu yang perlu dikhawatirkan oleh korporasi besar.
"Kami sudah memiliki jaringan layanan purnajual di 14 kota di Sumatra, termasuk Padang, Pekanbaru, dan Medan. Seluruh teknisi kami telah tersertifikasi untuk menangani sistem kelistrikan tegangan tinggi. Ketersediaan suku cadang kritis seperti controller, dinamo penggerak, dan baterai kami jamin dalam waktu maksimal 2x24 jam untuk wilayah Sumatra Barat," kata Tekno Wibowo di sela acara.
Pengadaan ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai sebagai Kendaraan Dinas Operasional Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah yang kemudian diadopsi secara sukarela oleh kalangan BUMN melalui Surat Edaran Menteri BUMN. PT Semen Padang menjadi salah satu dari tujuh entitas usaha di bawah naungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang telah merealisasikan konversi armada operasional ke tenaga listrik sepanjang tahun anggaran 2024.
Proyeksi dan Rencana Lanjutan
Keberhasilan tahap awal pengadaan ini membuka peluang perluasan program serupa ke area operasional yang lebih luas. Manajemen Semen Padang mengindikasikan tengah mengkaji kemungkinan pengadaan kendaraan niaga listrik untuk distribusi semen curah jarak pendek yang saat ini masih mengandalkan armada truk diesel. Studi kelayakan yang melibatkan konsultan independen diperkirakan rampung pada triwulan kedua tahun 2025.
Langkah Semen Padang ini juga diamati secara saksama oleh asosiasi industri semen nasional. Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Widodo Santoso, melalui sambungan telepon terpisah menyebut bahwa inisiatif anggota asosiasi di Sumatra Barat tersebut dapat menjadi model percontohan bagi pabrik-pabrik semen lain yang memiliki karakteristik geografis dan skala operasi serupa. "Kami mendorong agar temuan-temuan teknis dari implementasi ini didokumentasikan dan dibagikan kepada seluruh anggota asosiasi agar proses adopsi di lokasi lain berjalan lebih efisien," ujarnya.
Dengan beroperasinya 72 unit motor listrik Polytron di kompleks pabrik Indarung, PT Semen Padang mencatatkan diri sebagai perusahaan semen pertama di Pulau Sumatra yang mengoperasikan armada kendaraan listrik dalam jumlah signifikan. Realisasi ini memperkuat posisi perusahaan dalam peringkat kinerja lingkungan yang secara rutin dinilai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).
Comments (0)