Tawaf di Masjidil Haram Dipadati Jemaah Haji dari Seluruh Dunia
Ribuan jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, melaksanakan ibadah tawaf di Masjidil Haram, Makkah, pada puncak musim haji tahun ini. Ibadah thawaf yang mengelilingi Kakbah tersebut berl...
Ribuan jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, melaksanakan ibadah tawaf di Masjidil Haram, Makkah, pada puncak musim haji tahun ini. Ibadah thawaf yang mengelilingi Kakbah tersebut berlangsung dengan khusyuk dan tertib, meskipun area Masjidil Haram dipadati oleh jemaah sejak pagi hingga larut malam. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mencatat bahwa jumlah jemaah yang melaksanakan tawaf pada hari ini mencapai lebih dari 1,2 juta orang, terdiri dari berbagai negara, dengan kuota terbesar berasal dari Indonesia yang mencapai 221.000 jemaah.
Pelaksanaan Tawaf yang Terkendali
Pelaksanaan tawaf di Masjidil Haram dilakukan secara bergelombang untuk menghindari kepadatan yang berlebihan. Petugas PPIH Arab Saudi dan otoritas setempat menerapkan sistem pengaturan jalur tawaf yang ketat, termasuk pembatasan waktu dan area khusus bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. “Setiap jemaah diwajibkan mengikuti jalur yang telah ditentukan dan mematuhi protokol kesehatan yang masih berlaku,” ujar Kepala Daerah Kerja Makkah, Drs. H. Ahmad Jauhari, dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa sistem ini telah diuji coba sejak awal musim haji dan terbukti efektif mengurangi antrean panjang serta potensi kecelakaan. Dalam rapat koordinasi terakhir, PPIH menegaskan bahwa petugas terus berkoordinasi dengan pihak Masjidil Haram untuk memastikan kelancaran ibadah tawaf selama 24 jam.
Peran Petugas Haji Indonesia
Petugas haji Indonesia yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi turun langsung memantau pelaksanaan tawaf jemaah Indonesia. Mereka ditempatkan di beberapa titik strategis, seperti pintu masuk masjid, area tawaf, dan lokasi sa'i. “Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan bimbingan dan pendampingan, terutama mereka yang baru pertama kali melaksanakan haji,” jelas Koordinator Pelayanan Jemaah Indonesia di Makkah, Dr. H. Faisal Rahman. Berdasarkan data Kementerian Agama, sebanyak 3.500 petugas haji diterjunkan tahun ini, termasuk 1.200 petugas khusus yang menangani jemaah lansia dan risiko tinggi. Dalam setiap regu, petugas membawa alat komunikasi dan perlengkapan medis darurat. Keputusan untuk memperkuat personel ini ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Haji beberapa bulan lalu, menindaklanjuti evaluasi tahun sebelumnya. Fraksi-fraksi di DPR juga mendukung langkah ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan haji Indonesia.
Antusiasme dan Kekhusyukan Jemaah
Antusiasme jemaah Indonesia dalam melaksanakan tawaf terlihat dari wajah-wajah yang penuh haru dan khusyuk. Banyak jemaah yang mengangkat tangan berdoa di sela-sela putaran tawaf, meskipun area sempit. “Ini adalah momen yang paling saya nantikan sejak puluhan tahun. Rasanya tidak percaya bisa berada di sini,” ungkap Siti Aisyah (67), jemaah asal Jawa Barat. Ia ditemani suaminya yang juga lansia. PPIH mencatat bahwa mayoritas jemaah Indonesia mampu menyelesaikan tujuh putaran tawaf dalam waktu rata-rata 2 jam, tergantung kepadatan. Petugas juga mengingatkan jemaah untuk tidak berlama-lama di area Multazam dan Hijir Ismail guna menghindari penumpukan. Sementara itu, sejumlah jemaah asal negara lain, seperti Pakistan, India, dan Mesir, juga terlihat dengan tertib mengikuti arahan petugas. Suasana semakin khidmat ketika muazin mengumandangkan adzan, dan seluruh jemaah serentak berhenti untuk shalat sunnah. Menurut Juru Bicara PPIH Arab Saudi, Abdullah Al-Farisi, “Kami terus mengimbau jemaah agar sabar dan menjaga kesehatan, mengingat suhu di Makkah mencapai 42 derajat Celsius.” Dengan demikian, suasana ibadah tawaf di Masjidil Haram berjalan lancar, mencerminkan semangat persaudaraan umat Islam dari seluruh dunia yang bersatu dalam ritual haji.
Comments (0)