Lima Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Singosari-Surabaya
Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Singosari-Surabaya pada Senin (15/5/2023) dini hari, melibatkan sebuah mobil Honda CR-V dan truk yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Peristiwa nahas ters...
Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Singosari-Surabaya pada Senin (15/5/2023) dini hari, melibatkan sebuah mobil Honda CR-V dan truk yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Peristiwa nahas tersebut terjadi di Kilometer 57+400, wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sekitar pukul 03.30 WIB. Berdasarkan laporan sementara, mobil CR-V yang dikemudikan oleh seorang pria berinisial AS (32) melaju dari arah Malang menuju Surabaya, diduga kehilangan kendali dan menabrak bagian belakang truk yang sedang melaju di depannya.
Kronologi Kecelakaan
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Malang, Kompol Edi Sukamto, dalam keterangan pers di lokasi kejadian, menyatakan bahwa mobil CR-V dengan nomor polisi N 1234 XYZ tiba-tiba oleng ke kanan setelah melewati tikungan. "Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kendaraan tersebut diduga mengalami pecah ban sehingga pengemudi kehilangan kendali. Mobil kemudian menabrak bagian belakang truk kontainer yang melaju di lajur kanan," ujar Kompol Edi. Benturan keras membuat bagian depan CR-V hancur parah, dan seluruh penumpang yang terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan terjepit di dalam kabin.
Petugas Kepolisian Resor Malang bersama Tim SAR gabungan tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah laporan diterima. Proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih dua jam karena kondisi bodi mobil yang ringsek. "Kami harus menggunakan alat pemotong hidrolik untuk mengeluarkan korban dari reruntuhan. Sayangnya, lima orang di dalam mobil sudah tidak bernyawa saat ditemukan," tambah Kompol Edi.
Korban dan Evakuasi
Seluruh korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lawang untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. "Korban terdiri dari dua laki-laki dewasa, satu perempuan dewasa, satu remaja laki-laki, dan satu balita perempuan. Mereka diduga satu keluarga yang sedang dalam perjalanan ke Surabaya," ungkap Kepala RSUD Lawang, dr. Andreas Wibowo. Sementara itu, pengemudi truk berinisial DS (45) asal Kota Surabaya selamat tanpa luka berarti dan telah dimintai keterangan oleh penyidik. "Pengemudi truk sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Unit Gakkum Satlantas Polres Malang. Ia mengaku tidak sempat menghindar karena jarak terlalu dekat," ujar Kasat Lantas.
Penanganan kecelakaan melibatkan 15 personel dari Polres Malang, delapan anggota Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, serta enam tenaga medis dari RSUD Lawang. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat dialihkan melalui jalur alternatif untuk memperlancar proses evakuasi dan penyelidikan. Berlaku rekayasa lalu lintas hingga pukul 07.00 WIB, yang menyebabkan kemacetan panjang sejauh tiga kilometer di kedua arah.
Penyebab dan Penanganan
Hasil sementara penyelidikan mengindikasikan bahwa kecelakaan dipicu oleh pecah ban pada mobil CR-V. Kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium dari laboratorium forensik Polda Jawa Timur untuk memastikan penyebab teknis. "Kami mengamankan kedua kendaraan untuk pemeriksaan lebih mendalam. Selain itu, kami juga akan mengecek kondisi badan jalan dan rambu lalu lintas di sekitar titik kejadian," menegaskan Kompol Edi. Pihaknya mengimbau pengguna jalan tol untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk.
Kecelakaan ini menambah catatan kelam keselamatan jalan raya di Jawa Timur. Data Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur mencatat bahwa sepanjang tahun 2023 telah terjadi 127 kecelakaan fatal di ruas tol, dengan 18 persen di antaranya disebabkan oleh pecah ban. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Bambang Haryanto, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol untuk meningkatkan pemeliharaan sarana jalan. "Kami akan memasang rambu peringatan tambahan pada titik-titik rawan kecelakaan, termasuk di lokasi kejadian. Evaluasi terhadap desain geometrik jalan juga akan dilakukan," ujarnya dalam rapat koordinasi yang digelar pada Selasa (16/5/2023).
Pemerintah Kabupaten Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah memberikan bantuan tanggap darurat kepada keluarga korban. Kepala BPBD Kabupaten Malang, Dwi Santoso, menyatakan bahwa dana kompensasi akan disalurkan melalui Dinas Sosial. Jenazah kelima korban telah diambil oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman mereka di Kota Surabaya.
Comments (0)