Pencurian Perabotan Lumpuhkan Dapur MBG di Mojokerto
Mojokerto — Operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, lumpuh total setelah perabotan dan peralatan masak raib digondol maling pada Selasa dini hari (15...
Mojokerto — Operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, lumpuh total setelah perabotan dan peralatan masak raib digondol maling pada Selasa dini hari (15/7). Aksi pencurian ini mengakibatkan penyaluran ribuan porsi makanan untuk anak sekolah dan kelompok rentan terpaksa dihentikan sementara.
Kepolisian Resor Mojokerto bergerak cepat dan dalam waktu kurang dari 24 jam menangkap seorang pria berinisial B (45), warga Desa Seduri, Mojosari. Pelaku diduga beraksi seorang diri dengan mencongkel pintu belakang dapur yang saat itu dalam kondisi kosong.
Kronologi Pembobolan
Berdasarkan keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mojokerto, AKP Rudi Hartono, pelaku masuk ke area dapur MBG sekitar pukul 02.30 WIB. “Pelaku merusak gembok pintu belakang menggunakan linggis kecil. Setelah berhasil masuk, ia menguras berbagai peralatan dapur bernilai ekonomis,” ungkapnya dalam konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Rabu (16/7).
Barang-barang yang dicuri meliputi dua unit kompor gas berukuran besar, tiga tabung gas 12 kilogram, enam unit blender industri, satu mesin penggiling bumbu, serta puluhan pisau dan peralatan masak berbahan stainless steel. Total kerugian ditaksir mencapai Rp75 juta. Pelaku mengangkut barang curian menggunakan sebuah pikap sewaan yang sudah disiapkan sebelumnya.
Dampak Terhadap Penerima Manfaat
Dapur MBG Mojosari merupakan salah satu unit penyedia makanan bergizi gratis di Kabupaten Mojokerto yang melayani lebih dari 3.500 siswa dari 12 sekolah dasar dan menengah pertama di wilayah tersebut. Setiap harinya, dapur ini memproduksi sarapan dan makan siang yang didistribusikan ke sekolah-sekolah melalui armada mobil boks berpendingin.
Koordinator Dapur MBG Mojosari, Sulistyowati, menyatakan kejadian ini sangat memukul operasional mereka. “Kami tidak bisa beroperasi sama sekali karena peralatan utama semua hilang. Hari ini terpaksa meliburkan distribusi dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta pihak sekolah untuk mencari solusi darurat,” katanya saat ditemui di lokasi.
Sejumlah sekolah terpaksa mengandalkan kantin atau mengizinkan siswa membawa bekal sendiri. Sementara itu, siswa dari keluarga kurang mampu yang sangat bergantung pada program ini terpaksa tidak mendapatkan jatah makan siang. Sulistyowati menambahkan, pihaknya sedang mengupayakan pengadaan peralatan pengganti melalui dana taktis Badan Gizi Nasional, meski prosesnya membutuhkan waktu beberapa hari.
Penangkapan dan Pengakuan Pelaku
Tim Resmob Polres Mojokerto melacak keberadaan pelaku melalui rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Dalam rekaman, pelaku terlihat jelas mengangkut barang-barang ke dalam pikap berwarna putih. Polisi kemudian mengidentifikasi kendaraan tersebut dan meringkus Bambang di rumah kontrakannya di Desa Seduri pada pukul 18.00 WIB, kurang dari 16 jam setelah kejadian.
“Pelaku mengaku nekat mencuri karena terlilit utang dan mengetahui kalau dapur MBG tidak dijaga malam hari. Seluruh barang curian sudah kami amankan dari rumah pelaku, termasuk pikap yang digunakan,” ujar AKP Rudi.
Bambang dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan keterlibatan penadah, karena pelaku sempat berusaha menjual sejumlah peralatan melalui media sosial.
Langkah Pemulihan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) perwakilan Jawa Timur, Dr. Andini Pratiwi, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan peralatan cadangan dari gudang regional di Surabaya. “Kami targetkan dapur bisa kembali beroperasi paling lambat tiga hari ke depan. Untuk sementara, kami akan memberlakukan sistem dapur bergilir dengan unit lain di Bangsal,” jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkoordinasi dengan kepolisian untuk meningkatkan pengamanan di seluruh titik dapur MBG. Wakil Bupati Mojokerto, M. Rizal Octavian, mengatakan akan memasang tambahan kamera pengawas dan menugaskan petugas keamanan pada jam-jam rawan. “Kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar fasilitas pelayanan publik yang vital tidak sampai terulang kembali,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Dapur MBG Mojosari masih ditutup dan dipasangi garis polisi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Masyarakat berharap program strategis nasional ini dapat segera pulih dan kembali mengalirkan manfaat bagi ribuan anak di Mojokerto.
Comments (0)