Kedubes China Gelar Resepsi Peringatan 105 Tahun Berdirinya PKT

Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia menggelar resepsi dalam rangka memperingati 105 tahun berdirinya Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Jakarta, Senin malam. Acara tersebut ...

Jul 16, 2026 - 08:10
0 0
Kedubes China Gelar Resepsi Peringatan 105 Tahun Berdirinya PKT

Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia menggelar resepsi dalam rangka memperingati 105 tahun berdirinya Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Jakarta, Senin malam. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah diplomat asing, perwakilan pemerintah Indonesia, serta tokoh-tokoh penting dari berbagai sektor.

Rangkaian Acara Resepsi Diplomatik

Resepsi peringatan 105 tahun PKT digelar di Gedung Kedutaan Besar Tiongkok, Jakarta Pusat. Acara dimulai tepat pukul 18.30 WIB dengan penerimaan tamu undangan oleh Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Jiang Faidong. Sebanyak lebih dari 300 undangan hadir dalam kesempatan tersebut, termasuk perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, anggota DPR RI, serta duta besar negara-negara sahabat.

Dalam sambutannya, Dubes Jiang Faidong menegaskan pentingnya hubungan bilateral antara Tiongkok dan Indonesia dalam konteks diplomatik regional maupun global. Ia menyatakan bahwa momentum peringatan 105 tahun PKT menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama strategis antara kedua negara.

"Peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperdalam kemitraan komprehensif Indonesia-Tiongkok," ujar Jiang Faidong, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia.

Rangkaian acara mencakup pemutaran film dokumenter mengenai sejarah perjalanan PKT sejak berdiri pada tahun 1921 hingga menjadi partai penguasa yang memimpin Tiongkok modern. Selain itu, disajikan pula pertunjukan seni budaya Tiongkok yang menampilkan tarian tradisional dan sajian kuliner khas negara tirai bambu tersebut.

Sejarah PKT dan Signifikansinya dalam Politik Tiongkok

Partai Komunis Tiongkok didirikan pada 1 Juli 1921 di Shanghai oleh sekelompok intelektual muda yang dipengaruhi oleh ideologi Marxis-Leninis. Pendiri utama PKT antara lain Chen Duxiu dan Li Dazhao. Pada awal berdirinya, partai ini memiliki anggota kurang dari 60 orang. Perjalanan panjang PKT melewati berbagai fase kritis, mulai dari Perang Saudara Tiongkok, Perang Dunia II, hingga akhirnya berhasil mendirikan Republik Rakyat Tiongkok pada 1 Oktober 1949 di bawah kepemimpinan Mao Zedong.

Selama lebih dari satu abad eksistensinya, PKT telah mengalami transformasi signifikan dalam hal ideologi dan kebijakan. Era Reformasi dan Pembukaan yang dipelopori oleh Deng Xiaoping sejak tahun 1978 mengubah lanskap ekonomi Tiongkok secara fundamental. Saat ini, PKT memiliki lebih dari 98 juta anggota, menjadikannya partai politik terbesar di dunia dari segi jumlah kader.

Pemimpin tertinggi Tiongkok saat ini, Xi Jinping, menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PKT sejak tahun 2012. Di bawah kepemimpinannya, Tiongkok mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis, termasuk Belt and Road Initiative (BRI) yang memiliki dampak signifikan terhadap infrastruktur di Indonesia, seperti proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"PKT telah menjadi motor penggerak transformasi ekonomi dan sosial Tiongkok yang berdampak luas hingga ke berbagai penjuru dunia," kata Jiang Faidong dalam pidato resminya.

Hubungan Diplomatik Indonesia-Tiongkok

Indonesia dan Tiongkok telah menjalin hubungan diplomatik sejak 13 April 1950. Indonesia merupakan negara ASEAN pertama yang mendirikan kedutaan besar di Beijing. Dalam perkembangan terkini, hubungan kedua negara tercatat dalam status Kemitraan Strategis Komprehensif yang ditandatangani pada tahun 2013.

Data dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menunjukkan bahwa Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dengan volume perdagangan mencapai US$133,6 miliar pada tahun 2025. Angka tersebut meningkat sebesar 12,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi langsung Tiongkok di Indonesia juga mengalami peningkatan, terutama di sektor infrastruktur, energi terbarukan, dan industri manufaktur.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang turut hadir dalam resepsi tersebut, menyatakan apresiasi atas kontribusi investasi Tiongkok terhadap pembangunan ekonomi Indonesia. Ia menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral.

"Kemitraan strategis Indonesia-Tiongkok telah memberikan manfaat nyata bagi kedua bangsa. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan semakin substantif," ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain aspek ekonomi, hubungan kedua negara juga mencakup kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pertahanan. Jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Tiongkok tercatat mencapai 14.000 orang, sementara mahasiswa Tiongkok di Indonesia berjumlah sekitar 5.200 orang.

Tanggapan Para Tamu Undangan dan Pihak Terkait

Sejumlah tamu undangan memberikan tanggapan positif terhadap penyelenggaraan resepsi peringatan 105 tahun PKT. Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang diwakili oleh Wakil Ketua DPR, menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian PKT selama lebih dari satu abad. Ia menegaskan pentingnya hubungan antarparlemen sebagai bagian dari diplomasi lintas negara.

Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan bahwa Indonesia menghargai setiap momen peringatan diplomatik sebagai sarana memperkokoh tali silaturahmi antarnegara. Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, dalam sambutan virtualnya juga menyampaikan harapan agar hubungan bilateral terus berada pada jalur yang produktif.

Akademisi dari Universitas Indonesia, Prof. Dewi Fortuna Anwar, yang turut hadir sebagai salah satu undangan kehormatan, memberikan perspektif akademis mengenai signifikansi peringatan tersebut dalam konteks geopolitik Asia Tenggara. Ia menilai bahwa pemahaman terhadap dinamika internal partai penguasa Tiongkok sangat penting bagi para pembuat kebijakan di Indonesia.

"Memahami evolusi PKT membantu kita memahami arah kebijakan luar negeri Tiongkok, yang secara langsung mempengaruhi keseimbangan regional," kata Prof. Dewi Fortuna Anwar.

Konteks Peringatan dan Prospek Kerja Sama Mendatang

Peringatan 105 tahun berdirinya PKT tahun ini terasa istimewa mengingat Tiongkok dan Indonesia tengah memasuki fase baru dalam hubungan bilateral. Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang telah beroperasi komersial sejak Oktober 2023 menjadi simbol nyata kerja sama infrastruktur kedua negara. Selain itu, Tiongkok juga berpartisipasi dalam pengembangan kawasan Industri Hijau di Kalimantan Utara.

Dubes Jiang Faidong dalam penutupan acara menegaskan bahwa Tiongkok berkomitmen untuk terus memperluas cakupan kerja sama dengan Indonesia, khususnya di sektor energi bersih, ekonomi digital, dan pembangunan berkelanjutan. Pihak Kedubes Tiongkok juga menyampaikan rencana untuk menggelar serangkaian kegiatan budaya dan akademis sepanjang tahun 2026 guna mempererat hubungan antarmasyarakat.

Resepsi peringatan 105 tahun PKT di Kedutaan Besar Tiongkok ditutup dengan sesi ramah tamah dan jamuan makan malam resmi. Acara tersebut berakhir pada pukul 21.30 WIB dengan suasana hangat dan penuh keakraban antara para peserta yang hadir dari berbagai latar belakang profesi dan kebangsaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User