Belanda Gugur dari Piala Dunia 2026 Usai Kalah Adu Penalti

Kekalahan yang pahit dirasakan Timnas Belanda setelah mereka tersingkir dari putaran 32 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan ini bukan kalah dari waktu normal

Jul 16, 2026 - 08:11
0 0
Belanda Gugur dari Piala Dunia 2026 Usai Kalah Adu Penalti

Kekalahan yang pahit dirasakan Timnas Belanda setelah mereka tersingkir dari putaran 32 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan ini bukan kalah dari waktu normal atau perpanjangan waktu, melainkan melalui drama adu penalti yang berlangsung penuh ketegangan melawan Maroko. Pertandingan yang digelar di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, pada hari Senin (29/06/2026) itu berakhir imbang 1-1 setelah 120 menit, yang memaksa kedua tim menuju drama penalti.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Tanpa Gol

Dari awal peluit, Belanda tampak menguasai jalannya permainan. Mereka menciptakan beberapa peluang emas, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang menjadi masalah utama. Pemain sayap andalan mereka, Cody Gakpo, beberapa kali berusaha mengancam gawang Maroko yang dijaga oleh Yassine Bounou. Gakpo kerap terlibat dalam duel sengit dengan bek sayap Maroko, Ayyoub Bouaddi, dalam perebutan bola di area berbahaya. Meskipun Belanda mendominasi penguasaan bola, rapatnya pertahanan Maroko dan kesigapan Bounou membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Maroko, yang dikenal dengan pola permainan defensif yang solid, sesekali melakukan serangan balik cepat yang merepotkan lini pertahanan Belanda. Namun, kedua tim tampak kesulitan menembus barisan pertahanan lawan masing-masing. Skor kacamata bertahan hingga akhir waktu normal, yang berarti pertandingan harus dilanjutkan ke extra time.

Extra Time: Gol Tandukan & Kebuntuan

Memasuki perpanjangan waktu, intensitas pertandingan semakin meningkat. Kelelahan mulai tampak di antara pemain, namun semangat bertanding tetap tinggi. Pada menit ke-112, kerja sama apik tim Maroko akhirnya membuah hasil. Sepak pojok yang dilepaskan oleh Azzedine Ounahi berhasil dikonversi menjadi gol oleh striker mereka, Youssef En-Nesyri, melalui tandukan keras yang tak terjangkau kiper Andries Noppert. Gol ini sempat memadamkan harapan Belanda.

Namun, tim asuhan Ronald Koeman menunjukkan mentalitas juara. Hanya tiga menit kemudian, pada menit ke-115, Belanda menyamakan kedudukan. Umpan crossing dari kanan berhasil dimanfaatkan oleh Memphis Depay dengan sundulan yang mengarah tepat ke gawang. Skor 1-1 menutup waktu extra time dan membawa pertandingan ke babak paling dramatis: adu penalti.

"Kami sudah melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan ini sebelum penalti. Sayangnya, di momen seperti ini, satu kesalahan kecil bisa menentukan segalanya," ujar kapten Belanda, Virgil van Dijk, selepas pertandingan dengan nada kecewa.

Drama Adu Penalti: Penentuan Nasib

Adu penalti dimulai dengan Belanda mengambil tendangan pertama. Tendangan pertama dari Memphis Depay berhasil masuk. Maroko membalas dengan tendangan yang juga berhasil dari Youssef En-Nesyri. Ketegangan mulai terasa saat pada tendangan ketiga, pemain muda Belanda, Xavi Simons, gagal mengeksekusi dengan baik. Tendangannya bisa dibaca dan ditangkap oleh Bounou.

Kegagalan ini memberikan keuntungan psikologis bagi Maroko. Mereka tetap tenang dan menjalankan semua tendangan mereka dengan sempurna. Sebaliknya, tekanan sepertinya berat bagi Belanda. Pada kesempatan berikutnya, Daley Blind juga gagal mencetak gol karena tendangannya membentur tiang gawang. Dengan keunggulan Maroko yang tak terkejar, tendangan penalti kelima dari Belanda bahkan tidak perlu dilakukan. Skor akhir adu penalti 4-2 untuk kemenangan Maroko.

Pemain dan suporter Belanda tertunduk lesu di lapangan, sementara skuad Maroko merayakan kemenangan historis ini. Maroko melaju ke babak 16 besar, sementara perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026 berakhir lebih awal dari yang diperkirakan banyak pihak.

Reaksi dan Analisis

Pelatih Belanda, Ronald Koeman, mengakui kekecewaan mendalam atas kekalahan tersebut. Ia menyoroti ketidakberuntungan di adu penalti sebagai faktor utama. "Kami sudah memberikan segalanya di lapangan. Sayangnya, adu penalti adalah undian keberuntungan. Hari ini bukan hari keberuntungan kami," ujarnya dalam konferensi pers pasca-pertandingan. Kooman juga memuji semangat juang timnya yang berhasil bangkit dari ketertinggalan di extra time, namun menyesali ketidakmampuan menutup laga di waktu normal.

Di sisi lain, pelatih Maroko, Walid Regragui, memuji disiplin dan mentalitas para pemainnya. "Kami tahu kami akan menghadapi tim hebat dengan kualitas individu yang luar biasa. Tapi kami bermain sebagai satu unit yang solid. Penalti adalah tentang persiapan mental, dan para pemain saya menunjukkan ketenangan yang luar biasa," kata Regragui. Ia menambahkan bahwa kemenangan ini adalah hadiah bagi fans Maroko di seluruh dunia.

Kekalahan ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan beberapa pemain senior Belanda di timnas. Namun, di tengah kekecewaan, pelatih Kooman menegaskan bahwa proses regenerasi tim sudah berjalan dan turnamen ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemain muda seperti Simons dan Gakpo.

[SOCIAL_TWEET]: Drama! Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti 2-4 dari Maroko. Kekecewaan mendalam di kubu Oranje. #PialaDunia2026 #Belanda #Maroko[SOCIAL_TG]: 🚨 SELAMAT TINGGAL ORANJE! 🇳🇱 Belanda gugur dari Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Maroko 🇲🇦. Drama 120 menit + penalti yang bikin nyesek! #WorldCup2026

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User