Bobby Adhityo Rizaldi Ikuti Uji Kelayakan Calon Anggota BPK

Jakarta, Apaberita – Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di hadapan Panitia Seleksi DPR, Selasa (...

Jul 16, 2026 - 05:45
0 0
Bobby Adhityo Rizaldi Ikuti Uji Kelayakan Calon Anggota BPK

Jakarta, Apaberita – Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di hadapan Panitia Seleksi DPR, Selasa (15/4). Ia menjadi satu dari puluhan pendaftar yang bersaing memperebutkan satu kursi kosong di lembaga audit negara periode 2025–2030.

Bobby hadir sekitar pukul 09.30 WIB dengan didampingi sejumlah kolega dari Fraksi Partai Golkar. Ia mengajukan diri melalui mekanisme pendaftaran terbuka yang dibuka DPR sejak 1 Maret lalu. Dalam paparan awalnya, ia menekankan pengalaman panjangnya di bidang pengawasan dan anggaran negara.

Rangkaian Seleksi yang Ketat

Wakil Ketua Panitia Seleksi Calon Anggota BPK, Irfan Hakim, mengungkapkan bahwa tahapan penjaringan kali ini menerapkan standar lebih ketat. “Kami melibatkan tim independen dari akademisi dan praktisi akuntansi forensik untuk memeriksa rekam jejak setiap calon,” ujarnya saat ditemui di ruang rapat Komisi XI. Sebanyak 37 kandidat telah menyerahkan berkas, namun hanya 12 orang yang lolos ke tahap wawancara dan presentasi makalah.

Bobby termasuk dalam kelompok pertama yang dijadwalkan presentasi hari ini. Ia membawakan makalah bertema “Penguatan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara melalui Audit Berbasis Risiko di Era Digital.” Panitia memberikan waktu 30 menit untuk pemaparan dan 60 menit sesi tanya jawab.

Jejak Karier dan Kompetensi

Bobby bukan nama baru di parlemen. Ia telah dua periode menjabat di Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan intelijen. Selama bertugas, ia kerap terlibat dalam pembahasan anggaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta nota kesepahaman pertahanan lintas negara. Rekam jejaknya di Badan Anggaran DPR menjadi nilai tambah karena BPK tidak hanya mengaudit kementerian dan lembaga, tapi juga proyek strategis nasional.

“Pengalaman mengkaji postur anggaran pertahanan yang kompleks memberi saya perspektif tentang celah-celah kebocoran yang sering tidak terdeteksi audit konvensional,” kata Bobby di hadapan panitia. Ia juga mengantongi sertifikasi Certified Government Audit Professional (CGAP) dari Institute of Internal Auditors serta gelar magister keuangan negara dari Universitas Indonesia.

Dukungan dan Tantangan

Sejumlah kolega di Komisi I menyampaikan dukungan terbuka. Ketua Komisi I, Meutya Hafid, dalam kesempatan terpisah menyebut Bobby sebagai “legislator teliti yang memahami seluk-beluk birokrasi pertahanan.” Meski demikian, Bobby juga menghadapi kritik dari sejumlah organisasi masyarakat sipil yang mempertanyakan potensi konflik kepentingan mengingat istrinya menjabat direktur di salah satu BUMN pertahanan. Bobby membantah hal itu dan menyatakan siap menandatangani pakta integritas serta melepaskan segala afiliasi bisnis keluarga jika terpilih.

Panitia seleksi akan mengumumkan tiga nama terpilih pada 2 Mei 2025 untuk kemudian diserahkan kepada Presiden dan DPR dalam sidang paripurna. Selain Bobby, sejumlah kandidat kuat lain adalah mantan auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan akademisi akuntansi dari Universitas Gadjah Mada.

Pandangan ke Depan

Dalam sesi tanya jawab, Bobby mendapat pertanyaan tajam tentang digitalisasi audit. Ia menjawab dengan memaparkan rencana penerapan continuous auditing menggunakan kecerdasan buatan untuk memonitor transaksi keuangan negara secara real-time. “BPK harus bertransformasi dari watchdog menjadi early warning system. Itu misi saya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi BPK dengan lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan Agung dan KPK. “Temuan audit harus cepat ditindaklanjuti, bukan hanya menjadi laporan tebal yang berdebu. Saya akan dorong nota kesepahaman yang lebih mengikat antarlembaga,” imbuhnya.

Proses seleksi anggota BPK kali ini dipantau langsung oleh perwakilan dari Kantor Staf Presiden dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Mereka memastikan prinsip transparansi dan meritokrasi terpenuhi. Bobby menyatakan kesiapannya untuk menjalani seluruh tahapan hingga akhir. “Saya tidak membawa beban politik. Saya datang untuk mengabdi pada negara melalui jalur profesional,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User