Satu Korban Penusukan Acak Tangerang Masih Dirawat di ICU
TANGERANG — Aksi penusukan secara acak yang terjadi di wilayah Kota Tangerang pada Kamis, 11 Juli 2026, mengakibatkan lima orang mengalami luka tusuk. Hingga berita ini diturunkan, seorang korban ma...
TANGERANG — Aksi penusukan secara acak yang terjadi di wilayah Kota Tangerang pada Kamis, 11 Juli 2026, mengakibatkan lima orang mengalami luka tusuk. Hingga berita ini diturunkan, seorang korban masih menjalani perawatan intensif di ruang Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang akibat cedera serius yang dideritanya.
Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Andi Wahyu, dalam keterangan persnya menegaskan bahwa pelaku berinisial KM telah ditangkap tidak lama setelah kejadian. “Kami mengamankan terduga pelaku dalam waktu kurang dari dua jam setelah laporan pertama masuk,” ujarnya di Markas Polres Metro Tangerang Kota, Jumat (12/7).
Menurut Kombes Andi, seluruh korban adalah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian saat peristiwa berlangsung. Empat korban lainnya kini dirawat di ruang perawatan biasa RS yang sama dan dalam kondisi stabil. Pihak kepolisian masih mendalami motif penusukan tersebut, termasuk keterangan dari keluarga pelaku dan saksi-saksi di lapangan.
Kronologi Kejadian di Tengah Keramaian
Insiden bermula sekitar pukul 15.30 WIB di kawasan Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang. Berdasarkan rekaman kamera pengawas dan keterangan saksi, pelaku yang sebelumnya berjalan kaki di area pertokoan tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan menusuk orang-orang yang berada di dekatnya secara membabi buta. Sejumlah pedagang dan warga yang panik berhamburan menyelamatkan diri, sementara korban pertama roboh di depan sebuah kios pakaian.
Tidak berhenti di satu titik, pelaku bergerak cepat menuju sisi selatan pasar dan kembali menusuk dua orang yang tengah duduk di warung kopi. Aksi berlanjut hingga seorang pengemudi ojek konvensional dan seorang ibu yang baru saja turun dari angkutan kota turut menjadi sasaran. Keributan yang terjadi kemudian memicu respons cepat dari petugas keamanan pasar dan anggota Polsek Tangerang yang kebetulan melintas.
“Saya dengar teriakan minta tolong, lalu saya lihat ada orang berlumuran darah. Pelaku masih memegang pisau dan berusaha melarikan diri ke arah terminal,” kata Hendra, salah seorang saksi mata. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung membubarkan massa dan mengejar pelaku yang sempat menghilang di antara bangunan pertokoan.
Penangkapan Pelaku dan Barang Bukti
Tim gabungan dari Polsek Tangerang dan Satuan Reskrim Polres Metro Tangerang Kota segera melakukan penyisiran. Pelaku berhasil ditangkap sekitar pukul 17.00 WIB di sebuah rumah kos di Jalan Merdeka Raya, tidak jauh dari tempat kejadian. “Saat ditangkap, KM tidak melawan. Kami juga menyita satu bilah pisau yang diduga digunakan untuk menusuk para korban,” jelas Kombes Andi. Barang bukti telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut, termasuk uji laboratorium terhadap bercak darah yang menempel di senjata tajam tersebut.
Polisi memastikan bahwa pelaku merupakan warga Kota Tangerang dengan riwayat pekerjaan serabutan. Berdasarkan pemeriksaan awal, KM mengaku tidak mengenali satu pun korbannya, yang memperkuat indikasi bahwa penusukan dilakukan secara acak. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi dan kejiwaan dari tim dokter spesialis,” imbuhnya.
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Direktur RSUD Kabupaten Tangerang, dr. Mira Andriani, dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa satu korban yang dirawat di ICU mengalami luka tusuk di bagian perut dan dada yang menyebabkan pendarahan hebat. “Pasien sudah menjalani operasi darurat dan saat ini dalam pemantauan ketat tim medis,” ujarnya. Sementara itu, empat korban lain menderita luka di lengan, bahu, dan punggung dengan tingkat keparahan sedang, dan dijadwalkan menjalani konseling trauma pascaperistiwa.
Kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Pemerintah Kota Tangerang untuk memberikan bantuan biaya pengobatan kepada seluruh korban. Kombes Andi menegaskan bahwa negara hadir untuk menjamin keselamatan dan pemulihan warga yang menjadi korban. “Kami pastikan proses hukum berjalan transparan dan korban mendapat pendampingan yang layak,” tegasnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait insiden tersebut. Hingga saat ini, situasi di Kota Tangerang telah kembali kondusif dengan penambahan patroli di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Baca juga:
Comments (0)