Prabowo Serukan Sinergi di Puncak Hari Koperasi Nasional
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Sabtu (12/7/2026). Kehadiran kepala n...
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Sabtu (12/7/2026). Kehadiran kepala negara di tengah ribuan pelaku koperasi dari seluruh Indonesia menjadi penanda komitmen pemerintah dalam menjadikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Sinergi dan kolaborasi menjadi pesan sentral yang disampaikan sepanjang acara, menegaskan bahwa gerakan koperasi memerlukan kerja sama lintas pemangku kepentingan agar mampu menghadapi tantangan ekonomi global.
Pidato Kenegaraan di Hadapan Ribuan Pelaku Koperasi
Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa koperasi merupakan perwujudan sistem nilai gotong royong yang menjadi identitas bangsa. “Koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan sebuah sistem nilai yang mengedepankan kebersamaan dan keadilan ekonomi. Tanpa sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, koperasi tidak akan mampu bersaing di era disrupsi digital dan liberalisasi perdagangan,” ujar Presiden. Ia juga memaparkan sejumlah langkah strategis yang telah dan akan ditempuh pemerintah, termasuk penyederhanaan regulasi, penguatan kelembagaan, serta peningkatan akses pembiayaan. Sebanyak 127.483 koperasi aktif tercatat di Kementerian Koperasi dan UKM per Juni 2026, dengan total volume usaha mencapai Rp324 triliun. “Angka ini harus terus kita tingkatkan, bukan hanya kuantitas, tetapi kualitas keanggotaan dan tata kelola yang profesional,” tegas Prabowo. Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi yang mendampingi Presiden menambahkan bahwa sejak awal tahun pihaknya telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) khusus koperasi senilai Rp17,6 triliun kepada 2.200 koperasi primer di 34 provinsi.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Akselerasi
Salah satu sesi penting dalam puncak peringatan tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan tiga badan usaha milik negara: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Kerja sama ini bertujuan memperluas akses pembiayaan, mendorong digitalisasi layanan koperasi, serta membuka kanal pemasaran produk koperasi melalui platform e-commerce dan jaringan ritel energi. “Kolaborasi ini bukti nyata bahwa koperasi tidak bisa berjalan sendiri. Dengan melibatkan BUMN strategis, kita ingin menciptakan ekosistem yang memungkinkan koperasi naik kelas,” kata Budi Arie di sela-sela penandatanganan.
Selain itu, pemerintah juga meluncurkan program “Koperasi Modern Digital” yang menargetkan 50.000 koperasi telah mengadopsi sistem tata kelola berbasis teknologi informasi pada akhir 2027. Program ini mencakup pendampingan literasi digital, integrasi dengan layanan perbankan digital, serta pengembangan aplikasi bersama untuk manajemen simpan pinjam dan rantai pasok. Nilai investasi program ini diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun yang bersumber dari APBN, dana tanggung jawab sosial BUMN, dan kerja sama internasional.
Target Ambisius 2030 dan Peran Generasi Muda
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo memaparkan target besar yang menjadi acuan pembangunan perkoperasian nasional. Pemerintah menetapkan kontribusi koperasi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional naik dari 3,5 persen menjadi minimal 5 persen pada 2030. Untuk mencapai sasaran tersebut, strategi pengembangan difokuskan pada tiga sektor unggulan: pertanian, perikanan, dan ekonomi kreatif. “Kami yakin koperasi pertanian dan nelayan bisa menjadi ujung tombak ketahanan pangan dan energi nasional. Generasi muda harus kami libatkan langsung agar lahir wirausaha-wirausaha baru berbasis koperasi,” ujar Presiden.
Sejalan dengan visi itu, Kemenkop UKM mengalokasikan anggaran sebesar Rp800 miliar untuk program inkubasi wirausaha muda koperasi. Program ini menyasar 10.000 pemuda di seluruh Indonesia yang akan dibekali pelatihan manajemen koperasi, akses permodalan lunak, serta pendampingan selama dua tahun. “Ini adalah investasi jangka panjang. Jika setiap koperasi memiliki kader muda yang melek teknologi, modernisasi gerakan koperasi akan berjalan alami,” tutur Budi Arie.
Komitmen Berkelanjutan di Tengah Dinamika Global
Di penghujung acara, Presiden bersama Menteri Koperasi menyerahkan penghargaan kepada 79 koperasi teladan yang dinilai berhasil menerapkan tata kelola transparan dan inovasi layanan. Penghargaan itu diharapkan menjadi pemacu bagi koperasi lain untuk terus berbenah. “Dengan arahan Bapak Presiden, kami optimistis gerakan koperasi Indonesia akan menjadi lebih modern, inklusif, dan berdaya saing. Kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” ujar Budi Arie menutup sesi.
Puncak Harkopnas ke-79 ini sekaligus menjadi penegasan bahwa koperasi tetap relevan sebagai instrumen pemerataan ekonomi, terlebih di tengah ketidakpastian global yang menuntut kemandirian bangsa. Pemerintah berjanji akan terus menindaklanjuti komitmen tersebut dalam Rapat Koordinasi Teknis Perkoperasian yang dijadwalkan pada November mendatang.
Baca juga:
Comments (0)