Profil Rugaiya Usman, Istri Setia Jenderal Wiranto yang Wafat
Jakarta — Kabar duka mendalam menyelimuti keluarga besar Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Istri tercinta, Rugaiya Usman, meninggal dunia di Jakarta pada usia 73 tahun. Almarhumah mengembuskan napas tera...
Jakarta — Kabar duka mendalam menyelimuti keluarga besar Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Istri tercinta, Rugaiya Usman, meninggal dunia di Jakarta pada usia 73 tahun. Almarhumah mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto setelah berjuang melawan penyakit kronis yang dideritanya. Kepergian mendadak ini menyisakan duka bagi para kerabat, kolega, dan masyarakat yang mengenal sosoknya.
Darah Bugis dan Perjalanan Hidup
Rugaiya Usman lahir di Watampone, Sulawesi Selatan, pada 5 Mei 1951. Ia merupakan putri dari keluarga terpandang di Bone. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di Makassar, ia melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Rugaiya dikenal sebagai pribadi yang cerdas, sederhana, dan memiliki jiwa sosial tinggi. Pertemuan dengan Wiranto, yang kala itu seorang perwira muda TNI Angkatan Darat, terjadi pada awal 1970‑an di Makassar. Keduanya menikah pada 12 Agustus 1975 dan dikaruniai tiga anak: Indra Wiranto, Irawati Wiranto, dan Chandra Wiranto.
Pendamping Setia Karier Militer dan Politik
Sebagai istri prajurit, Rugaiya setia mendampingi Wiranto dalam setiap penugasan di berbagai daerah. Dari mulai bertugas di Kodam hingga akhirnya menjabat Panglima ABRI pada 1998‑1999 dan kemudian menjadi Menko Polhukam serta calon presiden pada 2004 dan 2009. Dalam masa‑masa genting reformasi 1998, sosoknya menjadi penyejuk di tengah tekanan politik yang dialami suaminya. "Ibu adalah benteng keluarga. Beliau selalu mengingatkan agar suaminya tetap tenang dan bijak mengambil keputusan," ujar salah seorang kerabat dekat.
Kiprah dalam Organisasi Kemasyarakatan
Rugaiya aktif dalam Persit Kartika Chandra Kirana, wadah istri prajurit TNI AD. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Persit periode 1998‑1999 ketika suaminya menjadi Panglima ABRI. Di bawah kepemimpinannya, Persit banyak melaksanakan kegiatan sosial, termasuk bakti kesehatan, bantuan pendidikan, dan pemberdayaan perempuan di sekitar asrama militer. Setelah Wiranto purnatugas, ia tetap terlibat dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Kartika Jaya dan Majelis Taklim. "Ibu Rugaiya sangat perhatian pada kesejahteraan keluarga prajurit. Ia sering turun langsung ke lapangan," kenang seorang pengurus Persit.
Sosok Religius dan Bersahaja
Di luar kegiatan resmi, Rugaiya dikenal sebagai muslimah yang taat dan rendah hati. Ia rutin mengikuti pengajian dan sering berbagi kepada kaum dhuafa. Kebiasaan hidup sederhana menjadi teladan bagi banyak kalangan, meskipun suaminya pernah menduduki jabatan tinggi. Tidak sedikit kolega yang mengagumi sikap rendah hati Ibu Rugaiya. "Ia tidak pernah memamerkan status atau kekayaan. Rumahnya selalu terbuka untuk siapa pun yang membutuhkan bantuan," tutur sahabat dekat almarhumah.
Penyakit dan Perjuangan Terakhir
Sejak beberapa tahun terakhir, kesehatan Rugaiya menurun akibat komplikasi penyakit diabetes dan jantung. Meski demikian, ia tetap berusaha tampil tegar di depan keluarga. Perawatan intensif di RSPAD sempat memberikan harapan, namun takdir berkata lain. Pada Minggu pagi yang tenang, ia dipanggil menghadap Sang Pencipta. Wiranto dan anak‑anak setia menunggui di sisi ranjang hingga detik‑detik terakhir. "Kami ikhlas melepaskan kepergian ibu. Beliau telah berjuang dengan gagah menghadapi sakitnya," ujar salah seorang putra almarhumah sambil menahan air mata.
Ucapan Duka dan Rencana Pemakaman
Kabar wafatnya Rugaiya Usman segera menyebar dan memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan. Presiden Joko Widodo menyampaikan duka mendalam melalui sambungan telepon kepada Wiranto. Para menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan partai politik, dan mantan rekan sejawat di TNI berdatangan ke rumah duka di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang juga sahabat dekat Wiranto, tampak hadir memberikan penghormatan terakhir.
Rencananya, jenazah akan disemayamkan di rumah duka hingga Senin pagi, sebelum diberangkatkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Upacara pemakaman akan dipimpin langsung oleh Panglima TNI dengan penghormatan militer penuh, sesuai tradisi bagi istri purnawirawan perwira tinggi. Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan menjadi pelayat dan memberikan sambutan penghormatan. "Ini adalah kehilangan besar bagi kita semua. Ibu Rugaiya adalah contoh teladan bagi para istri pemimpin negeri," ujar Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.
Warisan Kenangan Abadi
Wafatnya Rugaiya Usman meninggalkan kenangan manis tentang kesetiaan, pengabdian, dan keikhlasan seorang istri yang mendampingi suami dalam suka dan duka negara. Banyak pihak berharap agar nilai‑nilai luhur yang diwariskan almarhumah terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda. Keluarga besar Wiranto pun memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Baca juga:
Comments (0)