Dewan Keamanan PBB Rampungkan Dialog Tiga Calon Sekjen

Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York menjadi saksi rampungnya rangkaian dialog informal antara Dewan Keamanan (DK) dan tiga kandidat yang bersaing memperebutkan posisi Sekretaris Jender...

Jul 12, 2026 - 12:27
0 0
Dewan Keamanan PBB Rampungkan Dialog Tiga Calon Sekjen

Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York menjadi saksi rampungnya rangkaian dialog informal antara Dewan Keamanan (DK) dan tiga kandidat yang bersaing memperebutkan posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB periode 2027–2031, Selasa (14/4). Kegiatan yang berlangsung secara tertutup ini merupakan tahap krusial dalam proses seleksi pemimpin organisasi multilateral terbesar di dunia tersebut.

Format Diskusi Terstruktur

Selama dua hari berturut-turut, masing-masing kandidat diberi kesempatan menyampaikan pernyataan visi selama 30 menit, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama perwakilan lima belas negara anggota DK. Setiap kandidat mendapat alokasi waktu 90 hingga 120 menit untuk menjawab pertanyaan seputar isu perdamaian global, reformasi lembaga, perubahan iklim, hingga penanganan krisis kemanusiaan. Format serupa telah diterapkan sejak pemilihan Sekjen tahun 2016 guna meningkatkan transparansi proses rekrutmen.

Ketua DK PBB periode April 2026, Duta Besar Jepang Kimihiro Ishikane, menegaskan bahwa dialog ini bukan sekadar seleksi administratif. “Kami menggali substansi pemikiran para calon pemimpin PBB. Dunia menghadapi tantangan yang kian rumit, dan kami membutuhkan figur yang tidak hanya memahami diplomasi tradisional, tetapi juga mampu merangkul inovasi dan transformasi digital,” ujarnya dalam keterangan pers usai sesi terakhir.

Tiga Kandidat Paparkan Visi

Kandidat pertama yang menjalani dialog adalah Dr. Amina Okonjo, mantan Menteri Keuangan Nigeria dan pejabat tinggi Bank Dunia. Ia menekankan pentingnya reformasi arsitektur keuangan global agar negara berkembang memiliki akses lebih adil terhadap pendanaan pembangunan. “PBB harus menjadi lokomotif keadilan fiskal. Tanpa pembiayaan yang memadai, target-target pembangunan berkelanjutan hanya akan menjadi ilusi,” demikian kutip pernyataan tertulis yang dibagikan tim kampanyenya. Okonjo juga menyinggung perlunya memperkuat mekanisme pencegahan konflik melalui pemberdayaan perempuan di wilayah rawan.

Kandidat kedua, Duta Besar Juan Carlos Varela dari Panama, diplomat karir dengan pengalaman lebih dari dua dekade di jajaran PBB, menyoroti urgensi reformasi Dewan Keamanan itu sendiri. “Keanggotaan DK saat ini tidak lagi mencerminkan realitas geopolitik abad ke-21. Kita membutuhkan representasi yang lebih inklusif dari kawasan Amerika Latin, Afrika, dan Asia,” tegasnya. Varela juga memaparkan rencana konkret mempercepat digitalisasi seluruh badan PBB agar pelayanan kemanusiaan bisa lebih responsif di masa darurat.

Sementara itu, kandidat ketiga, Profesor Li Wei dari Tiongkok, akademisi sekaligus utusan khusus perubahan iklim, menempatkan krisis iklim sebagai agenda sentral. Ia memaparkan cetak biru kolaborasi Global South untuk transisi energi yang tidak merugikan negara-negara bergantung pada industri ekstraktif. “Perubahan iklim adalah ancaman keamanan global terbesar. Sekjen PBB berikutnya harus bertindak sebagai jembatan antara negara maju dan berkembang dalam isu ini, bukan sekadar mengulang komitmen tanpa eksekusi,” katanya menjawab pertanyaan delegasi Denmark.

Proses Pemilihan dan Tahapan Selanjutnya

Berdasarkan Piagam PBB, Sekjen diangkat oleh Majelis Umum atas rekomendasi DK. Dalam praktiknya, Dewan Keamanan terlebih dahulu menggelar serangkaian pemungutan suara jerami (straw poll) yang bersifat rahasia untuk menyaring kandidat. Suara negara anggota tetap—Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Prancis, dan Inggris—diberi warna berbeda dari negara anggota tidak tetap untuk mendeteksi kemungkinan veto. Putaran pertama straw poll dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026, dan hasilnya tidak dipublikasikan secara resmi, hanya diinformasikan kepada masing-masing kandidat.

Informasi yang dihimpun Apaberita menyebutkan, setidaknya masih terdapat dua nama lain yang disebut-sebut bakal turut meramaikan bursa pencalonan, yakni mantan Presiden Kroasia dan seorang diplomat senior dari kawasan Timur Tengah. Namun demikian, hingga tenggat pendaftaran yang ditetapkan DK pada 31 Maret lalu, baru tiga kandidat yang resmi menyerahkan dokumen pencalonan beserta surat dukungan dari negara asal.

Masa jabatan Sekjen PBB saat ini, António Guterres, akan berakhir pada 31 Desember 2026. Ia tidak dapat mencalonkan diri kembali karena telah menjalani dua periode sesuai resolusi Majelis Umum. Sosok penggantinya diprediksi akan diumumkan secara resmi oleh DK paling lambat September 2026, sebelum diserahkan ke Majelis Umum untuk pengesahan pada Oktober.

Respon Masyarakat Sipil

Sejumlah organisasi non-pemerintah yang tergabung dalam koalisi UN Monitor menyambut baik penyelenggaraan dialog informal ini, meski tetap melontarkan kritik. Mereka menilai proses seleksi masih kurang inklusif karena minimnya keterlibatan publik dalam memberikan masukan langsung. “Dialog tertutup dengan DK memang penting, tetapi rakyat dunia yang terdampak langsung oleh kebijakan PBB juga berhak mengetahui dan menilai kapasitas para kandidat melalui debat publik yang disiarkan secara global,” ujar Koordinator UN Monitor, Sarah Fitzpatrick, kepada Apaberita.

Terlepas dari itu, para diplomat di New York melihat dialog informal kali ini berjalan lebih substantif dibandingkan edisi sebelumnya. “Para kandidat tidak hanya mengulang klise diplomatik. Mereka datang dengan data, rencana aksi, dan keberanian menyebut masalah-masalah struktural yang selama ini dihindari,” kata seorang diplomat Eropa yang enggan disebutkan namanya.

Dengan rampungnya tahap ini, perhatian kini tertuju pada ruang-ruang negosiasi di balik pintu tertutup DK. Tarik-menarik kepentingan negara besar dipastikan akan mewarnai putaran-putaran straw poll. Namun harapan tetap tersemat pada lahirnya pemimpin baru yang mampu menjawab kerinduan akan multilateralisme yang efektif dan berkeadilan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User