Spanyol Taklukkan Belgia 1-0 Berkat Gol Mikel Merino di Los Angeles

Los Angeles, 11 Juli 2026 – Spanyol memastikan tempat di babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor tipis 1-0 dalam laga perempat final yang berlangsung di Stadion ...

Jul 12, 2026 - 12:28
0 1
Spanyol Taklukkan Belgia 1-0 Berkat Gol Mikel Merino di Los Angeles

Los Angeles, 11 Juli 2026 – Spanyol memastikan tempat di babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor tipis 1-0 dalam laga perempat final yang berlangsung di Stadion SoFi, Inglewood, Los Angeles, Sabtu (11/7) waktu setempat. Gol tunggal kemenangan La Roja dicetak oleh gelandang serang Mikel Merino pada menit ke-68 melalui sundulan memanfaatkan situasi sepak pojok. Hasil ini membawa Spanyol selangkah lebih dekat ke partai puncak dan akan menghadapi pemenang antara Argentina dan Portugal di semifinal.

Pertandingan yang disaksikan langsung oleh 70.240 penonton ini berjalan ketat sejak menit awal. Kedua tim saling jual beli serangan, namun kokohnya lini belakang membuat peluang emas sulit tercipta. Spanyol menguasai penguasaan bola hingga 62 persen, tetapi Belgia beberapa kali merepotkan melalui serangan balik cepat yang digalang Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa kunci kemenangan timnya terletak pada kesabaran dan efektivitas memanfaatkan bola mati. “Belgia adalah tim yang sangat terorganisasi. Kami tahu akan sulit mencetak gol dari permainan terbuka. Gol dari situasi set piece menjadi pembeda dan itu bagian dari rencana yang sudah kami latih,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.

Momen Krusial Gol Merino

Satu-satunya gol dalam laga ini lahir pada menit ke-68. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Pedri dari sisi kanan penyerangan Spanyol, bola meluncur deras ke tiang jauh. Mikel Merino yang lepas dari kawalan Zeno Debast melompat lebih tinggi dan menyundul bola ke pojok kiri bawah gawang yang dikawal Thibaut Courtois. Kiper Real Madrid itu hanya mampu memandang bola bersarang di jala gawangnya.

Merino, yang kini bermain untuk Arsenal, tidak mampu menyembunyikan kegembiraannya. “Ini adalah momen yang selalu saya impikan sejak kecil. Mencetak gol di perempat final Piala Dunia dan membawa tim melaju. Saya hanya fokus melakukan pergerakan yang tepat dan beruntung sundulan saya berhasil,” ucap pemain berusia 30 tahun itu. Gol tersebut merupakan gol ketiga Merino sepanjang turnamen ini, menjadikannya sebagai salah satu pemain paling produktif dari lini kedua Spanyol.

Dominasi Bertahan dan Kreativitas Lini Tengah

Sepanjang pertandingan, Spanyol mampu meredam agresivitas Belgia yang kerap mengandalkan umpan-umpan terobosan Kevin De Bruyne. Duet bek tengah Pau Cubarsí dan Robin Le Normand tampil solid. Cubarsí mencatat 7 sapuan dan 4 intersep, sementara Le Normand menang dalam 6 dari 8 duel udara. Gelandang bertahan Rodri menjadi jangkar yang menyaring serangan Belgia sebelum memasuki sepertiga akhir lapangan, mencatat 12 pemulihan bola dan akurasi oper mencapai 94 persen.

Di sisi lain, Belgia sebenarnya memiliki peluang emas pada menit ke-34 ketika sepakan Romelu Lukaku dari dalam kotak penalti masih bisa ditepis oleh kiper Unai Simón. Simón melakukan penyelamatan krusial dengan menjatuhkan diri ke arah kanan. Lukaku mengakui ketajamannya tumpul pada malam itu. “Kami mencoba, tapi Spanyol bertahan luar biasa. Satu peluang saja tidak cukup di level ini,” katanya singkat di zona campuran.

Belgia Gagal Ulangi Kejutan

Kekalahan ini mengakhiri ambisi Belgia untuk mengulangi pencapaian semifinal di Piala Dunia 2018. Tim asuhan Domenico Tedesco tampil tanpa beberapa pemain kunci karena akumulasi kartu dan cedera, termasuk Amadou Onana yang absen akibat cedera hamstring. Meskipun begitu, Tedesco menolak menjadikan absennya pemain sebagai alasan. “Kami lawan tim terbaik dunia malam ini. Spanyol bermain sangat efisien dan layak menang,” ujar Tedesco.

Data statistik mencatat Spanyol melepaskan 14 tembakan dengan 5 tepat sasaran, sedangkan Belgia hanya 9 tembakan dengan 2 di antaranya mengarah ke gawang. Penguasaan bola Spanyol yang dominan bukan hanya angka, melainkan benar-benar digunakan untuk mengontrol ritme dan mematikan transisi cepat Belgia.

Kemenangan ini melanjutkan rekor impresif Spanyol yang belum terkalahkan dalam 23 pertandingan resmi di bawah asuhan De la Fuente. Dengan kombinasi pemain muda dan pengalaman, La Roja semakin difavoritkan untuk mengulangi kejayaan Piala Dunia edisi 2010. Dukungan dari puluhan ribu pendukung yang hadir di Los Angeles pun menjadi energi tambahan bagi skuad asuhan De la Fuente.

Spanyol kini menantikan lawan di semifinal yang akan dimainkan pada Rabu (15/7) di Stadion AT&T, Arlington, Texas. Apakah perjalanan mereka akan berlanjut hingga final? Gelar juara dunia kedua semakin dekat, namun masih ada dua pertandingan berat yang harus ditaklukkan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User