QRIS Jelajah Kuliner 2026 Digelar BI Tegal Perluas Pembayaran Digital

Tegal, Apaberita – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal kembali menggelar program Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026. Kegiatan tahunan ini diluncur...

Jul 12, 2026 - 13:19
0 0

Tegal, Apaberita – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal kembali menggelar program Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026. Kegiatan tahunan ini diluncurkan sebagai upaya strategis mendorong penerimaan sistem pembayaran berbasis kode QR di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner, di wilayah eks-Keresidenan Pekalongan dan Banyumas.

Acara pembukaan berlangsung di pusat kuliner Jalan Veteran, Kota Tegal, pada Sabtu lalu. Ratusan pedagang kaki lima, pemilik kafe, dan restoran turut serta. Mereka didampingi oleh perwakilan perbankan, penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP), serta pemerintah daerah setempat.

Rangkaian Kegiatan dan Jangkauan

QJI 2026 tidak sekadar seremoni simbolik. Kepala Perwakilan BI Tegal, Dian Rahmawati, menyatakan bahwa program ini dirancang terintegrasi dengan perluasan akuisisi merchant baru. “Kami menargetkan 5.000 pedagang kuliner di kabupaten dan kota dalam cakupan kerja kami resmi menggunakan QRIS pada akhir triwulan ketiga ini,” ujarnya di sela pembukaan.

Rangkaian kegiatan meliputi edukasi dan pelatihan teknis kepada pedagang, sosialisasi manfaat QRIS bagi pencatatan keuangan usaha, serta kompetisi jelajah kuliner berbasis transaksi digital. Masyarakat diajak bertransaksi menggunakan QRIS di gerai-gerai yang telah terdaftar, dan setiap transaksi berpotensi mendapatkan hadiah langsung. Dari pantauan Apaberita, stan-stan pendaftaran QRIS yang disediakan bank mitra dipenuhi antrean pedagang yang baru pertama kali mendaftar.

Kegiatan ini juga menyasar kawasan wisata kuliner di Brebes, Pemalang, Pekalongan, dan Purwokerto. Pelaksanaan dilakukan bertahap dengan metode “pick up service”, yakni tim perbankan mendatangi sentra-sentra kuliner untuk memproses pendaftaran di tempat.

Percepatan Digitalisasi Transaksi Mikro

Menurut Dian Rahmawati, sektor kuliner dipilih karena memiliki volume transaksi harian yang tinggi tetapi masih banyak yang bergantung pada uang tunai. Data internal BI Tegal menunjukkan, hingga akhir 2025, dari sekitar 120.000 UMKM di wilayah kerja BI Tegal, baru 42 persen yang terakuisisi sebagai merchant QRIS. Sektor makanan dan minuman menyumbang porsi terbesar dari potensi yang belum tergarap.

“Dengan QJI, kami ingin menciptakan efek demonstrasi. Jika pedagang melihat rekannya lebih praktis menerima pembayaran, pencatatan otomatis, dan menghindari uang palsu, adopsi akan lebih cepat menyebar,” tambahnya. BI Tegal mencatat, selama QJI edisi tahun lalu, volume transaksi QRIS di kota penyelenggara melonjak rata-rata 27 persen pada bulan pelaksanaan.

Pemerintah Kota Tegal melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Budi Santoso, menyambut baik inisiatif ini. “Program ini selaras dengan visi kami mewujudkan Tegal sebagai kota jasa dan perdagangan berbasis digital. Kami akan memfasilitasi agar seluruh kantin sekolah, pasar tradisional, dan destinasi wisata di Tegal segera mengadopsi QRIS,” katanya.

Antusiasme Pelaku Usaha

Salah satu pedagang nasi lengko di kawasan Jalan Veteran, Aminah (52), mengaku baru pertama kali menggunakan QRIS setelah didaftarkan oleh petugas BRI pada hari pembukaan. “Biasanya saya hanya terima uang tunai, kadang susah mencari kembalian. Sekarang tinggal tunjukkan kode, uang langsung masuk. Saya juga tidak takut uang palsu,” tuturnya. Pedagang lain, pemilik Bakso Granat Mas Tri, mengatakan bahwa setelah sebelumnya hanya menggunakan transfer bank, QRIS memudahkan pembeli dari berbagai dompet digital.

BI Tegal menegaskan komitmennya untuk memastikan keamanan dan keandalan sistem. Seluruh merchant QRIS yang terdaftar telah melalui proses know your customer (KYC) terstandar. Selain itu, BI bersama PJSP terus melakukan pengawasan terhadap kelancaran settlement dana.

Kegiatan QJI 2026 dijadwalkan berlangsung hingga akhir Agustus mendatang. Melalui inisiatif ini, BI berharap ekosistem ekonomi digital di wilayah Jawa Tengah bagian barat terus menguat, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User