OJK Bali, AFTECH, dan Easycash Dorong Literasi Keuangan Digital Pemuda
Denpasar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan platform pinjaman digital Easycash menggelar program
Denpasar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan platform pinjaman digital Easycash menggelar program literasi keuangan terpadu bagi generasi muda dan pelaku wirausaha lokal pada akhir pekan lalu. Kegiatan bertajuk "Cerdas Kelola Dana Digital" ini diikuti ratusan mahasiswa, pelaku UMKM, dan startup muda di Denpasar sebagai upaya membentengi masyarakat dari jerat pinjaman online ilegal serta membangun budaya keuangan yang bertanggung jawab.
Inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap maraknya penggunaan layanan pinjaman daring yang tidak diimbangi pemahaman risiko dan hak konsumen. Survei OJK tahun sebelumnya menunjukkan indeks literasi keuangan digital di Bali baru menyentuh angka 49 persen, masih di bawah rata-rata nasional. Padahal, penetrasi internet dan transaksi keuangan digital di Pulau Dewata tumbuh pesat seiring geliat pariwisata dan ekonomi kreatif.
Tingginya Potensi Jebakan Pinjol Ilegal
Kepala OJK Provinsi Bali, Kristianingsih P., dalam sambutannya menekankan bahwa generasi muda—terutama Gen Z dan milenial—adalah kelompok paling rentan terpapar iklan pinjaman online yang agresif. "Kami melihat fenomena anak muda yang terjebak utang konsumtif hanya karena tidak paham bunga dan denda. Mereka butuh bekal literasi sebelum mengakses layanan, bukan setelah terlilit," ujarnya.
"Kami mendorong agar setiap calon peminjam membaca syarat dan ketentuan secara saksama, memastikan platform telah berizin OJK, dan merencanakan kemampuan bayar dengan jujur. Literasi bukan sekadar pengetahuan, tetapi juga sikap dan perilaku."
- Kristianingsih P., Kepala OJK Provinsi Bali
Data Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat sepanjang tahun lalu terdapat 234 entitas pinjaman online ilegal yang masih beroperasi dan menyasar masyarakat Bali. Modus penagihan dengan kekerasan dan penyebaran data pribadi menjadi ancaman serius. Oleh karena itu, OJK Bali menggandeng asosiasi fintech legal untuk memperkuat kanal edukasi tatap muka sekaligus kampanye digital.
Easycash Bawa Inovasi Simulasi Interaktif
Pada kesempatan yang sama, Head of Public Policy & Government Relations Easycash, Arif Rahman, memaparkan bahwa perusahaan tidak hanya berperan sebagai penyalur dana, tetapi juga garda terdepan perlindungan konsumen. Easycash menghadirkan booth Smart Borrowing Simulator—aplikasi sederhana berbasis web yang memungkinkan pengunjung mensimulasikan pinjaman lengkap dengan kalkulasi bunga, tenor, dan simulasi gagal bayar. "Kami ingin pengguna merasakan langsung konsekuensi finansial dari setiap keputusan pinjaman. Edukasi interaktif seperti ini lebih membekas daripada ceramah satu arah," jelas Arif.
"Easycash berkomitmen menyeimbangkan inklusi dan literasi. Akses mudah harus dibarengi pemahaman risiko. Kami secara rutin menyematkan modul edukasi dalam aplikasi dan menggelar pelatihan ke sekolah-sekolah vokasi di seluruh Indonesia."
- Arif Rahman, Head of Public Policy & Government Relations Easycash
Easycash juga memperkenalkan fitur Credit Scoring Awareness yang akan segera dirilis, di mana pengguna dapat melihat estimasi skor kredit mereka berdasarkan riwayat penggunaan aplikasi. Langkah ini diharapkan menumbuhkan kesadaran pentingnya reputasi kredit sejak dini, terutama bagi anak muda yang baru pertama kali bersentuhan dengan layanan keuangan formal.
AFTECH Dorong Standar Responsible Lending
Ketua Bidang Literasi dan Inklusi AFTECH, Nailul Huda, mengatakan seluruh anggota asosiasi wajib mematuhi kode etik yang mengedepankan transparansi produk dan perlindungan data pribadi. "Kami telah memiliki modul sertifikasi bagi tenaga pemasar dan debt collector. Kolaborasi dengan OJK memperkuat pengawasan praktik di lapangan. Bali kami jadikan percontohan karena karakter masyarakatnya yang beragam—dari pekerja seni, pemilik vila, hingga pedagang pasar."
Selain seminar dan booth pameran, peserta dibekali dengan buku saku digital yang memuat panduan langkah-langkah memverifikasi legalitas fintech melalui portal OJK dan cek nomor kontak pengaduan. Peserta juga diajak mengikuti permainan escape room tematik yang menggambarkan situasi pengelolaan keuangan rumah tangga; metode gamification ini terbukti meningkatkan daya serap hingga tiga kali lipat.
Lima Kunci Bijak Gunakan Pinjaman Daring
Dari rangkaian edukasi tersebut, narasumber merangkum lima langkah praktis yang wajib dipegang setiap pengguna layanan pinjaman digital:
- Verifikasi legalitas: Pastikan platform tercatat di OJK melalui situs resmi sikapiuangmu.ojk.go.id.
- Pahami biaya total: Jangan hanya melihat nominal pinjaman, tetapi hitung seluruh bunga, biaya administrasi, dan denda keterlambatan.
- Sesuaikan dengan kebutuhan: Pinjamlah untuk keperluan produktif atau darurat, bukan untuk konsumsi yang tidak mendesak.
- Disiplin pembayaran: Tepat waktu membayar cicilan untuk menjaga skor kredit dan menghindari penalti ganda.
- Jaga data pribadi: Jangan pernah memberikan kode OTP atau kata sandi kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari perusahaan pinjaman.
OJK Bali optimistis inisiatif kolaboratif ini mampu menekan angka pengaduan konsumen terkait pinjaman online sekaligus mendorong indeks literasi keuangan Bali menembus 65 persen dalam dua tahun ke depan. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke kabupaten lain, terutama sentra wisata seperti Badung dan Gianyar yang memiliki populasi pekerja lepas tinggi dan rentan terhadap pendapatan musiman. "Literasi bukan biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun ketahanan finansial masyarakat Bali," pungkas Kristianingsih.
[SOCIAL_TWEET]: OJK Bali gandeng Easycash dan AFTECH bekali pemuda Bali literasi keuangan digital. Simulasi interaktif dan permainan seru jadi senjata baru lawan pinjol ilegal. #LiterasiKeuangan #BijakPinjaman #FintechLegal[SOCIAL_TG]: 📢 OJK Bali, AFTECH, dan Easycash baru saja menggelar pelatihan literasi keuangan di Denpasar. Ratusan pemuda dan wirausaha belajar cara aman gunakan pinjaman online serta menghindari jerat pinjol ilegal. 💳🔐
Comments (0)