Prabowo Kenang Hubungan Bersejarah Jelang Kunjungan Raja Yordania
Jakarta, Apaberita – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyambut baik rencana kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein ke Indonesia, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (1...
Jakarta, Apaberita – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyambut baik rencana kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein ke Indonesia, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (14/6/2024). Pertemuan ini tak hanya menjadi tonggak penguatan hubungan bilateral, tetapi juga momen yang membangkitkan kenangan akan hubungan personal yang telah lama terjalin antara Prabowo dan Raja Abdullah.
Dalam keterangan resmi yang diterima Apaberita, Jumat pagi, Prabowo menegaskan bahwa dirinya dan Raja Abdullah memiliki ikatan persahabatan sejak awal tahun 2000-an. “Saya dan Yang Mulia Raja Abdullah memiliki hubungan yang kuat, dibangun di atas komitmen bersama untuk memajukan kerja sama pertahanan dan perdamaian regional,” ujar Prabowo.
Jejak Persahabatan Dua Dekade
Prabowo mengungkapkan bahwa pertemuan perdananya dengan Raja Abdullah terjadi di Amman pada tahun 2002, ketika ia masih menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI Angkatan Darat. Saat itu, Yordania di bawah kepemimpinan Raja Abdullah—yang naik takhta pada 1999—tengah gencar memperkuat jaringan kerja sama militer dengan negara-negara sahabat, termasuk Indonesia.
“Beliau adalah pemimpin visioner dengan perhatian mendalam pada profesionalisme militer. Diskusi awal kami banyak membahas pertukaran pengalaman di bidang kontraterorisme dan operasi pemeliharaan perdamaian,” kenang Prabowo. Hubungan itu terus terawat melalui serangkaian pertemuan bilateral dan forum internasional, menjadikan komunikasi antarkeduanya berjalan sangat intensif.
Latar belakang militer Raja Abdullah yang ditempa di Akademi Militer Sandhurst, Inggris, serta kariernya di Angkatan Bersenjata Yordania hingga pangkat mayor jenderal, menjadi simpul kesamaan pandangan dengan Prabowo yang juga menghabiskan sebagian besar kariernya di matra darat. Menurut catatan Apaberita, Prabowo terakhir kali berkunjung ke Amman pada November 2022 dalam rangka menghadiri pameran pertahanan SOFEX (Special Operations Forces Exhibition and Conference) dan bertemu langsung dengan Raja Abdullah. “Saat itu, kami membahas peningkatan latihan bersama antara Kopassus dan pasukan khusus Yordania, yang kini sudah terjadwal untuk digelar pada akhir tahun ini,” ungkapnya.
Agenda Strategis di Istana Merdeka
Kunjungan Raja Abdullah kali ini merupakan yang pertama ke Indonesia dalam hampir satu dekade. Berdasarkan agenda resmi, raja akan disambut dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, oleh Presiden Joko Widodo. Pertemuan kedua kepala negara akan dilanjutkan dengan sesi bilateral tertutup serta penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) di bidang perdagangan, pendidikan, pariwisata, dan pertahanan.
Prabowo dijadwalkan turut mendampingi Presiden Jokowi dalam sesi khusus bersama Raja Abdullah. “Saya mendapat kehormatan untuk menyambut langsung sahabat lama saya, Yang Mulia Raja, dan membahas peluang pengembangan kerja sama pertahanan yang lebih konkret,” ujarnya. Ia menambahkan, salah satu agenda utama adalah pembicaraan tentang kemungkinan akuisisi alutsista produksi Yordania serta perluasan program pertukaran perwira.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, total nilai perdagangan Indonesia-Yordania pada 2023 mencapai sekitar 400 juta dolar AS, dengan surplus di pihak Indonesia. Produk ekspor utama meliputi kelapa sawit, tekstil, dan kertas, sedangkan Yordania banyak mengekspor pupuk fosfat. Kunjungan ini diharapkan mampu mendongkrak angka tersebut hingga 20 persen dalam dua tahun ke depan, sebagaimana disampaikan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri.
Pilar Kerja Sama Pertahanan yang Kian Kokoh
Kerja sama pertahanan Indonesia-Yordania telah berlangsung lama, namun mengalami akselerasi signifikan sejak penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA) pada 2017. Dokumen tersebut mencakup pengembangan industri pertahanan, pelatihan bersama pasukan khusus, hingga koordinasi kontraterorisme.
Dalam kerangka DCA, sejumlah perwira TNI telah mengikuti pelatihan di King Abdullah II Special Operations Training Center (KASOTC) di Amman—fasilitas yang diakui sebagai salah satu pusat pelatihan antiteror berstandar internasional. Sebaliknya, Yordania juga mengirimkan kadetnya untuk belajar di akademi militer Indonesia. Prabowo, yang juga mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), mengungkapkan bahwa dirinya kerap berkomunikasi langsung dengan Raja Abdullah mengenai isu-isu keamanan kawasan. “Beliau memiliki perhatian yang sangat tajam terhadap stabilitas Timur Tengah dan dampaknya bagi dunia Islam. Kami banyak berdiskusi tentang upaya meredakan ketegangan di Palestina dan peran Yordania sebagai penjaga situs-situs suci di Yerusalem,” imbuhnya.
Direktur Eksekutif Center for International Relations Studies (CIRS) Universitas Indonesia, Dr. Ahmad Syarif, yang dihubungi Apaberita secara terpisah, menilai bahwa kehadiran Raja Abdullah di Jakarta membawa makna simbolik yang kuat. “Di tengah dinamika geopolitik global, Yordania memandang Indonesia sebagai negara Muslim demokratis terbesar yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ini bukan sekadar kunjungan bilateral, tetapi juga pesan solidaritas yang mendalam,” jelasnya.
Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Ahmad Nayef Al-Dulaimi, turut menyatakan bahwa Raja Abdullah memiliki kedekatan emosional dengan para pemimpin Indonesia. Sementara itu, Prabowo menegaskan kembali komitmennya. “Hubungan Indonesia dan Yordania bukan hanya antarnegara, tetapi sudah seperti keluarga. Saya pribadi sangat menantikan kesempatan untuk kembali bertemu dan bertukar pikiran dengan Raja Abdullah,” katanya. Rangkaian kunjungan dijadwalkan berlangsung selama dua hari dan akan diisi dengan pertemuan bersama komunitas bisnis serta pemimpin lembaga Islam Indonesia.
Baca juga:
Comments (0)