Profil Rugaiya Usman, Istri Setia Jenderal Wiranto yang Berpulang
JAKARTA — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Sang istri tercinta, Rugaiya Usman, tutup usia pada Senin malam setelah melalui perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat A...
JAKARTA — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Sang istri tercinta, Rugaiya Usman, tutup usia pada Senin malam setelah melalui perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Jenazah almarhumah disemayamkan di kediaman pribadi keluarga di kawasan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, sebelum diberangkatkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata untuk prosesi pemakaman secara militer pada Selasa siang.
Perjalanan Hidup Perempuan asal Sulawesi Selatan
Rugaiya Usman lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, pada 19 Desember 1947. Ia merupakan putri dari pasangan Usman Dg. Naba dan Sitti Habibah, keluarga sederhana yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan pendidikan. Masa kecilnya dihabiskan di lingkungan religius yang kelak membentuk karakter keibuan dan keteguhan hatinya dalam mendampingi perjalanan karier sang suami.
Setelah menamatkan pendidikan menengah di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Makassar, Rugaiya melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Ia tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Hasanuddin, meskipun kemudian tidak menyelesaikan studinya karena memilih untuk membangun rumah tangga bersama perwira muda TNI Angkatan Darat kala itu.
Pernikahan dan Pembentukan Keluarga Besar Wiranto
Pernikahan Wiranto dan Rugaiya Usman digelar pada 29 Januari 1971 di Makassar. Kala itu, Wiranto masih berpangkat Letnan Dua dan baru saja lulus dari Akademi Militer Nasional Magelang pada 1968. Upacara pernikahan berlangsung khidmat dengan adat Bugis-Makassar yang kental, dihadiri keluarga besar kedua mempelai serta rekan-rekan seangkatan Wiranto di militer.
Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai tiga orang anak: Lia Juliana, Maya Wiranti, dan Zico Armando. Ketiganya kini telah berkeluarga dan memberikan sejumlah cucu yang menjadi pelipur lara di masa-masa akhir kehidupan Rugaiya. Sepanjang membesarkan ketiga anaknya, Rugaiya dikenal sebagai ibu rumah tangga yang disiplin namun penuh kasih. Ia kerap mengikuti kepindahan tugas suaminya ke berbagai daerah, mulai dari Jawa Timur, Kalimantan, hingga Jakarta.
Sosok di Balik Karier Cemerlang Jenderal Wiranto
Perjalanan karier Wiranto yang gemilang — mulai dari Komandan Peleton, Komandan Batalyon, Kepala Staf Kostrad, hingga mencapai puncaknya sebagai Panglima ABRI pada 1998 — tidak lepas dari peran Rugaiya sebagai istri yang setia mendampingi. Ia turut aktif dalam kegiatan Persit Kartika Chandra Kirana, organisasi istri prajurit TNI AD, dan dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan keluarga prajurit.
Ketika Wiranto menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan di era Presiden Abdurrahman Wahid dan kemudian di kabinet Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Rugaiya konsisten menjaga kehidupan rumah tangga yang harmonis. Rekan-rekan dekat keluarga menyebut Rugaiya sebagai "perekat yang membuat Pak Wiranto tetap tenang dan fokus dalam menghadapi tekanan politik yang luar biasa."
Masa Purnatugas dan Aktivitas Sosial
Setelah Wiranto memasuki masa purnatugas dari jabatan kabinet pada 2019, pasangan ini lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Rugaiya aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, khususnya di lingkungan tempat tinggalnya di Jakarta Timur. Ia dikenal rajin menghadiri pengajian rutin dan aktif mendukung program-program pemberdayaan perempuan melalui yayasan sosial yang dikelolanya bersama keluarga.
Salah satu program yang menjadi perhatian khusus Rugaiya adalah pendidikan anak-anak dari keluarga prajurit yang gugur dalam tugas. Melalui pendekatan personal, ia kerap mengunjungi panti asuhan dan memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anak yatim di lingkungan TNI.
Penyakit dan Hari-Hari Terakhir
Dalam dua tahun terakhir, kondisi kesehatan Rugaiya mengalami penurunan. Ia beberapa kali menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto akibat komplikasi penyakit degeneratif yang dideritanya. Pihak keluarga, melalui juru bicara, menyatakan bahwa almarhumah menghadapi masa-masa sakitnya dengan sabar dan tetap dikelilingi oleh anak-anak serta cucu-cucunya.
Pada Jumat pekan lalu, kondisi kesehatannya memburuk dan tim dokter menetapkan untuk melakukan perawatan intensif. Wiranto, yang setia menunggui istrinya, dilaporkan hampir tidak meninggalkan rumah sakit selama masa kritis tersebut. "Beliau mendampingi Ibu Rugaiya hingga detik terakhir," ujar seorang kerabat dekat keluarga yang enggan disebutkan namanya.
Kenangan dan Warisan Keteladanan
Kepergian Rugaiya Usman meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga inti Wiranto, tetapi juga bagi kolega-kolega Wiranto di militer dan politik yang mengenal sosoknya sebagai istri yang rendah hati. Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, melalui akun media sosialnya menyampaikan belasungkawa dan mengenang Rugaiya sebagai "perempuan tangguh yang menjadi sandaran bagi salah satu putra terbaik bangsa."
Prosesi pemakaman di TMP Kalibata dihadiri para pejabat tinggi negara, perwira tinggi aktif dan purnawirawan, serta tokoh-tokoh politik lintas partai. Upacara berlangsung dengan penghormatan militer penuh, mencerminkan jasa dan dedikasi almarhumah sebagai istri seorang jenderal besar yang telah mengabdi kepada negara selama puluhan tahun.
Warisan terbesar Rugaiya Usman bukanlah jabatan atau status sosial, melainkan teladan kesetiaan, ketabahan, dan cinta kasih yang ia tunjukkan sepanjang 53 tahun mendampingi Wiranto. Sosoknya akan dikenang sebagai istri yang tidak hanya berdiri di belakang suami, tetapi juga berjalan berdampingan melewati segala pasang surut kehidupan seorang prajurit dan negarawan.
Baca juga:
Comments (0)