Rusia Intensifkan Serangan, Kyiv dan Odesa Jadi Target Utama

Kyiv, Apaberita — Pemerintah Ukraina melaporkan peningkatan signifikan serangan udara oleh Federasi Rusia pada Sabtu dini hari (11/7), dengan dua kota utama, Kyiv dan Odesa, menjadi sasaran utama re...

Jul 12, 2026 - 12:41
0 0

Kyiv, Apaberita — Pemerintah Ukraina melaporkan peningkatan signifikan serangan udara oleh Federasi Rusia pada Sabtu dini hari (11/7), dengan dua kota utama, Kyiv dan Odesa, menjadi sasaran utama rentetan rudal dan drone tempur. Serangan ini menandai salah satu gelombang agresi paling intens dalam beberapa bulan terakhir, memicu kerusakan fasilitas sipil dan korban jiwa.

Serangan Multi-Gelombang di Ibu Kota dan Pelabuhan Strategis

Berdasarkan data sementara dari Angkatan Bersenjata Ukraina, pasukan Rusia meluncurkan setidaknya 45 proyektil yang terdiri dari rudal jelajah Kalibr dan drone kamikaze Shahed-131/136. Dari jumlah tersebut, sistem pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat 32 target, termasuk 18 drone dan 14 rudal. Namun, beberapa proyektil berhasil menembus pertahanan dan menghantam target di darat.

Di ibu kota Kyiv, ledakan terdengar di beberapa distrik, termasuk Shevchenkivskyi, Pecherskyi, dan Holosiivskyi. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melalui akun Telegram resminya menyatakan bahwa puing-puing dari drone dan rudal yang dicegat jatuh di area pemukiman dan komersial. Sebuah gedung apartemen bertingkat di Distrik Shevchenkivskyi mengalami kerusakan signifikan pada bagian fasad dan interior akibat serpihan.

"Pertahanan udara kami bekerja keras malam ini. Namun, aksi teror Rusia terus membahayakan warga sipil. Kami mencatat setidaknya tiga warga meninggal dunia dan dua belas lainnya mengalami luka-luka akibat serangan ini," kata Klitschko melalui pesan yang dikutip Apaberita.

Odesa: Kerusakan Infrastruktur Pelabuhan

Sementara itu, serangan di Odesa menyasar kawasan pelabuhan dan fasilitas logistik. Serhiy Bratchuk, juru bicara Administrasi Militer Oblast Odesa, mengonfirmasi bahwa sejumlah rudal Kalibr yang diluncurkan dari kapal perang di Laut Hitam berhasil menembus sistem pertahanan. Dua warga dilaporkan tewas dan delapan lainnya luka-luka, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran yang sedang berusaha memadamkan api di sebuah gudang penyimpanan.

"Rusia sengaja menargetkan infrastruktur pelabuhan sipil yang vital untuk ekspor pangan global. Ini bukan hanya serangan terhadap Ukraina, melainkan juga terhadap ketahanan pangan dunia," ujar Bratchuk dalam konferensi pers daring.

Gudang penyimpanan biji-bijian dan minyak nabati di Pelabuhan Pivdennyi menjadi salah satu titik yang rusak berat. Otoritas setempat masih mendata kerugian material, namun mereka memastikan bahwa tidak ada kapal kargo sipil yang menjadi korban langsung. Kerusakan ini menimbulkan kekhawatiran baru terhadap keberlangsungan koridor ekspor biji-bijian yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Ukraina.

Respons Moskow dan Eskalasi Konflik

Kementerian Pertahanan Federasi Rusia, melalui juru bicaranya, mengklaim bahwa serangan yang dilakukan merupakan respons sahih terhadap ancaman dan ditujukan untuk melumpuhkan pusat logistik militer Ukraina. Moskow menuduh fasilitas-fasilitas tersebut digunakan untuk menyimpan dan mendistribusikan persenjataan yang dipasok oleh negara-negara Barat.

"Serangan presisi tinggi kami hanya menargetkan infrastruktur militer, pusat kendali, dan gudang yang digunakan oleh rezim Kyiv untuk melancarkan aksi-aksi mereka," demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dilansir kantor berita TASS.

Namun, klaim tersebut bertolak belakang dengan bukti di lapangan yang menunjukkan kerusakan pada bangunan sipil dan fasilitas komersial. Pemerintah Ukraina telah meminta komunitas internasional untuk memperkuat dukungan sistem pertahanan udara, khususnya sistem seperti Patriot dan NASAMS yang terbukti efektif dalam menghadang serangan Rusia.

Konteks dan Implikasi Strategis

Gelombang serangan ini terjadi hanya beberapa hari menjelang pertemuan tingkat tinggi Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina (Ramstein Group) yang dijadwalkan berlangsung di Jerman. Pada forum itu, aliansi negara-negara Barat akan membahas paket bantuan militer tambahan bagi Kyiv. Analis politik menilai, peningkatan intensitas serangan pada tanggal 11 Juli ini merupakan upaya Rusia untuk menekan Ukraina secara psikologis dan militer sebelum bantuan baru mengalir secara signifikan.

Sistem pertahanan udara Ukraina, yang semakin canggih berkat suplai dari sekutu, memang menunjukkan kinerja yang relatif baik dalam mencegat mayoritas proyektil. Namun, gelombang serangan yang semakin padat dan penggunaan kombinasi drone murah serta rudal berbiaya tinggi menciptakan dilema baru. Pertahanan harus mengalokasikan sumber daya yang mahal untuk mencegat drone berbiaya rendah, sementara rudal jelajah yang lebih berbahaya tetap menjadi ancaman laten.

Selain itu, serangan ke Odesa mengingatkan kembali pada kerentanan jalur ekspor biji-bijian Ukraina. Setelah penangguhan Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam (Black Sea Grain Initiative) oleh Rusia pada tahun 2023, Ukraina berhasil membuka koridor ekspor alternatif. Namun, serangan langsung ke infrastruktur pelabuhan mengancam kelangsungan koridor tersebut dan dapat memicu fluktuasi harga pangan global, terutama di negara-negara importir di Afrika dan Asia.

Hingga Sabtu siang, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di Kyiv dan Odesa. Korban luka terus mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. Pemerintah kota Kyiv telah mendirikan pusat-pusat penampungan darurat bagi warga yang tempat tinggalnya rusak. Di Odesa, petugas masih berjibaku memadamkan sisa-sisa kebakaran di kompleks pergudangan.

Dengan serangan ini, total jumlah warga sipil yang menjadi korban agresi Rusia di wilayah perkotaan kembali bertambah secara signifikan. Data terbaru dari Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) yang dirilis sebelumnya, mencatat lebih dari 10.000 warga sipil tewas sejak invasi skala penuh dimulai pada Februari 2022. Angka itu diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan eskalasi serangan yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User