FIFA Beri Penjelasan Resmi Gol Kontroversial Jude Bellingham

Los Angeles – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait gol kontroversial yang dicetak gelandang Timnas Inggris, Jude Bellingham, dalam laga perempat fina...

Jul 12, 2026 - 12:42
0 0

Los Angeles – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait gol kontroversial yang dicetak gelandang Timnas Inggris, Jude Bellingham, dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Norwegia, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB. Gol tersebut menjadi penyeimbang sebelum Inggris memastikan kemenangan 2-1 dan lolos ke semifinal.

Pertandingan yang digelar di SoFi Stadium, Los Angeles, itu berlangsung ketat. Norwegia unggul lebih dulu melalui Erling Haaland pada menit ke-34. Inggris kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-67 lewat Bellingham, namun proses terjadinya gol memicu protes keras dari pemain dan ofisial Norwegia. Sebuah insiden yang dinilai berbau pelanggaran terhadap bek tengah Norwegia, Leo Østigård, sebelum bola disambar Bellingham dari jarak dekat.

Kronologi Insiden yang Memicu Kontroversi

Momen bermula dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Declan Rice. Bola melambung ke tiang dekat dan terjadi duel udara antara Harry Kane dengan Østigård. Dalam tayangan ulang, terlihat Kane sedikit mendorong punggung bek nomor 4 itu, yang menyebabkan Østigård kehilangan keseimbangan dan bola lolos ke area gawang. Bellingham yang berdiri bebas langsung menyambar bola liar dan menceploskannya ke gawang yang sudah ditinggal kiper Ørjan Nyland.

Wasit asal Brasil, Raphael Claus, sempat ragu. Namun setelah berkomunikasi dengan asisten wasit video (VAR) yang bertugas, ia memutuskan gol sah. Keputusan itu menuai gelombang protes. Kapten Norwegia, Martin Ødegaard, langsung menghampiri wasit sambil menunjukkan gestur dorongan, tetapi Claus tetap pada pendiriannya.

Penjelasan Resmi FIFA dan Interpretasi Laws of the Game

Sehari setelah pertandingan, melalui Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, badan sepak bola dunia itu merilis penjelasan resmi. Dalam keterangan tertulisnya, Collina menyatakan bahwa berdasarkan Laws of the Game 2025/2026, kontak antara Harry Kane dan Leo Østigård dinilai sebagai bagian dari duel fisik normal dalam sepak bola.

"Kami telah meninjau dengan saksama insiden tersebut menggunakan seluruh kamera yang tersedia, termasuk sudut pandang dari belakang gawang. Dorongan yang dilakukan Kane tidak memenuhi ambang batas pelanggaran yang disyaratkan untuk menganulir sebuah gol. Pemain Norwegia masih memiliki kesempatan untuk memenangkan duel, dan kontak terjadi secara bersamaan saat kedua pemain berusaha meraih bola,"

kata Collina dalam pernyataan yang diterbitkan di laman resmi FIFA, Senin (13/7/2026).

Collina menambahkan bahwa protokol VAR telah dijalankan dengan benar. Tim VAR yang dipimpin oleh Juan Martínez Munuera dari Spanyol membutuhkan waktu 82 detik untuk memeriksa tiga aspek: potensi offside, pelanggaran terhadap kiper, dan dugaan pelanggaran pendahuluan oleh Kane. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan bukti yang jelas dan nyata (clear and obvious error) untuk membatalkan gol.

FIFA juga merujuk pada pedoman terbaru International Football Association Board (IFAB) per 1 Juni 2026, yang menegaskan bahwa tidak semua kontak fisik dalam situasi sepak pojok, terutama yang bersifat saling dorong, otomatis dianggap sebagai pelanggaran. Wasit harus mempertimbangkan intensitas dan dampak kontak terhadap kemampuan pemain bertahan untuk mengontrol bola.

Protes Resmi Federasi Sepak Bola Norwegia

Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) tidak tinggal diam. Presiden NFF, Lise Klaveness, mengirimkan surat protes resmi kepada FIFA pada Senin pagi. Dalam surat setebal empat halaman itu, NFF menyertakan cuplikan video dari tiga sudut berbeda yang, menurut mereka, memperlihatkan pelanggaran jelas yang luput dari perhatian.

"Kami sangat kecewa dengan keputusan di lapangan maupun hasil tinjauan VAR. Dalam tayangan yang kami miliki, terlihat dorongan signifikan dari belakang yang membuat pemain kami kehilangan posisi. Ini seharusnya menjadi pelanggaran, dan gol tidak sah,"

tulis Klaveness.

Namun, FIFA melalui juru bicaranya, Paolo Rossi, menegaskan bahwa surat protes tersebut tidak akan mengubah hasil pertandingan. Berdasarkan Pasal 15 Ayat 6 Regulasi Piala Dunia 2026, keputusan wasit di lapangan yang telah dikonfirmasi oleh VAR bersifat final dan mengikat.

Reaksi Kapten dan Pelatih Kedua Tim

Seusai laga, kapten Norwegia Martin Ødegaard tak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya. Di zona campuran, pemain Arsenal itu menyebut insiden tersebut sebagai "kesalahan besar" dalam pertandingan sebesar perempat final Piala Dunia.

"Saya melihat langsung dari jarak lima meter. Itu jelas pelanggaran. Tidak mungkin pemain bertahan bisa melompat dengan benar jika didorong dari belakang. Ini sangat mengecewakan karena kami sudah berjuang begitu keras,"

ujar Ødegaard.

Sementara itu, Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, menilai keputusan wasit sudah tepat. Ia menyebut duel Kane dan Østigård sebagai kontes fisik yang lazim di sepak bola modern.

"Harry adalah striker yang kuat. Dia menggunakan tubuhnya untuk melindungi bola dan menciptakan ruang. Saya melihat duel itu dalam tayangan ulang, dan menurut saya tidak ada yang salah. Wasit dan VAR sudah memutuskan, itu saja,"

kata Tuchel dalam konferensi pers.

Jude Bellingham sendiri enggan berkomentar banyak soal kontroversi. Gelandang Real Madrid itu hanya mengatakan bahwa ia fokus pada kemenangan tim dan lolos ke semifinal. Gol tersebut merupakan gol keempatnya di turnamen ini, sekaligus memperpanjang rekor sebagai pemain termuda yang mencetak gol di tiga edisi Piala Dunia berturut-turut.

Dampak pada Turnamen dan Langkah Selanjutnya

Kemenangan kontroversial ini memastikan Inggris akan menghadapi juara bertahan Argentina di semifinal, yang dijadwalkan pada Rabu (15/7/2026) di AT&T Stadium, Dallas. Sementara itu, kegagalan Norwegia menandai akhir dari perjalanan impresif mereka yang untuk pertama kalinya mencapai perempat final sejak 1998.

FIFA mengumumkan bahwa insiden ini akan menjadi salah satu materi evaluasi dalam Rapat Koordinasi Wasit jelang semifinal. Collina menekankan pentingnya konsistensi interpretasi, terutama dalam situasi bola mati yang kerap menimbulkan kontroversi. "Kami akan terus memperbaiki standar, tetapi keputusan di lapangan tetap harus dihormati," tegasnya.

Meski penjelasan sudah diberikan, perdebatan di kalangan pengamat dan suporter masih berlanjut. Analis sepak bola Gary Neville menyebut kontak tersebut "berada di wilayah abu-abu", sementara mantan wasit Howard Webb menilai tidak ada kesalahan prosedural dalam proses VAR. Piala Dunia 2026 kembali menyisakan polemik yang akan dikenang dalam sejarah turnamen akbar empat tahunan ini.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User