Pramono Anung Imbau Warga Jaga Jakarta Usai Bentrokan Matraman

Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mengeluarkan seruan menenangkan kepada seluruh warga Ibu Kota pascainsiden bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman, Jakart...

Pramono Anung Imbau Warga Jaga Jakarta Usai Bentrokan Matraman

Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mengeluarkan seruan menenangkan kepada seluruh warga Ibu Kota pascainsiden bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, pada Minggu malam, 27 Juli 2026. Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu meminta masyarakat tak mudah terpancing hasutan yang memperkeruh suasana. Seruan itu disampaikan langsung dari Balai Kota DKI Jakarta, Senin dini hari, hanya selang beberapa jam setelah aparat berhasil mengendalikan situasi di lapangan.

Dalam pernyataannya yang disiarkan melalui kanal resmi, mantan Sekretaris Kabinet tersebut menekankan pentingnya kedamaian dan persatuan. "Saya mengimbau seluruh komponen masyarakat Jakarta untuk menahan diri, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan mari bersama-sama menjaga Ibu Kota tercinta ini tetap aman dan kondusif," ujar Pramono Anung dengan nada tegas. Gubernur menyampaikan bahwa Pemprov DKI akan terus berkoordinasi dengan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat untuk menjamin keamanan warga.

Detik-Detik Bentrokan di Menteng

Insiden yang mengusik ketenangan akhir pekan itu terjadi tepatnya di Jalan Matraman Raya, di sekitar perbatasan Kecamatan Menteng dan Matraman, sekitar pukul 22.30 WIB. Berdasarkan data awal dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat, bentrokan melibatkan dua kelompok massa yang diduga berasal dari organisasi kemasyarakatan berbeda. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Andi Sinulingga, memaparkan bahwa percekcokan mulut yang berujung aksi saling lempar batu dimulai dari selisih paham mengenai kegiatan sosial yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.

Petugas dari Polsek Menteng dan Polsek Matraman yang mendapat laporan langsung bergerak melakukan pembubaran paksa dengan disertai imbauan. Aparat melepaskan sejumlah tembakan gas air mata untuk memisahkan kedua kubu yang berjumlah puluhan orang. Meski sempat terjadi kejar-kejaran di gang-gang sempit, situasi berhasil dilumpuhkan total pada pukul 01.15 WIB dini hari. Kerugian material dilaporkan meliputi sejumlah kendaraan bermotor yang terbakar, serta rusaknya tiga unit kios dan dua gerobak pedagang kaki lima di sepanjang jalan.

Dari insiden tersebut, Kepolisian mengamankan total 17 orang yang diduga sebagai provokator dan pelaku perusakan. Saat ini, mereka tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Metro Jakarta Pusat. Kapolres Andi menegaskan bahwa pihaknya akan memproses para pelaku dengan jeratan pasal tentang pengeroyokan, perusakan barang, dan pelanggaran ketertiban umum sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Seruan Semangat 'Jaga Jakarta'

Dalam sesi keterangan pers yang digelar cepat, Gubernur Pramono Anung tak henti-hentinya menyerukan semangat ‘Jaga Jakarta’. Ia menekankan bahwa kekacauan yang sekecil apa pun akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan sosial warga. “Jakarta adalah rumah kita bersama. Tidak boleh ada satu pun pihak yang mengotori rumah ini dengan pertikaian. Saya minta seluruh tokoh agama, tokoh pemuda, dan pengurus RT/RW untuk menjadi pendingin di lingkungan masing-masing,” tegas Gubernur.

Seruan itu diamini oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta, Kiai Haji Abdul Halim, yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut. Kiai Abdul meminta seluruh jemaah untuk tidak mengaitkan bentrokan dengan sentimen primordial apa pun. Ia menegaskan bahwa masalah tersebut murni kriminalitas dan kenakalan sosial yang harus diselesaikan secara hukum, bukan dengan pengerahan massa lanjutan. Gubernur Pramono juga menjamin bahwa korban luka, termasuk dua anggota Satpol PP yang terkena lemparan batu, telah mendapatkan perawatan maksimal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Pengamanan Ibu Kota Diperketat

Menindaklanjuti perintah Gubernur dan permintaan Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Poil Karyoto, seluruh pintu masuk dan titik rawan di Jakarta Pusat kini dijaga dengan pengamanan super ketat. Sebanyak 1.200 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP dikerahkan untuk melakukan patroli skala besar hingga batas waktu yang belum ditentukan. Di Jalan Matraman Raya, tepatnya di sekitar area eks Stasiun Kereta Api Matraman yang kini telah beralih fungsi, didirikan posko pantau keliling selama 24 jam penuh.

Asisten Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi sedang melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak langsung secara ekonomi. Rencana pemulihan fisik, termasuk perbaikan bahu jalan dan penerangan umum yang rusak, akan dimulai besok pagi. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk menutup lubang dan membersihkan puing. Yang terpenting saat ini adalah mengembalikan rasa aman warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak yang sempat panik dan mengungsi di masjid setempat saat kejadian,” ungkap Sigit.

Di sisi lain, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami motif di balik pergerakan massa dadakan tersebut. Tim siber Polda Metro dikerahkan untuk melacak akun-akun media sosial yang diduga menyebarkan provokasi dan ujaran kebencian menjelang bentrokan. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto, dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar pada pukul 04.00 WIB tadi, menegaskan bahwa Jakarta tidak akan memberi ruang bagi tindakan anarkis yang merusak denyut nadi perekonomian kota.

Gubernur Pramono Anung pun menutup pernyataannya dengan kembali menekankan optimisme terhadap corak damai Jakarta. “Jakarta adalah kota yang penuh dengan toleransi. Perbedaan pandangan itu biasa, tapi jangan sampai diadu domba oleh kepentingan sempit. Mari kita buktikan bahwa kita bisa menjaga Jakarta secara gotong royong. Jaga Jakarta,” pungkas Pramono di hadapan awak media. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Kecamatan Menteng dan Matraman telah berangsur normal, meskipun lalu lintas masih dialihkan di beberapa titik untuk proses pendalaman oleh tim identifikasi kepolisian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User