Prabowo Ungkap Filosofi Angka 8 di Puncak Harkopnas ke-79

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka rangkaian puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta Convention Center, Senin (12/7/2026). Dalam sambutannya, Kepa...

Jul 12, 2026 - 22:09
0 0
Prabowo Ungkap Filosofi Angka 8 di Puncak Harkopnas ke-79

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka rangkaian puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta Convention Center, Senin (12/7/2026). Dalam sambutannya, Kepala Negara menyoroti pemilihan tanggal 8 Agustus sebagai hari istimewa yang sarat makna bagi kebangkitan gerakan koperasi nasional.

Keputusan menggelar acara puncak pada 8 Agustus 2026, menurut Presiden, bukanlah kebetulan. “Saya sengaja meminta Menteri Koperasi agar puncak peringatan digeser ke tanggal 8 bulan 8. Ini hari baik, karena angka delapan dalam banyak tradisi Nusantara melambangkan keseimbangan, kemakmuran, dan kesinambungan. Koperasi harus berdiri di atas prinsip itu,” ujar Prabowo di hadapan ribuan pelaku koperasi dari seluruh Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, gubernur, bupati/wali kota, serta delegasi gerakan koperasi dari 38 provinsi. Presiden tampak didampingi Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid dan jajaran pengurus pusat koperasi-koperasi besar.

Simbolisme Angka Delapan dan Kemandirian Ekonomi

Dalam pidato kuncinya, Presiden Prabowo mengurai satu per satu alasan mengapa angka delapan relevan dengan arah kebijakan koperasi nasional. Ia menghubungkan angka tersebut dengan delapan pilar Asta Cita, visi besar pemerintahannya. “Asta Cita kedelapan adalah memperkokoh ekonomi kerakyatan dan kemandirian bangsa. Koperasi adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Maka tanggal 8 Agustus kita tetapkan sebagai momentum konsolidasi seluruh kekuatan koperasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Presiden menjelaskan bahwa angka delapan jika direbahkan membentuk simbol tak terhingga (∞). Hal itu, katanya, harus dimaknai sebagai potensi koperasi yang tak terbatas dalam menopang perekonomian nasional. “Koperasi jangan dilihat sebagai entitas kecil. Jika dikonsolidasi, hari ini ada sekitar 127 ribu koperasi aktif dengan lebih dari 27 juta anggota. Total asetnya mencapai lebih dari Rp280 triliun. Ini kekuatan besar yang harus terus bergerak, berputar, tanpa henti, seperti angka delapan itu sendiri,” papar Presiden.

Arahan Strategis: Konsolidasi dan Digitalisasi

Pada kesempatan yang sama, Presiden menekankan kembali pentingnya konsolidasi kelembagaan koperasi. Sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Penguatan Tata Kelola Koperasi, pemerintah menargetkan restrukturisasi pada sedikitnya 15.000 koperasi yang dinilai tidak aktif atau bermasalah hingga akhir 2027. “Tidak boleh ada lagi koperasi yang hanya menjadi papan nama. Saya minta Menteri Koperasi dan seluruh jajaran untuk menindaklanjuti dengan tegas. Koperasi harus sehat, profesional, dan memberi manfaat nyata bagi anggota,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyoroti keharusan koperasi beradaptasi dengan teknologi. Ia menyebutkan bahwa dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Istana Bogor pada 5 Juli 2026, diputuskan percepatan implementasi platform digital Koperasi Maju (e-Kop) yang akan mengintegrasikan rantai pasok, pembiayaan, dan pemasaran produk koperasi di seluruh Indonesia. “Mulai kuartal pertama 2027, koperasi-koperasi besar di sektor pangan, peternakan, dan perikanan wajib terkoneksi dengan ekosistem digital nasional. Ini bagian dari strategi besar kita membangun kedaulatan pangan melalui koperasi,” kata Prabowo.

Harkopnas ke-79: Angka yang Selaras dengan Tema

Menariknya, penyelenggaraan Harkopnas pada tahun 2026 yang merupakan peringatan ke-79 juga memiliki kaitan numerik dengan angka delapan. Presiden menyebutkan bahwa penjumlahan angka 7 dan 9 menghasilkan 16, yang jika dijumlahkan kembali menjadi 7. Angka 7 dan 8, menurutnya, adalah dua angka sakral yang melambangkan langit dan bumi dalam falsafah ketatanegaraan Nusantara. “Ini perhitungan para pendahulu kita. Tujuh dan delapan adalah angka harmoni. Koperasi harus menjadi jembatan antara kebijakan negara dan kebutuhan rakyat di tingkat tapak,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Ketua Panitia Harkopnas ke-79, Ahmad Rofiqi, dalam laporannya menyatakan bahwa peringatan tahun ini diikuti oleh lebih dari 5.000 koperasi dari berbagai sektor. Pameran produk unggulan koperasi yang digelar di JCC menampilkan komoditas pangan, kerajinan, fashion muslim, hingga alat kesehatan produksi koperasi. “Selama tiga hari pameran, transaksi langsung dan kesepakatan bisnis yang tercatat mencapai Rp1,2 triliun, naik 35 persen dibandingkan tahun lalu,” ungkap Rofiqi.

Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menambahkan bahwa arahan Presiden terkait tanggal delapan akan ditindaklanjuti dengan menjadikan 8 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Koperasi Modern. “Kami sedang menyusun rancangan Peraturan Presiden agar setiap 8 Agustus menjadi hari konsolidasi nasional koperasi, tempat seluruh koperasi dari Sabang sampai Merauke menyampaikan capaian dan komitmennya,” jelas Budi Arie.

Pesan Penutup: Koperasi sebagai Jalan Tengah

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo kembali mengingatkan bahwa arah pembangunan ekonomi bangsa tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada korporasi besar. Koperasi harus menjadi jalan tengah yang menjaga keseimbangan. “Jangan sampai rakyat hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Lewat koperasi, petani, nelayan, dan pekerja bisa menjadi pemilik. Inilah esensi dari angka delapan yang saya maksud—keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan,” pungkasnya.

Rangkaian acara puncak Harkopnas ke-79 akan berlangsung hingga 13 Juli 2026, ditutup dengan pengukuhan koperasi-koperasi baru dan penyerahan penghargaan Koperasi Berprestasi Nasional oleh Presiden di Istana Negara.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User