Tiga Warga Meninggal akibat Kebakaran di Permukiman Padat Pulogadung

Jakarta — Musibah kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Selasa dini hari (11/6/2025). Peristiwa nahas itu merenggut tiga nyawa sekaligus melukai satu...

Jul 12, 2026 - 22:09
0 0
Tiga Warga Meninggal akibat Kebakaran di Permukiman Padat Pulogadung

Jakarta — Musibah kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Selasa dini hari (11/6/2025). Peristiwa nahas itu merenggut tiga nyawa sekaligus melukai satu warga lainnya. Api yang berkobar dengan cepat menghanguskan sedikitnya lima unit rumah semi permanen sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh puluhan personel pemadam kebakaran.

Menurut keterangan Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 02.35 WIB. "Tim langsung dikerahkan ke lokasi. Sebanyak 16 unit mobil pemadam dan 80 personel dikerahkan untuk menjinakkan api," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa pagi. Proses pemadaman berlangsung dramatis karena akses jalan yang sempit dan tumpukan material mudah terbakar di lokasi permukiman informal itu.

Operasi pemadaman baru benar-benar tuntas sekitar pukul 05.10 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan penyisiran di area terdampak. Di sinilah petugas menemukan tiga jasad korban dalam kondisi mengenaskan, terperangkap di bangunan yang roboh. Satu korban selamat mengalami luka bakar serius dan langsung dilarikan ke RSUD Cipto Mangunkusumo untuk perawatan intensif.

Kronologi dan Detik-Detik Mencekam

Berdasarkan keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat dari salah satu rumah di RT 004 RW 009, Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulogadung. Warga mendengar suara letupan kecil dari arah stopkontak yang diikuti percikan api. "Saya mendengar suara seperti kembang api, lalu tiba-tiba api sudah membesar. Kami langsung berteriak membangunkan warga lain," tutur Sutrisno, seorang warga yang rumahnya hanya berjarak lima meter dari titik awal api.

Api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya karena hampir seluruh struktur rumah terbuat dari kayu dan triplek. Kondisi diperparah oleh tiupan angin malam yang cukup kencang. Evakuasi spontan dilakukan warga secara bergotong-royong menyelamatkan anak-anak dan lansia. Namun, tiga korban yang diduga masih tertidur lelap tidak sempat menyelamatkan diri. Mereka teridentifikasi sebagai Suhendar (45), istrinya Nurhayati (40), dan anak bungsu mereka, Rizky (10).

Penyebab dan Dugaan Korsleting Listrik

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri diterjunkan untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Namun, olah tempat kejadian perkara awal dan keterangan saksi mengarahkan dugaan kuat pada korsleting listrik dari stopkontak yang kelebihan beban. "Kami temukan banyak sambungan kabel tidak standar dan colokan bertumpuk di rumah yang diduga sebagai sumber api," ujar Kompol Yudhi Prasetyo, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pulogadung.

Kapolsek Pulogadung, Komisaris Polisi Sutrisno, membenarkan bahwa korban jiwa yang jatuh merupakan satu keluarga inti. "Kami menduga ketiganya terlelap saat api mulai berkobar. Ketika tersadar, jalur evakuasi sudah tertutup api tebal. Jenazah ditemukan di kamar depan dalam posisi saling berdekatan," jelasnya. Tidak ditemukan indikasi kesengajaan dalam peristiwa ini, sehingga insiden dikategorikan sebagai kecelakaan murni.

Korban dan Kerugian Material

Selain tiga korban meninggal, seorang warga bernama Mulyadi (52) mengalami luka bakar 35 persen di bagian wajah dan tangan. Ia kini dirawat di ruang luka bakar RSCM dan kondisinya dilaporkan stabil. Kerugian material akibat musibah ini ditaksir mencapai lebih dari Rp800 juta, mencakup lima rumah yang hangus total, tiga sepeda motor, dan isi rumah tangga yang ludes. Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial mendirikan posko darurat bagi 23 jiwa pengungsi dari lima kepala keluarga yang terdampak. Mereka sementara ditampung di Musala Al Ikhlas tak jauh dari lokasi kejadian.

Respons Pemerintah dan Antisipasi

Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar, langsung meninjau lokasi beberapa jam setelah kejadian. Ia menyampaikan duka mendalam dan menjamin biaya perawatan korban luka serta pemakaman jenazah akan ditanggung pemerintah daerah. "Ini musibah yang sangat menyedihkan. Saya perintahkan jajaran terkait segera melakukan asesmen dan penyaluran bantuan darurat. Ke depan, kita akan gencarkan sosialisasi bahaya instalasi listrik liar di permukiman padat," ucapnya.

Peristiwa ini kembali menyorot persoalan klasik permukiman padat di Jakarta: instalasi listrik yang jauh dari standar, akses jalan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, serta kewaspadaan penghuni saat tidur. Dinas Gulkarmat DKI mengimbau warga agar rutin memeriksa kondisi kabel dan tidak menggunakan colokan melebihi kapasitas. Satriadi menambahkan, sepanjang 2025 ini telah terjadi 492 kasus kebakaran di Jakarta, 60 persen di antaranya dipicu oleh korsleting listrik. "Masyarakat harus waspada. Jangan sampai nyawa jadi taruhan hanya karena kelalaian kecil pada instalasi listrik," tegasnya.

Proses identifikasi korban dan pendataan kerugian masih berlangsung. Pihak kepolisian telah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Warga yang terdampak pun berharap pemerintah kota segera memberikan hunian sementara yang layak sambil menunggu proses rehabilitasi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User