Menkop Ferry Juliantono Silaturahmi ke Rumah Bung Hatta, Teguhkan Komitmen Koperasi
JAKARTA — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono bersama Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyambangi kediaman Proklamator Mohammad Hatta di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/7/202...
JAKARTA — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono bersama Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyambangi kediaman Proklamator Mohammad Hatta di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/7/2026). Silaturahmi ke rumah Bapak Koperasi Indonesia itu menjadi penanda peneguhan arah kebijakan perkoperasian nasional yang berpijak pada garis perjuangan ekonomi kerakyatan warisan Bung Hatta.
Rombongan disambut langsung oleh keluarga besar Bung Hatta, dipimpin putri almarhum, Meutia Farida Hatta. Dalam suasana penuh keakraban, Menkop menegaskan bahwa koperasi modern yang tengah didorong pemerintah tidak boleh tercerabut dari akar filosofis yang ditanam sang pendiri bangsa.
Napak Tilas Pemikiran Bung Hatta
Ferry Juliantono menyatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar kementerian untuk menggali kembali semangat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian. “Kami ingin meresapi dan mengaktualisasikan kembali visi Bung Hatta yang melihat koperasi bukan semata badan usaha, melainkan alat perjuangan membangun kedaulatan ekonomi rakyat,” ujarnya di sela kunjungan.
Bung Hatta, yang juga Wakil Presiden pertama RI, dikenal luas sebagai peletak fondasi gerakan koperasi di Indonesia. Pemikirannya tentang ekonomi kerakyatan yang berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong menjadi ruh bagi lahirnya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Di rumah bersejarah itu, Menkop menyempatkan diri meninjau sejumlah koleksi pustaka dan dokumen asli yang merekam perjalanan panjang Bung Hatta dalam membina koperasi dari masa pergerakan hingga pascakemerdekaan.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menambahkan, “Napak tilas ini mengingatkan kita semua bahwa koperasi harus dikembalikan ke jati dirinya sebagai gerakan ekonomi kolektif, bukan sekadar entitas yang mengejar profit. Keteladanan Bung Hatta sangat relevan untuk menghadapi tantangan ketimpangan dan inklusivitas ekonomi saat ini.”
Menkop: RUU Koperasi Akan Perkuat Pilar Ekonomi Rakyat
Pada kesempatan yang sama, Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa pemerintah, melalui Kementerian Koperasi, tengah mematangkan naskah akademik dan draf Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Revisi tersebut, menurutnya, akan menjadi instrumen strategis untuk menjawab disrupsi sekaligus memperkuat identitas koperasi Indonesia.
“RUU ini kami desain untuk memberikan kepastian regulasi dalam pengembangan koperasi berbasis digital, perluasan akses pembiayaan, penguatan tata kelola, serta perlindungan bagi anggota. Semua itu kami rumuskan agar tidak menghilangkan ruh kolektivitas yang diwariskan Bung Hatta,” tegas Menkop. Ia merujuk perlunya koperasi beradaptasi dengan lanskap ekonomi baru tanpa harus kehilangan prinsip dasar keanggotaan sukarela, demokratis, dan partisipatif.
Pemerintah menargetkan kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat meningkat signifikan seiring percepatan transformasi kelembagaan. Saat ini, data Kementerian Koperasi menunjukkan jumlah koperasi aktif di tanah air mencapai lebih dari 127.000 unit, namun hanya sekitar 60 persen yang dinilai sehat secara kelembagaan dan usaha. Revitalisasi kelembagaan menjadi fokus utama, termasuk pembinaan koperasi di sektor pertanian, perikanan, dan industri kreatif yang melibatkan generasi muda.
Sambutan Hangat Keluarga dan Harapan Keberlanjutan
Meutia Hatta menyambut positif inisiatif Kementerian Koperasi untuk terus merawat jejak intelektual dan perjuangan sang ayah. “Kami sekeluarga tentu sangat mengapresiasi kunjungan Pak Menteri dan Ibu Wamen. Semoga semangat Bung Hatta dalam memperjuangkan ekonomi rakyat melalui koperasi terus menyala dan diimplementasikan dalam kebijakan nyata,” tuturnya.
Rangkaian silaturahmi diakhiri dengan penandatanganan piagam komitmen pengembangan koperasi oleh Menkop, Wamenkop, dan perwakilan keluarga. Dokumen itu memuat tiga pilar utama: pengarusutamaan pendidikan perkoperasian, penguatan koperasi primer di daerah, serta perluasan ekosistem digital koperasi yang inklusif. Menkop memastikan bahwa kunjungan tersebut tidak bersifat seremonial semata, melainkan akan ditindaklanjuti dengan program kerja konkret bersama Dewan Koperasi Indonesia dan pemangku kepentingan terkait.
Seusai pertemuan, Ferdy Juliantono menegaskan kembali bahwa perjuangan Bung Hatta adalah panggilan sejarah yang harus dijawab oleh generasi penerus. “Koperasi adalah jalan kemandirian bangsa. Kita akan terus lanjutkan perjuangan itu,” pungkasnya.
Baca juga:
Comments (0)