Ketum Dekopin: Real Madrid Dikelola Koperasi, Bantah Anggapan Kuno

JAKARTA — Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bambang Haryadi, dengan tegas menepis pandangan yang menempatkan gerakan koperasi sebagai entitas ekonomi yang kuno dan marginal. Dalam pidat...

Jul 12, 2026 - 23:02
0 0
Ketum Dekopin: Real Madrid Dikelola Koperasi, Bantah Anggapan Kuno

JAKARTA — Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Bambang Haryadi, dengan tegas menepis pandangan yang menempatkan gerakan koperasi sebagai entitas ekonomi yang kuno dan marginal. Dalam pidato kunci pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta Convention Center, Sabtu (12/7/2026), ia justru menunjuk salah satu klub sepak bola paling bergengsi di dunia sebagai contoh koperasi yang sukses: Real Madrid Club de Fútbol.

"Pandangan bahwa koperasi hanya untuk kelompok ekonomi lemah dan berskala kecil adalah pandangan yang usang. Real Madrid, klub sepak bola papan atas dunia, dikelola dengan model koperasi. Klub ini dimiliki oleh sekitar 91.000 anggota—yang disebut socios—dan pada musim 2024/2025 membukukan pendapatan operasional sebesar 831 juta euro, menjadikannya sebagai klub terkaya di dunia versi Deloitte Football Money League. Ini adalah koperasi sesungguhnya,"
ujar Bambang dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan hadirin.

Real Madrid sebagai Cermin Koperasi Modern

Bambang menjelaskan secara rinci bagaimana Real Madrid sejak awal berdiri pada 1902 telah dijalankan dengan prinsip koperasi. Klub tersebut tidak dimiliki oleh miliarder tunggal maupun konsorsium korporat, melainkan oleh puluhan ribu anggota perorangan. Setiap anggota memiliki hak suara yang setara dalam memilih presiden dan menentukan arah kebijakan klub. Struktur ini, menurut Bambang, persis mengadopsi roh koperasi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian: dari anggota, oleh anggota, untuk anggota.

"Klub sebesar Real Madrid membuktikan bahwa demokrasi ekonomi melalui koperasi bukanlah konsep yang ketinggalan zaman. Justru, model ini mampu menghasilkan entitas bisnis profesional yang berdaya saing global, dengan nilai merek mencapai lebih dari 1,5 miliar dolar Amerika Serikat. Koperasi bukan berarti kecil, bukan berarti kuno," tambahnya.

Stigma Koperasi Terbantahkan Data Nasional

Di hadapan Menteri Koperasi dan UKM, Ahmad Rifai, serta ribuan penggerak koperasi dari seluruh Indonesia, Bambang memaparkan data statistik yang sekaligus membantah stigma bahwa koperasi di Tanah Air hanya berkutat pada aktivitas simpan pinjam kecil- kecilan. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM per Maret 2026, jumlah koperasi aktif di Indonesia mencapai 127.412 unit dengan total volume usaha mencapai Rp 192,3 triliun—naik 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Koperasi juga mencatatkan total aset Rp 217,5 triliun dan melibatkan lebih dari 27 juta anggota aktif.

"Angka-angka ini menunjukkan bahwa koperasi adalah pemain utama dalam perekonomian nasional. Kontribusi sektor koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2025 tercatat sebesar 5,2 persen, setara dengan lebih dari Rp 1.100 triliun. Ini bukan angka yang bisa dianggap remeh," tegas Bambang.

Ia menambahkan bahwa di banyak negara maju, koperasi justru menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Di Perancis, misalnya, koperasi pertanian menguasai lebih dari 60 persen pasar pangan domestik; di Selandia Baru, koperasi susu Fonterra merupakan eksportir produk susu terbesar di dunia. "Kita harus berhenti meremehkan diri sendiri. Indonesia memiliki potensi besar jika koperasi dikelola secara modern dan transparan," imbuhnya.

Arahan Dekopin untuk Transformasi Koperasi

Mengambil pelajaran dari Real Madrid dan koperasi global lainnya, Bambang memaparkan tiga pilar transformasi yang sedang didorong Dekopin. Pertama, digitalisasi tata kelola dan layanan koperasi, termasuk adopsi teknologi finansial untuk mempermudah akses anggota dan pengawasan. Kedua, konsolidasi dan penggabungan koperasi primer yang terlalu kecil agar mencapai skala ekonomi yang efisien. Ketiga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengurus melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga sertifikasi profesi.

"Kita tidak bisa lagi mengelola koperasi dengan cara-cara konvensional. Koperasi harus masuk ke sektor-sektor strategis: energi terbarukan, perumahan, teknologi informasi, hingga industri kreatif. Real Madrid saja sudah memiliki platform digital yang bernilai miliaran rupiah dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi global. Koperasi kita harus bermimpi setinggi itu," kata Bambang.

Apresiasi Pemerintah dan Langkah Bersama

Menteri Koperasi dan UKM, Ahmad Rifai, yang hadir mendampingi, mengapresiasi penuh perbandingan yang diangkat oleh Ketua Umum Dekopin tersebut. Dalam sambutannya, Ahmad menekankan bahwa pemerintah saat ini sedang merancang revisi Undang-Undang Perkoperasian untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi koperasi, termasuk kemudahan pembentukan koperasi multi-pihak dan koperasi berbasis digital.

"Kami mendorong koperasi untuk tidak hanya berhenti pada urusan simpan pinjam, tetapi masuk ke rantai pasok industri nasional. Contoh seperti Real Madrid mengajarkan bahwa koperasi bisa menjadi entitas bisnis profesional berskala internasional tanpa kehilangan jati dirinya,"
ujar Ahmad.

Puncak Harkopnas ke-79 yang bertema "Koperasi Maju, Indonesia Berdaulat" ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada koperasi-koperasi berprestasi dari berbagai provinsi. Di penghujung acara, Bambang mengajak seluruh penggerak koperasi untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum perubahan pola pikir. "Mulai hari ini, mari kita bangun narasi baru bahwa koperasi adalah jalan kebangkitan ekonomi bangsa. Koperasi modern, koperasi mendunia," pungkasnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User