Tri Tito Karnavian Serukan Penguatan 10 Program Pokok PKK

Jakarta, Apaberita – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menyerukan penguatan implementasi 10 program pokok sebagai pijakan utama organisasi dalam...

Jul 12, 2026 - 23:02
0 0
Tri Tito Karnavian Serukan Penguatan 10 Program Pokok PKK

Jakarta, Apaberita – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menyerukan penguatan implementasi 10 program pokok sebagai pijakan utama organisasi dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Seruan ini disampaikan dalam puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Sabtu (12/7/2026), di hadapan lebih dari 3.000 pengurus dan kader dari seluruh provinsi.

Tri menegaskan bahwa momentum HKG bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan titik konsolidasi strategis untuk memastikan setiap program berjalan terukur dan berdampak langsung pada ketahanan keluarga. “PKK tidak boleh hanya hadir secara administratif. Kita harus menjadi motor penggerak pembangunan manusia dari unit terkecil negara, yaitu keluarga. 10 program pokok adalah instrumen untuk mewujudkan itu,” ujarnya dengan intonasi tegas di hadapan peserta yang memadati ruang utama.

10 Program Pokok sebagai Instrumen Pembangunan Keluarga

Secara rinci, Tri memaparkan bahwa 10 program pokok PKK meliputi: penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat. Ia menekankan bahwa seluruh program tersebut bersifat saling terkait dan harus dijalankan secara simultan di setiap jenjang pemerintahan, dari pusat hingga dasa wisma.

Pada kesempatan itu, Tri memberikan perhatian khusus pada program pangan dan kesehatan sebagai respons atas tantangan stunting yang masih menjadi persoalan nasional. Mengutip data Survei Kesehatan Indonesia per Juni 2026, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 14,2 persen, menurun signifikan dari 21,6 persen pada 2022, tetapi belum mencapai target 10 persen yang ditetapkan dalam RPJMN 2025–2029. “Kader PKK harus menjadi garda terdepan memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap pangan bergizi seimbang dan pola asuh yang sehat. Tidak boleh ada anak Indonesia yang gagal tumbuh karena kekurangan gizi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tri menyoroti pentingnya sinergi antara program pangan dan pendidikan keterampilan. Ia mendorong setiap kelompok PKK untuk mengaktifkan kembali kebun bibit dan lumbung pangan keluarga sebagai bagian dari gerakan ketahanan pangan berbasis rumah tangga. “Kita ingin setiap keluarga memiliki kemampuan memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri. Ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga kemandirian ekonomi,” tambahnya.

Dukungan Pemerintah dan Transformasi Digital

Acara yang digelar secara hibrida ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Suhajar Diantoro. Dalam sambutannya, Suhajar menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus mendukung operasionalisasi program PKK melalui alokasi anggaran yang memadai dalam APBD. “Arahan Ketua TP PKK sangat selaras dengan Asta Cita Presiden, khususnya pada klaster peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kami akan memastikan tidak ada hambatan birokrasi yang menghalangi gerakan PKK di lapangan,” ujarnya.

Tri Tito Karnavian juga memberikan penekanan pada pentingnya transformasi digital di tubuh PKK. Ia meminta setiap kader untuk memanfaatkan platform digital, baik media sosial maupun aplikasi khusus, guna mendokumentasikan praktik baik, menyebarkan konten edukatif, hingga memasarkan produk UMKM binaan PKK. “Kita tidak boleh gagap teknologi. Di era digital ini, kader PKK harus mampu menjadi content creator yang positif, membangun narasi pemberdayaan, dan memperluas jejaring solidaritas antardaerah,” urainya. Ia menyebut bahwa TP PKK Pusat sedang mengembangkan aplikasi ‘PKK Digital’ yang akan mengintegrasikan data program, sistem pelaporan, dan portal pembelajaran daring bagi kader di seluruh Indonesia.

Peta Jalan Menuju 2045 dan Komitmen Jangka Panjang

Di hadapan para peserta, Tri memaparkan peta jalan PKK hingga tahun 2045 yang akan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Setiap program pokok akan memiliki indikator kinerja utama yang terukur, mencakup aspek cakupan, kualitas, dan dampak. Evaluasi akan dilakukan secara berjenjang melalui sistem monitoring berbasis data yang terhubung dari dasa wisma hingga pusat. “Kita tidak boleh berpuas diri dengan angka partisipasi. Yang kita kejar adalah perubahan nyata pada kualitas hidup keluarga Indonesia,” katanya.

Pada peringatan HKG ke-54 ini, TP PKK Pusat memberikan apresiasi kepada 10 provinsi dengan implementasi program pokok terbaik berdasarkan hasil evaluasi 2025. Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan tertinggi untuk kategori program pangan, sementara Daerah Istimewa Yogyakarta unggul dalam program pendidikan dan keterampilan. Tri menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan pemicu semangat untuk terus berinovasi. “Provinsi lain harus terpacu untuk meningkatkan capaiannya. Ini adalah kompetisi sehat untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

Sebagai penutup, Tri memimpin ikrar bersama seluruh kader yang hadir secara luring dan daring. Ribuan suara menggemakan komitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui ketahanan keluarga. “Dengan 10 program pokok, PKK siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Mulai dari keluarga, kita bangun bangsa,” ucap Tri, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. Momen tersebut menandai peneguhan kembali peran strategis PKK sebagai organisasi kemasyarakatan yang tetap relevan dan responsif menjawab tantangan zaman.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User