Oct 10, 2026
Politik

Poltracking Soroti Peran Sentral Doli Kurnia di Golkar

Jakarta — Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menilai peran sentral Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia sangat terasa dalam capaian suara partai berlambang beringin ters...

Poltracking Soroti Peran Sentral Doli Kurnia di Golkar

Jakarta — Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menilai peran sentral Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia sangat terasa dalam capaian suara partai berlambang beringin tersebut pada Pemilu 2024. Penilaian itu disampaikan berkaitan dengan hasil kontestasi pemilihan anggota legislatif yang digelar serentak pada 14 Februari 2024.

Menurut Hanta Yuda, kedudukan Doli Kurnia sebagai salah satu pengurus inti di tingkat Dewan Pimpinan Pusat memberi pengaruh signifikan terhadap arah konsolidasi organisasi, mulai dari tahap penetapan calon anggota legislatif, penyusunan strategi pemenangan, hingga penggerakan struktur partai di daerah.

"Peran sentral Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia sangat terasa pada Pemilu 2024," ujar Hanta Yuda dalam pemaparannya di Jakarta.

Capaian Suara Golkar pada Pemilu 2024

Berdasarkan rekapitulasi resmi Komisi Pemilihan Umum, Partai Golkar meraih sekitar 23,2 juta suara sah atau setara 15,72 persen dari total suara nasional. Perolehan tersebut menempatkan Golkar pada posisi kedua dalam peta kekuatan partai politik di DPR RI, dengan 102 kursi dari 580 kursi yang diperebutkan.

Angka itu dipandang sebagai modal politik penting bagi Golkar untuk mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan utama dalam konfigurasi politik nasional. Poltracking Indonesia mencatat bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari pola kerja organisasi yang dibangun secara berjenjang, dari tingkat pusat hingga pengurus kecamatan dan desa.

Hanta Yuda menegaskan bahwa mesin partai yang bekerja secara sistematis menjadi salah satu faktor penentu, terutama pada daerah pemilihan dengan tingkat persaingan yang ketat. Ia menyebut basis massa tradisional Golkar tetap terjaga, sementara penetrasi ke pemilih muda menjadi wilayah yang terus digarap.

Konsolidasi Organisasi dan Mesin Partai

Dalam struktur kepengurusan Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menempati posisi Wakil Ketua Umum, salah satu jabatan strategis yang membawahkan koordinasi sejumlah bidang. Selain berkiprah di partai, ia juga mencatatkan rekam jejak panjang di lembaga legislatif, antara lain saat dipercaya memimpin Komisi II DPR RI pada periode 2019–2024 yang membidangi pemerintahan dalam negeri dan penyelenggaraan pemilu.

Pengalaman legislatif tersebut dinilai memperkuat kapasitasnya dalam menyusun kerangka strategi pemenangan, khususnya pada aspek regulasi kepemiluan, penataan daerah pemilihan, serta kesiapan aparatur penyelenggara. Menurut sejumlah pengamat, pemahaman terhadap arsitektur aturan pemilu menjadi nilai tambah dalam merancang langkah taktis partai.

"Kombinasi antara posisi di struktur partai dan pengalaman di lembaga legislatif memberi ruang kerja yang cukup luas bagi yang bersangkutan," ujar Hanta Yuda.

Dinamika Internal Partai Pascapemilu

Pascapemilu, Partai Golkar menggelar Musyawarah Nasional XI pada Agustus 2024 di Jakarta. Forum tertinggi partai itu menetapkan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum, menggantikan Airlangga Hartarto yang mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Keputusan melalui pleno dan munas itu menjadi penanda babak baru kepemimpinan di tubuh Golkar.

Dalam konteks itu, posisi Wakil Ketua Umum menjadi krusial untuk menjaga kesinambungan program organisasi dan memastikan agenda partai berjalan sesuai keputusan forum. Sejumlah kalangan menilai stabilitas kepengurusan pascamunas menjadi syarat utama agar mesin partai tetap solid menjelang agenda politik berikutnya.

Hanta Yuda menambahkan bahwa konsolidasi internal yang berjalan mulus akan menentukan sejauh mana capaian elektoral dapat dipertahankan. "Keputusan Munas perlu ditindaklanjuti dengan penataan organisasi yang rapi di semua tingkatan," tuturnya.

Tantangan Menuju Pemilu 2029

Ke depan, Partai Golkar menghadapi sejumlah tantangan, antara lain perubahan komposisi demografi pemilih, dinamika koalisi dalam pemerintahan, serta kebutuhan memperkuat kaderisasi di tingkat basis. Poltracking Indonesia menilai partai-partai besar perlu menyiapkan peta jalan jangka panjang agar tidak bergantung pada momentum elektoral sesaat.

Bagi Golkar, keberhasilan pada Pemilu 2024 dinilai menjadi titik tolak untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kualitas kader, dan menjaga komunikasi politik dengan konstituen. Rapat koordinasi di tingkat pusat dan daerah disebut akan terus dilakukan untuk mengevaluasi kinerja serta menetapkan langkah lanjutan.

Dengan capaian 102 kursi di DPR RI, Partai Golkar menegaskan posisinya sebagai salah satu pilar utama dalam kehidupan politik nasional. Evaluasi menyeluruh terhadap peran pengurus inti, termasuk Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia, dipandang menjadi bagian penting dalam menyusun strategi menuju kontestasi berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User